Menari Burung Enggang, Robot UNY Juara Seni Tari

Robot karya tim UNY menjuarai kontes KRI regional 2 Divisi Robot 2020 setelah menari Burung Enggang dari Suku Dayak Kenya, Kalimantan Timur.
Robot Rosemary dari UNY, juara 1 dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 2 tahun 2020 divisi Robot Seni Tari. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meraih juara 1 dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 2 tahun 2020 divisi Robot Seni Tari. Kegiatan KRI Regional 2 dilaksanakan secara daring pada 9-11 Oktober 2020 dengan cakupan wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan dan Sulawesi.

Ketua tim Rosemery, Julizar Handi Wijaya menjelaskan, robot seni tari UNY yang diberi nama Rosemery tersebut menampilkan tari Burung Enggang dari suku Dayak Kenya, Kalimantan Timur. Timnya mendapat tantangan dari panitia KRI untuk menampilkan tari Burung Enggang. “Jadi tarian itu bukan kami yang memilih tapi sudah ditentukan oleh panitia lomba,” katanya kepada Tagar pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Baca Juga:

Menurutnya, karena adanya pandemi maka kontes robot yang semula akan dilaksanakan pada Juli 2020. Namun hingga hari raya lebaran kemarin timnya tidak memperoleh kejelasan lebih lanjut tentang lomba dari pihak penyelenggara. “Akhirnya kami dapat kabar bahwa lomba tetap ada tapi dilakukan secara online,” terangnya.

Tim Robot Rosemary dari UNYTim Robot Rosemary dari UNY, juara 1 dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 2 tahun 2020 divisi Robot Seni Tari. (Foto: Istimewa)

Persiapan yang dilakukan mulai dari persiapan tim yang berkualitas sekaligus persiapan robot ya. Untuk persiapan robotnya sendiri sudah dipersiapkan dari sebelum pandemi. “Tapi sempat terhenti karena lockdown, walaupun setelah diizinkan akhirnya kami riset lagi” ujar Julizar.

Untuk persiapan lomba wilayah 2 tim memulainya dari merancang baju hingga programming gerak tariannya. Ia menyebut, saat menampilkan robot buatan timnya, setiap tim diberi satu menit untuk persiapan. Lalu diberi waktu tiga menit untuk tampil. “Robotnya kami tampilkan secara daring lewat zoom. Robotnya menari diiringi lagu asli Dayak Kenya,” katanya.

Baca Juga:

Julizar mengaku saat lomba sempat tertinggal dari tim lain pada babak penyisihan sehingga Uny ada diposisi ke-3. Namun tim berusaha semaksimal mungkin untuk meng-upgrade robot Rosemery supaya bisa lebih baik dalam satu malam, dan berhasil.

Timnya menghabiskan dana sekitar Rp 50 juta untuk membuat robot tersebut. Namun itu bukan robot baru. “Kami hanya pakai robot yang sudah ada. Sebab kalau mau buat baru butuh dana sampai Rp 100 juta,” imbuhnya.

Ia berharap tahun depan UNY bisa mempertahankan juara pertama di tingkat nasional. Selain juara pertama pada divisi robot seni tari, dalam KRI Regional 2 tahun ini UNY berhasil pula menjadi juara 2 Kontes Robot Sepak Bola Beroda dan juara 3 Kontes Robot Sepak Bola Berkaki. []

Berita terkait
Pandemi Tak Halangi Kulon Progo Lestarikan Seni Tradisional
Gelar Potensi Kantong Budaya, cara Pemkab Kulon Progo Lestarikan budaya dan seni tradisional masyarakatnya.
Kesenian Ebeg Identitas Migran Banyumas di Jakarta
Komunitas kesenian menjadi duta budaya sebuah daerah. Dan kesenian ebeg menjadi identitas perantauan Banyumas di Jakarta.
Lulusan SD di Tegal, Bikin Robot Bantu Atasi Covid-19
Kejutan dari Tegal, Jawa Tengah, cuma lulusan SD, bisa bikin robot canggih untuk membantu tenaga medis merawat pasien Covid-19 di rumah sakit.
0
Erdogan Dituding Bos Mafia Mempersenjatai Jihadis di Suriah
Sedat Peker, gembong mafia Turki yang hidup di pengasingan, melalui YouTube, tuding pemerintah Turki persenjatai jihadis Suriah