UNTUK INDONESIA
Lima Tempat Bersejarah Saksi Kekejaman G30S/PKI
Setiap tanggal 30 September pasti menyimpan memori rakyat Indonesia atas salah satu peristiwa mengenaskan yang tercatat dalam sejarah bangsa.
Pengunjung mengamati diorama peristiwa G30S/PKI di Monumen Pancasila Sakti, di Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu, 24 September 2019.

Jakarta - Setiap tanggal 30 September pasti menyimpan memori rakyat Indonesia atas salah satu peristiwa mengenaskan yang tercatat dalam sejarah bangsa. Peristiwa itu dinamakan G30S/PKI.

Tentu kejadian tersebut telah membekas di hati semua orang, bagaimana tidak saat itu tujuh perwira militer Indonesia dibunuh. 

Bagi generasi milenial sekarang ini, pastinya tidak terlalu memahami tentang sejarah G30S/PKI. Tetapi, jangan khawatir, kamu masih bisa mengunjungi berbagai tempat yang akan mengingatkan peristiwa tersebut.

Berikut Tagar rangkumkan informasinya yang diperoleh dari berbagai sumber

1. Monumen Lubang Buaya

Monumen Pancasila SaktiMonumen Pancasila Sakti terletak di Jalan Raya Pondok Gede Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Monumen ini terletak di Lubang Buaya, Cipinang, Jakarta. Di tempat ini, menyajikan bagaimana sadisnya kejadian G30S/PKI itu. 

Di sana bisa melihat sumur maut sedalam 12 meter dan berdiameter 75 centimeter, yang digunakan untuk membuang korban G30S/PKI. Di depan museum itu juga ada Monumen Pancasila Sakti di mana patung 7 pahlawan yang menjadi korban peristiwa ini berdiri.

2. Museum Sasmitaloka Ahmad Yani

Museum Sasmitaloka Ahmad YaniMuseum Sasmitaloka Ahmad Yani di Jalan Lembang D 58 Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Instagram/ahmadyanimuseum)

Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani terletak di Jalan Lembang D 58 Menteng, Jakarta Pusat. Tempat itu menjadi saksi bisu peristiwa berdarah dan bersejarah penembakan sang Jenderal. 

Jenderal Ahmad Yani gugur dengan tujuh peluru senapan semi otomatis Thompon Cakrabirawa buatan Amerika Serikat. 

Dulunya, museum itu adalah kediaman Ahmad Yani. Kamu juga bisa melihat di lantai tempat Jenderal  Ahmad Yani jatuh akibat tertembak, masih ada dan diberi plakat sebagai pengingat sejarah. 

Bagi pecinta sejarah, tentu kamu disarankan mengunjungi lokasi tersebut, Karena, disana banyak sekali menyimpan edukasi. 

3. Museum Jenderal A.H Nasution

Museum AH NasutionRumah pribadi AH Nasution yang sekarang dijadikan Museum AH Nasution (Foto: Instagram/@louisbrouwer65).

Dulunya, tempat itu adalah kediaman keluarga Jenderal A.H Nasution sejak menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) hingga wafat pada tahun 2000.

Museum ini terletak di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat yang juga menjadi saksi bisu peristiwa mengenaskan itu. 

Di sana, putri bungsu Jenderal AH Nasution, Ade Irma Suryani yang saat itu masih berusia lima tahun harus mati tertembak. Untuk menghilangkan rasa penasaran tempat bersejarah ini, kamu bisa mengunjungi lokasinya. 

4. Monumen Ade Irma Suryani

Museum A.H. NasutionAde Irma Suryani sedang digendong karena telah tertembak oleh pasukan cakrabirawa (Foto: Instagram/louisbrouwer65).

Monumen itu berada di halaman depan Kantor Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Di tempat itu, tersimpan kenangan akan putri bungsu Jenderal AH Nasution. 

Perlu diketahui, di monumen itu pula jenazah Ade Irma Suryani di semayamkan, sebagai korban termuda G30S/PKI. 

5. Monumen Kresek

Monumen Kresek MadiunMonumen Kresek berada di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. (Foto: Instagram/@loxvia_cinema_nganjuk)

Monumen Kresek berada di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Di tempat tersebut sebagai saksi atas peristiwa Madiun yang menyimpan sejarah keganasan PKI pada tahun 1948. 

Disekitar monumen itu juga terdapat sejumlah relief yang menggambarkan bagaimana cara-cara kejam PKI saat itu membinasakan tokoh dan ulama di Madiun. 

Di sana ada juga prasasti bertuliskan nama-nama prajurit TNI dan tokoh di Madiun yang gugur dalam pertempuran melawan PKI di Desa Kresek.

Monumen yang terletak di kaki  Gunung Wilis ini juga dilengkapi pendopo tempat pengunjung beristirahat dan menikmati suasana, taman bermain dan area parkir yang luas. Sehingga, bagi siapa pun yang mengunjungi tempat tersebut tentu tidak akan bosan.[] 

Baca juga:

Berita terkait
Fakta-fakta Film G30S/PKI
Film G30S/PKI digarap Perum Produksi Film Negara (PPFN) tahun 1984 ini disutradari dan ditulis oleh Arifin C Noer.
Lima Fakta Peristiwa G30S/PKI
Peristiwa G30S/PKI berujung pada intimidasi dan persekusi kepada masyarakat Indonesia.
Episode (2) – Kisah Pelarian Mantan Anak Buah Djawoto dan Tragedi G30S/PKI
Sesampainya di Jakarta pada pukul tujuh pagi, Nurali bersama tujuh orang langsung ke rumah Suharto, Presiden Indonesia saat itu, melaporkan situasi di Beijing.
0
Curhatan Emak Pedagang Pasar Tradisional di Semarang
Pandemi corona membuat omzet usaha kecil di Kota Semarang terjun bebas. Seperti apa keluhan mereka?