UNTUK INDONESIA
Mahasiswa dan Satpol PP Saling Dorong di Matim NTT
Massa FRMB terlibat aksi dorong dengan petugas Satpol PP Manggarai Timur. Massa kecewa karena Bupati Agas Andreas batal menemui.
Massa FRMB terlibat aksi dorong dengan petugas Satpol PP Manggarai Timur, Kamis 28 November 2019. (Foto: Tagar/Yos Syukur)

Manggarai Timur - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Rakyat Manggarai Timur Bergerak (FRMB), terlibat aksi dorong dengan petugas Satpol PP Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), di kantor bupati setempat, Kamis, 28 November 2019. Massa kecewa dengan Bupati Matim Agas Andreas yang batal menemui mereka. 

FRMB tiba di kantor Bupati Matim di Lehong sekira pukul 11.02 Wita. Gabungan massa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) tersebut kembali memprotes pembangunan pagar di Pasar Inpres Borong dan pembangunan jalan di kawasan bakau di Kota Ndora, Kecamatan Borong. 

Jalannya aksi awalnya berjalan normal dan kondusif. Namun suasana mulai berubah ketika petugas Satpol PP Manggarai Timur menyampaikan informasi Bupati Agas tidak bisa menemui dan menerima aspirasi pendemo. 

"Pak Bupati berhalangan untuk bertemu saudara semua," kata Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP  Siprianus Son.

Spontan, Ketua PMII Safrudin Ruslan langsung menyampaikan kekecewaannya. Terlebih sebelumnya diinformasikan jika Bupati Agas tengah berdialog dengan kuasa hukum warga Pasar Inpres Borong di aula kantor bupati.

"Aneh bin ajaib, tadi disampaikan ke kami bahwa Bupati Matim sedang pertemuan dengan warga di aula. Sekarang kok bupatinya berhalangan, ada apa ini? mengapa Bupati takut menemui kami," kata Ruslan.

Ruslan menjelaskan, pada pagi hari, sekitar pukul 06.30 Wita, Bupati Agas berkomunikasi dengannya lewat telepon. "Tadi pagi Pak Bupati menelepon saya dan mengatakan siap bertemu. Lalu tiba-tiba berhalangan dan tidak bisa menemui kami," terangnya.

Semua dokumen saya bawa, kami tidak takut dan gentar, kami akan sampaikan dan buka-bukaan di persidangan jika hal ini lanjut ke proses hukum

Massa yang kecewa lantas memaksa masuk ke kantor bupati untuk menemui Agas Andreas. Namun niat itu terhalang barikade petugas Satpol PP. Alhasil suasana jadi memanas. Dua pihak terlibat aksi dorong yang nyaris ricuh. 

Beruntung polisi dari Polres Matim berhasil mencegah peristiwa yang tidak diinginkan. Massa akhirnya bertemu dengan Asisten I Bupati Matim Benny Nahas, Kepala Dinas PUPR Yoseph Marto, Kepala Kesbangpol dan Linmas Yohanes Aubur dan Sekretrais Dinas Perindag Koperasi Efraim D Gual.

Dalam pertemuan itu disampaikan sejumlah tuntutan dan pernyataan sikap FRMB. Pejabat yang hadir menjawab satu persatu tuntutan massa. 

Terkait dengan masalah mangrove, Yoseph Marto menyatakan dokumen Amdal, UPL dan UPK sudah lengkap. Namun tidak untuk ditunjukan ke massa aksi kecuali di hadapan persidangan.

"Semua dokumen saya bawa, kami tidak takut dan gentar, kami akan sampaikan dan buka-bukaan di persidangan jika hal ini lanjut ke proses hukum," kata dia. 

Soal kisruh di Pasar Inpres Borong, Efraim D Gual menegaskan pembangunan tembok pagar pembatas tetap berjalan. Pembangunan pagar berada di atas tanah milik pemerintah daerah sekaligus untuk mengamankan aset. 

"Jika ada warga yang keberatan, silahkan menempuh jalur hukum,"  ujarnya.

Tidak ada titik temu, pertemuan berakhir. Massa aksi kemudian ke Pasar Inpres Borong dan memasang tali di lokasi pembangunan pagar tembok pembatas. Merek melarang pekerja melanjutkan pekerjaan sampai ada kesepakatan bersama antara warga dan pemerintah. [] 

Baca juga: 

Berita terkait
Pria Manggarai Flores Tewas Tertimbun Pasir
Seorang penambang pasir di Manggarai Flores NTT meninggal dunia usai tebing tambang pasir menimpa dirinya saat sedang beristirahat.
Kejiwaan Pembunuh Veronika Alus di NTT Normal
Polres Manggarai, NTT menyebutkan hasil pemeriksaan kejiwaan, polisi mengaku YM sama sekali tidak mengalami gangguan jiwa atau gila.
Goa Mabala NTT Menang Wisata Terunik Terpopuler
Goa Mabala yang berada di NTT berhasil meraih penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 kategori destinasi wisata terunik terpopuler.
0
Belasan Mahasiswa Aceh di Cina Terjebak Virus Corona
Mahasiswa Aceh yang masih bertahan di Cina sebanyak 23 orang saat ini diisolasi di asrama mencegah penyebaran Virus Corona.