UNTUK INDONESIA
Mahasiswa Stisip: Pemkot Tangerang Jemput Bola untuk Edukasi
Mahasiswa Stisip Yuppentek memandang tingkat percaya diri pelaku UMKM, Pemkot Tangerang bisa jemput bola untuk mengedukasi.
Mahasiswa Stisip Yuppentek saat mengunjungi pelaku UMKM yang memproduksi sepatu di wilayah Kecamatan Jatiuwung. (Foto: Tagar/Mauladi Fachrian).

Tangerang - Mahasiswa Stisip Yuppentek Tangerang mengatakan pelaku usaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat rendah terhadap hasil produksinya. Perlu adanya edukasi kewirausahaan yang intens dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Padahal secara kualitas, sepatu yang dihasilkan cukup bagus. Harganya juga terbilang kompetitif.

Mahasiswa Stisip Yuppentek menemukan hal tersebut saat menjalani Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kecamatan Jatiuwung. Di sana, mereka bertemu dengan kelompok usaha pembuat sepatu lokal.

Atikah, salah seorang Mahasiswi yang ikut KKL mengatakan, selama ini pelaku UMKM merasa sangat takut untuk memasarkan produksinya lantaran belum memiliki hak paten. 

"Sehingga secara hukum, barang dagangan mereka masih bersifat ilegal," ucap Atikah usai penutupan KKL di Kecamatan Jatiuwung kepada Tagar, Jumat, 02 Oktober 2020.

Atikah mengatakan, masalah lain yang dihadapi pelaku UMKM selanjutnya adalah soal brand/merk. Menurut dia, hasil jualan pedagang sangat sulit jika menggunakan merk sendiri.

"Akhirnya pedagang terpaksa menggunakan merk lain yang sudah terkenal agar hasil produksinya bisa laku terjual," ucap Atikah.

Menurut Atikah, hal itu merupakan keadaan yang sangat ironi. Ketika pelaku usaha sudah bersusah payah untuk berwirausaha secara berdikari, tetapi mereka malah tidak percaya diri untuk menggunakan merk sendiri.

"Padahal secara kualitas, sepatu yang dihasilkan cukup bagus. Harganya juga terbilang kompetitif," ujar Atikah.

Kemudian, kata dia, kondisi pesimis pelaku UMKM juga didukung oleh kebiasaan masyarakat yang senang menggunakan produk-produk luar negeri yang sudah terkenal ketimbang menggunakan produk lokal.

"Tidak ada salahnya nyobain sepatu dengan produk dan merk lokal yang belum terkenal. Setelah kami coba beli, ternyata kualitasnya baik dan nyaman dikenakan," ucap Atikah.

Mahasiswa stisip memberi pesan kepada Pemkot Tangerang, khususnya melalui kedinasan terkait, yakni Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkopukm).

Dinas tersebut harus senantiasa melakukan pengawalan edukasi yang intensif dan berkelanjutan agar rasa percaya diri pelaku UMKM bisa tumbuh dan sukses dengan karyanya.

"Menurut kami sangat penting bagi Pemkot Tangerang melakukan pendampingan. Biar lebih fokus, bila perlu menggunakan personal pendamping. Karena yang dibutuhkan pelaku usaha adalah edukasi yang dimulai dari tahap produksi sampai tahap pemasarannya," ujar Atikah.[]

Berita terkait
Mahasiswa Stisip Tuntut Pemkot Sosialisasi Tangerang Live
Minimnya penggunaan aplikasi Tangerang Live sebagai layanan adminstrasi online disebabkan karena kurangnya sosialisasi dari Pemkot Tangerang.
Adukan Wali Kota Tangerang, KI Banten Belum Terima Laporan Truth
Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten, Hilman, mengatakan belum menerima laporan sengketa yang dilaporkan Truth ke Polres Tangerang.
Pemkot Tangerang Bentuk BLK Tampung Pengangguran
Pemkot Tangerang guna akan membentuk Balai Latihan Kerja (BLK) di tingkat kelurahan untuk mengurangi angka pengangguran.
0
Andi Arief Singgung Politik Oligarki dan Dinasti di Medan
Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief melakukan konsolidasi pemenangan usungan Pilkada di Sumut, khususnya Medan.