UNTUK INDONESIA
Pujian Melly Goeslaw untuk Gadis Asal Ruteng NTT
Melly Goeslaw, penyanyi senior Indonesia memuji penampilan Keysilia Dwisulandi Ndagung, gadis asal Ruteng, NTT, yang menyanyikan lagunya.
Keysilia Dwisulandi Ndagung, peserta audisi Pop Academy 2020 asal Ruteng, Nusa Tenggara Timur, saat mendapat pujian dari salah satu juri, yakni Melly Goeslaw. (Foto: Tagar/ Youtube Indosiar)

Ruteng – Melly Goeslaw terlihat cukup serius memperhatikan seorang gadis berbalut pakaian berwarna putih dipadu dengan blazer tanpa lengan yang bernyanyi di atas panggung. Gadis itu menyanyikan lagu berjudul “Bunda” dengan penuh penghayatan.

Mata Melly sesekali berkedip saat menyaksikan penampilan Keysilia Dwisulandi Ndagung, gadis yang menyanyikan lagunya di atas panggung. Topi berwarna biru dengan gambar kucing yang dikenakan Melly mengikuti anggukan kepalanya.

Chelsea, sapaan akrab Keysilia Dwisulandi Ndagung, adalah peserta Pop Academy 2020, salah satu ajang pencarian bakat yang digelar oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional. Sedangkan Melly merupakan salah satu juri selain Beby Romeo dan Pinkan Mambo.

Lagu berjudul “Bunda” yang dinyanyikan gadis asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengantarnya menuju babak selanjutnya, setelah mendapatkan Platinum Pop Card dari para juri.

Melly yang mengenakan kaus berwarna biru dengan paduan kuning sempat membuat Chelsea terlihat tegang seusai dia menyanyikan lagu. Terlebih salah satu juri, yakni Bebi Romeo menilai Chelsea belum bisa lolos menuju babak selanjutnya.

Saat itu Melly mengatakan bahwa Chelsea masih terlalu kecil, dan untuk menjadi penyanyi bukan hanya dibutuhkan suara yang bagus, tetapi juga harus memiliki mental yang kuat. 

Namun akhirnya Melly memberikan penilaian bahwa Chelsea layak untuk melaju pada babak selanjutnya danmenyerahkan Platinum Pop Card pada Chelsea.

Chelsea, suara kamu bagus dan luar biasa karena kamu otodidak dan memiliki teknik yang luar biasa.

Sementara, juri lainnya, yakni Pinkan Mambo memberikan nilai 99 untuk penampilan Chelsea malam itu, Selasa, 6 Oktober 2020.

Suasana haru pada audisi malam itu semakin terasa saat Salestinus Ndagung, ayah kandung Chelsea menelepon dan member dukungan pada sang anak. Chelsea tidak mampu menyembunyikan air mata yang menetes. Sesekali dia mengusap air dari dua telaga bening di matanya dengan punggung tangannya.

Menyanyi di Kamar Mandi

Ibunda Chelsea, Theresia FS Sempel, mengaku bangga dan bahagia atas perjuangan anaknya yang mampu lolos hingga Final Audition Pop Academy 2020.

Cerita Penyanyi NTT (2)Keysilia Dwisulandi Ndagung yang akrab disapa Chelsea, mengenakan pakaian adat NTT. (Foto: Tagar/Dok Pribadi Chelsea)

Terlebih kemampuan Chelsea bernyanyi bukan dengan mengikuti kelas maupun kursus bernyanyi, tetapi murni dipelajari secara otodidak, termasuk bernyanyi di kamar mandi.

Kata Theresia, Chelsea yang merupakan alumni SMP Imaculata Ruteng Manggarai itu belum pernah ikut sekolah khusus di bidang tarik suara. Dia hanya berlatih bersama teman-temannya saat sedang kumpul bersama. Tak jarang Chelsea juga sering bernyanyi di kamar mandi.

"Dia sering nyanyi juga kalau lagi mandi, sehinggaa kadang lama, hehehe. Kalau keluar dari kamar mandi juga dia nyanyi sampai di kamar, yah mungkin karena dia suka nyanyi saja. Tapi itu mungkin cara Chelsea untuk belajar nyanyi" katanya ibunda Chelsea.

Kepercayaan diri Chelsea juga cukup tinggi. Dengan modal merasa memiliki kemampuan di bidang tarik suara, Chelsea memberanikan diri mengikuti beberapa ajang perlombaan di Ruteng Manggarai, tanpa target apa pun.

Chelsea juga sering menjadi pengisi acara di beberapa panggung di Ruteng bahkan sampai Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Dari perlombaan yang diikutinya di kampung halamannya, Chelsea belajar banyak hal, termasuk membangun jaringan. Bagi dia, bermacam perlombaan sekarang ini di satu sisi menjadi ajang untuk mengasah keterampilan.

"Kami sebagai keluarga sangat mendukung, sekarang kami hanya bisa berdoa agar ia menjadi yang terbaik di Pop Academy," katanya penuh harap.

Sementara, Salestinus Ndagung, ayah kandung Chelsea, mengisahkan bahwa sebelum mengikuti audisi Pop Academy 2020, sang anak sudah sering mengikuti berbagai kompetisi atau lomba menyanyi di kampung halamannya.

Minat Chelsea dalam berkompetisi bahkan sudah terlihat sejak dia duduk di bangku sekolah dasar (SD). Saat itu dia bersekolah di SDI Dongang, Ruteng, Manggarai NTT. Hasilnya, tidak jarang dara kelahiran 14 September 2004 itu menjadi juara satu atau juara dua.

Bakat menyanyi Chelsea semakin terasah saat dia aktif mengikuti kegiatan paduan suara di gereja. Perlahan namun pasti, gadis yang saat ini sekolah di SMAN 1 Ruteng tersebut menapakkan kakinya untuk meraih impian menjadi penyanyi professional.

Kini, setelah Chelsea berhasil lolos pada Final Audition Pop Academy 2020, jalannya untuk merujudkan impian semakin terbuka, meski Chelsea masih harus melewati beberapa proses seleksi dan bersaing dengan puluhan peserta lainnya.

Salestinus mengaku senang dan tak menyangka bahwa jalan untuk mewujudkan impian anaknya untuk menjadi penyanyi bisa terbuka.

"Sebagai orangtua, kami pasti sangat bangga. Akhirnya mimpi anak kami perlahan bisa terwujud untuk menjadi penyanyi profesional, sekalipun di audisi Pop Academy Chelsea masih mengikuti seleksi tahap berikutnya tapi sampai saat ini kami sangat bangga" katanya saat ditemui Tagar, 11 Oktober 2020.

Harapan Keluarga

Meski saat ini jalan Chelsea untuk menggapai impiannya semakin terbuka, sang ayah mengaku pihaknya sangat berharap semua pihak turut mendukung karier dan impian Chelsea tersebut, termasuk dukungan dari pemerintah daerah setempat.

"Kami juga harapkan dukungan masyarakat Manggarai maupun NTT secara keseluruhan di manapun berada serta dukungan pemerintah, karena bagaimanapun juga perjuangan Chelsea untuk mengharumkan nama Manggarai dan NTT" ujarnya berharap.

Cerita Penyanyi NTT (3)Penampilan Keysilia Dwisulandi Ndagung yang akrab disapa Chelsea pada Final Audition Pop Academy 2020, Selasa, 6 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Youtube Indosiar)

Selain harapan, pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah dan tetap mendukung Chelsea hingga dia berada pada posisi saat ini.

Pernyataan terima kasih juga disampaikan pada pihak panitia Pop Academy dan stasiun televisi Indosiar yang telah memberikan ruang kepada Chlesea untuk menunjukan kemampuan menyanyi.

"Bersyukur kepada Tuhan, terima kasih kepada Indosiar, terima kasih dukungan keluarga besar, lipudtra grup, pihak sekolah yang telah memberikam izin kepada Chelsea, keluarga Manggarai dimanapun berada. Kami yakin semangat Chelsea karena dukungan kita semua" katanya.

Diketahui, audisi Pop Academy 2020 dilaksanakan secara daring akibat pandemi Covid-19. Awalnya audisi dijadwalkan digelar di 34 kota di Indonesia.

Meski demikian, mekanisme kompetisi Pop Academy 2020 tidak sepenuhnya daring. Pada akhir bulan Agustus 2020, Indosiar menyaring sampai sekitar 150 peserta yang akan dipanggil ke Jakarta dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ratusan peserta itu akan menjalani audisi di depan para juri, yakni Melly Goeslaw, Bebi Romeo, Pinkan Mambo, Giring Ganesha, dan Showimah.

Dari 150 orang, akan tersaring lagi sampai 40 peserta. Mereka akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas lima peserta. Setiap hari mereka akan bergantian tampil sampai akhirnya akan terpilih dua grand finalis.

Kini Chelsea sudah lolos masuk menjadi Top 40 audisi pop akademi dan akan mengikuti proses seleksi tahap selanjutnya. []

Baca juga:

Demo di Yogyakarta, PKL Malioboro, dan Keluhan Wisatawan

Pernikahan Unik 4 Pasang Pengantin di Yogyakarta 

Berita terkait
Omzet Ratusan Juta Mantan Pelayan Warung Kopi Bulukumba
Mantan pelayan warung kopi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, berhasil mendirikan warung kopi sendiri dan beromzet hingga ratusan juta per bulan.
Bangunan Kompleks Tamansari Yogyakarta dan Fungsinya
Kompleks Tamansari, Yogyakarta dulunya menempati wilayah seluas 10 hektare dan terdiri dari 57 bangunan. Namun kini sebagian sudah tidak ada lagi.
Menggiurkan, Usaha Bibit Pohon Anggur di Yogyakarta
Usaha pembibitan pohon anggur menjadi salah satu usaha yang hasilnya cukup menggiurkan, terlebih laan yang dibutuhkan tidak harus luas.
0
Rencana Kominfo Blokir Medsos, Ancam Kebebasan Berekspresi
Sukamta menyayangkan sikap Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan Permen untuk memblokir media sosial di tengah maraknya unjuk rasa.