Marzuki Alie: Koruptor BPJS Ketenagakerjaan Lebih Buruk dari Hewan

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie menilai, para pelaku dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp43 triliun sudah tidak memiliki hati nurani.
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie. (Foto:Tagar/Cendana News)

Jakarta – Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie menilai, para pelaku dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp43 triliun sudah tidak memiliki hati nurani sebagai manusia. Sebab, dalam hal ini uang rakyat yang nyatanya hak rakyat ternyata secara terang-terangan dikorupsi.

Korupsi APBN sudah biasa, ini luar biasa, sudah gak ada HATI manusia lagi, lebih buruk dari hewan.

“Uang bansos orang miskin, uang Tenaga Kerja BPJS, uang simpanan rakyat Jiwasraya semua dikorup,” ungkapnya melalui akun Twitter@marzukialie_MA pada Rabu, 20 Januari 2021.

“Korupsi APBN sudah biasa, ini luar biasa, sudah gak ada HATI manusia lagi, lebih buruk dari hewan. Sebaiknya pejabat-pejabat ini sumpahnya dibuat beda, dilaknat 7 turunan,” lanjutnya.

Cuitan Marzuki AlieCuitan Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie mengenai dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. (Foto:Tagar/[email protected]_MA)

Kejaksaan Agung, setelah memeriksa 6 orang di lingkup BPJS Ketenagakerjaan, kembali memeriksa para manajer investasi. Kemarin, tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa 8 orang sebagai saksi terkait kasus ini.

Saksi-saksi yang dipanggil oleh Kejaksaan adalah para manajer investasi dari sejumlah perusahaan sekuritas yang ternama di negeri seperti, JHT Presdir PT Ciptadana Sekuritas, PS Presdir BNP Paribas Asset Management, KBW Deputi Direktur Pasar Modal BPJS TK, SMT Asisten Deputi Analisis Pasar Uang dan Reksadana BPJS TK.

Selanjutnya, MTT Presdir PT Schroder Investment Management Indonesia, SM Deputi Direktur Kepatuhan dan Hukum BPJS TK, WW Direktur Utama PT Samuel Sekuritas Indonesia, dan OB selaku Direktur PT Kresna Sekuritas.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menerangkan, bahwa pemeriksaan saksi tersebut dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan. []

Berita terkait
Kejagung Geledah Kantor BPJS Ketenagakerjaan, 20 Saksi Diperiksa
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor pusat PT Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Pengamat: Dana BPJS Ketenagakerjaan Rawan Diselewengkan
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia menilai, dana besar yang mengendap lama di BPJS Ketenagakerjaan, rawan diselewengkan bila tidak diawasi.
Dugaan Korupsi & Rebutan Kursi Direksi BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Watch menduga penyelidikan atas dugaan korupsi pada BPJS Ketenagakerjaan karena persaingan tidak sehat memperebutkan kursi direksi.
0
Kekurangan Vaksin Covid-19 di Asia-Pasifik Mencemaskan
Badan Pengungsi PBB (UNHCR) peringatkan terjadi kekurangan vaksin Covid-19 di Asia-Pasifik yang sangat mencemaskan