UNTUK INDONESIA

Lima Orang Keroyok Dua Pria Asal Bantul di Sleman Yogyakarta

Dua pria asal Palbapang Kabupaten Bantul dikeroyok lima orang di Sleman, Yogyakarta. Sebab dan motif sedang ditangani kepolisian.
Ilustrasi Pengeroyokan (Foto: Istimewa)

Sleman - Dua orang pengendara motor mengalami kekerasan fisik di jalan kala menunggu lampu merah Dusun Kronggahan, Kelurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Sleman, Yogyakarta. Mereka dikeroyok oleh rombongan orang berkendara menggunakan mobil berplat AA.

Kepala Reserse Kriminal Polsek Gamping Inspektur Satu (Iptu) Tito Satria mengatakan, dugaan penganiayaan itu dengan cara dipukul menggunakan tangan kosong secara bersama-sama. Teduga pelaku diperkirakan berjumlah lima orang.

“Terjadi dugaan penganiayaan secara bersama-sama di traffic light perempatan Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman. Korbannya dua orang pengendara motor,” kata Iptu Tito kepada wartawan saat dikonfirmasi memalui pesan singkat, Selasa, 24 November 2020.

Baca Juga:

Dua korban yang mengalami nasib pahit ini adalah Novan Julitusta, 22 tahun, mengalami luka memar dan robek pada bagian bibir atas dan Muhammad Bahruzal, 18 tahun, menderita luka memar pada bagian bahu kanan dan pinggang. Keduanya merupakan warga yang berdomisili di Palbapang, Kabupaten Bantul.

Iptu Tito membeberkan, usai menganiaya korban, terduga pelaku yang menggunakan kendaraan mobil kabur melarikan diri. “Kami belum tahu motifnya apa teduga pelaku menganiaya korban. Padahal tidak saling mengenal hanya bertemu saat menunggu lampu merah,” ucapnya.

Terjadi dugaan penganiayaan secara bersama-sama di traffic light perempatan Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Peristiwa dugaan pengeroyokan bermula ketika korban bersama teman-temannya dalam perjalanan menuju Magelang, Jawa Tengah mengendarai motor pada Sabtu, 21 November 2020 pukul 06.00 WIB.

Sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban berhenti karena lampu traffic light menyala merah. Kala itu kendaraan yang digunakan para terduga pelaku juga berhenti.

Iptu Tito melanjutkan, tiba-tiba ada tiga orang terduga pelaku turun dari mobil lalu menanyakan tujuan kepada Novan. Tidak hanya itu, teduga juga memaksa korban menunjukkan bukti chat WhatsApp (WA) di ponselnya. “Spontanitas salah seorang pelaku langsung memukul korban Novan dengan tangan kosong yang mengenai bibir,” ujarnya.

Melihat temannya terluka, korban Muhammad merasa ketakutan kemudian lari untuk meminta pertolongan. Nahas, ada lima orang pelaku mengejarnya lalu menangkapnya korban Muhammad.

Baca Juga:

Oleh para teduga pelaku, korban Muhammad diseret kembali ke Perempatan Kronggahan (TKP). Kekerasan fisik ternyata juga menimpa Muhammad. “Terduga pelaku secara bersama memukuli korban ke dua menggunakan tangan kosong,” ucapnya.

Kedua korban akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Polsek Gamping guna pengusutan lebih lanjut. Informasi yang diperoleh sementara, terduga pelaku berjumlah sekitar lima orang laki - laki, yang menumpang mobil Toyota hijau lumut dengan nomor polisi AA 1096 XX. 

Kasus saat ini masih dalam penyelidikan penyidik Polsek Gamping. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku pengeroyokan secara bersama-sama,” kata Iptu Tito. []

Berita terkait
Tragis, Pria Dikeroyok Enam Teman hingga Meninggal di Sleman
Seorang pria di Sleman Yogyakarta meninggal dunia setelah dikeroyok temannya sendiri berjumlah enam orang. Kasus ini sudah ditangani Polres Sleman.
Warga di Yogyakarta Dituduh Klitih, Babak Belur dan Dirampas
Warga Gunungkidul dituduh pelaku klitih saat melintas di Kota Yogyakarta. Akibatnya korban babak belur dan barang berharganya dirampas.
Kata Polisi soal Terduga Klitih Babak Belur di Bantul
Seorang remaja terduga klitih babak belur setelah diamuk massa di Bantul, Yogyakarta. Kini pria tersebut menjalani perawatan di rumah sakit.
0
Lima Orang Keroyok Dua Pria Asal Bantul di Sleman Yogyakarta
Dua pria asal Palbapang Kabupaten Bantul dikeroyok lima orang di Sleman, Yogyakarta. Sebab dan motif sedang ditangani kepolisian.