UNTUK INDONESIA
Mahasiswi Cantik NTB Petarung Andal di Turnamen PUBG
Seorang mahasiswi Universitas Mataram, NTB, menjadi penggemar permainan PUBG dan sering menjuarai turnamen bersama timnya.
Alya Nurul Hapsari, mahasiswi jurusan Hubungan Internasioal (HI) Universitas Negeri Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang jago main PUBG. (Foto: Tagar/Dok Pribadi Alya)

Mataram – Jemari gadis itu bergerak lincah di layar ponsel. Sesekali nafasnya tertahan dan keningnya berkerut. Tak jarang secara tidak sadar ponselnya dimiringkan ke kanan atau ke kiri, kemudian jempolnya menekan layar beberapa kali.

Gadis berambut panjang dan berkuit putih itu sedang asyik memainkan salah satu gim daring yang cukup popular saat ini, yakni Playerunknown's Battlegrounds (PUBG).

Tokoh yang dimainkan oleh Alya Nurul Hapsari, nama gadis itu, terlihat berlari, bersembunyi, kemudian menembak lawan-lawannya.

Awalnya permainan ini banyak dimainkan oleh anak laki-laki. Jarang ada perempuan yang tertarik dengan permainan strategi pertempuran ini. Namun seiring perkembangan waktu, termasuk dengan banyaknya kompetisi permainan tersebut, kaum hawa pun mulai tertarik untuk bermain. Alya salah satunya.

Mulai Bermain Sejak 2018

Alya, gadis berwajah bening yang saat ini masih kuliah di jurusan Hubungan Internasioal (HI) Universitas Negeri Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku sangat menyukai gim tersebut. Tak jarang dia menghabiskan waktu dengan memainkan gim ciptaan Brendan Greene itu.

Cerita Cewek PUBG NTB (2)Alya Nurul Hapsari bersama timnya saat memenangkan salah satu turnamen permainan PUBG. (Foto: Tagar/Dok Pribadi Alya)

Perempuan kelahiran Jakarta, 26 Mei 1999 ini mengenal PUBG dari seorang teman kuliahnya. Saat itu Alya penasaran melihat temannya bermain PUBG. Mereka terlihat serius menatap layar ponsel.

Alya pun mencoba mengunduh permainan itu pada ponselnya dan mencoba-coba untuk bermain sekaligus untuk mengisi waktu luang. Tapi keseruan dan ketegangan dalam permainan itu membuatnya seperti ketagihan memainkan PUBG.

Saat pertama kali memainkan permainan ini, Alya sempat merasa kesulitan, sebab permainan ini menuntut pemainnya memiliki kecepatan dan kelincahan. Terutama harus memiliki skill yang bagus, agar tidak cepat kalah dari lawan-lawannya.

Tapi kesulitan itu tidak berlangsung lama. Terlebih sejak kecil Alya memang menggemari permainan-permainan yang ada di ponsel, termasuk beberapa permainan daring lainnya. Sehingga jemarinya cepat beradaptasi memainkan PUBG.

"Saya suka main PUBG itu sejak tahun 2018 akhir," kata Alya Nurul Hapsari kepada Tagar, Senin 13 Oktober 2020.

Sebagai seorang pemain PUBG, Alya juga memiliki senjata favorit yang dinilainya mampu mendukungnya mengalahkan lawan-lawannya. Terlebih dalam permainan itu senjata yang digunakan cukup berpengaruh dalam pertempuran.

Alya mengaku menyukai senjata jenis M416 dan AKM. Kedua senjata itulah yang digunakannya dalam permainan. 

Saya paling sering gunakan senjata M416 dan AKM kalau main.

Setelah beberapa waktu aktif dalam permainan daring ini, Alya mulai mengenal pemain-pemain PUBG dari berbagai daerah. Gadis ini kemudian mencoba untuk mengikuti beberapa turnamen atau kompetisi.

Tanpa disangka-sangka, keisengan dan hobi tersebut membawanya menjadi juara dalam turnamen-turnamen PUBG yang diikutinya, termasuk beberapa turnamen level nasional. Bahkan kini Alya dipercaya memperkuat tim nasional PUBG.

Bergabung dengan Tim E-Sport

Sebelum mengikuti beberapa turnamen, Alya yang menggunakan nickname BOOMPinky ini bergabung dengan salah satu skuat yang dibentuk oleh teman-temannya. Mereka pun mengikuti salah satu turnamen lokal di Nusa Tenggara Barat. Kala itu skuat Alya berhasil menjadi juara tiga.

Cerita Cewek PUBG NTB (3)Poster Alya Nurul Hapsari bersama timnya dalam turnamen PUBG. (Foto: Tagar/Dok Pribadi Alya)

Pada tahun 2019 Alya bergabung dengan salah satu tim E-Sport lokal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di situ dia terus mengasah kemampuan bermainnya.

Kesempatannya untuk mengikuti turnamen semakin terbuka waktu itu. Alya dan timnya kerap meraih prestasi gemilang dalam turnamen lokal NTB.

"Aku awal masuk E-Sport itu dari awal tahun 2019, tapi masih E-Sport lokal di Lombok aja tempat aku kuliah, suka gabung-gabung dan ikut turnamen diadakan di daerah, terus banyak dapet achievement dan teman baru juga di turnamen daerah," kata Alya.

Pada tahun yang sama, skill Alya yang cukup mumpuni saat bermain PUBG di level lokal NTB diketahui oleh salah satu tim E-Sport wanita di Jakarta. Tim tersebut adalah BOOM Siren yang merupakan tim wanita dari BOOM E-sport.

Alya pun ditawari untuk bergabung dengan tim BOOM Siren. Wanita berparas cantik ini berjanji akan memberikan yang terbaik buat tim barunya itu.

"Selain mencari suasana baru, saya ingin membuktikan dan membawa BOOM Siren bisa menjadi tim ladies terbaik di Indonesia. Harapannya semoga bisa membawa BOOM Siren meraih lebih banyak meraih juara yang didapatkan," ucap Alya menegaskan.

Bersama tim BOOM Siren, Alya Hapsari sudah mengikuti berbagai turnamen di Indonesia maupun internasional.

Ia sukses meraih juara 1 Female Gaming League Season 3, juara 2 Red Rocket Ladies Tournament, juara 4 PMPL dan lolos ke PMPL SEA 2020 mewakili Indonesia. Kemudian berhasil meraih peringkat 3 pada turnamen 3 DGWIB.

Setelah bergabung dengan BOOM Siren, Alya menyadari bahwa permainan yang selama ini menjadi hobinya bisa mendatangkan rezeki. Bahkan Alya mengaku saat ini dirinya digaji untuk bermain PUBG tersebut.

"Alhamdulillah sekarang dapat gaji juga, dan sekarang saya lebih fokus untuk meraih prestasi, dan tentunya ingin memberikan prestasi dan tentunya jauh lebih bagus lagi," ucap Alya menambahkan.

Untuk diketahui BOOM E-sports adalah salah satu tim E-Sports asal Indonesia yang sampai sekarang masih mempertahankan tim Divisi Dota 2 mereka dan berhasil sukses tidak hanya di Indonesia melainkan di Asia Tenggara.

Meski Alya dan timnya sering tampil sebagai juara dalam turnamen, dia tidak pernah meremehkan tim lain. Menurutnya semua tim yang menjadi lawannya adalah tim kuat di Indonesia. Namun ada dua yang paling kuat baginya, yakninBelletron Ace dan Aerowolf Zoo.

Walaupun saat ini hobinya bermain PUBG mampu member penghasilan untuk Alya, tetapi jalan yang dia tempuh untuk mencapai prestasi tidak selalu mulus.

Alya mengaku bahwa pada awalnya kedua orang tua, terutama sang ibu melarang dirinya bermain game. Mereka mengharapkan Alya fokus pada kuliah.

Larangan itu bahkan masih sering disampaikan saat dirinya telah menjuarai beberapa turnamen di level lokal.

"Kalau dari orang tua sih pasti ada larangan pertamanya, karena siapa yang suka liat anaknya main game walaupun menghasilkan uang dari game juga tetep aja namanya orang tua," ungkapnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, sang ibu pun memberikan izin dan dukungan kepadanya. Hanya saja sang ibu senantiasa mengingatkan agar Alya bisa mengatur waktu kuliah dan ibadah.

"Cuma mereka oke aja selama aku bisa memanage waktu untuk game dan gak ketinggalan ibadah, kuliahnya, mereka juga mendukung kehidupan sosial dan mereka selalu mendoakan yang terbaik untuk saya," kata dia. []

Baca juga:

Bangunan Kompleks Tamansari Yogyakarta dan Fungsinya

Pernikahan Unik 4 Pasang Pengantin di Yogyakarta

Berita terkait
Pompa Hidram di Cranggang Kudus Solusi Krisis Air Bersih
Seorang warga Dukuh Cranggang Kulon, Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, membuat pompa hidram untuk mengatasi krisis air bersih.
Pujian Melly Goeslaw untuk Gadis Asal Ruteng NTT
Melly Goeslaw, penyanyi senior Indonesia memuji penampilan Keysilia Dwisulandi Ndagung, gadis asal Ruteng, NTT, yang menyanyikan lagunya.
Omzet Ratusan Juta Mantan Pelayan Warung Kopi Bulukumba
Mantan pelayan warung kopi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, berhasil mendirikan warung kopi sendiri dan beromzet hingga ratusan juta per bulan.
0
Tiga Warga Purworejo Edarkan Pil Koplo di Kulon Progo
Polres Kulon Progo menangkap empat orang setelah mengedarkan pil koplo. Tiga di antaranya warga Purworejo, Jawa Tengah.