UNTUK INDONESIA

Kata Polisi soal Terduga Klitih Babak Belur di Bantul

Seorang remaja terduga klitih babak belur setelah diamuk massa di Bantul, Yogyakarta. Kini pria tersebut menjalani perawatan di rumah sakit.
Unggahan video dan foto kondisi remaja terduga pelaku klitih yang babak belur usai diamuk massa di Bantul yang diunggah di grup Facebook. (Foto: Tangkap Layar Facebook)

Bantul – Video dan foto seorang remaja laki-laki terduga pelaku klitih yang bonyok akibat amukan massa tersebar di media sosial. Kejadian tersebut terjadi di Kedungpring, Blawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu, 14 November 2020 malam.

Video yang beredar di dunia maya tersebut menunjukkan kondisi remaja sudah dalam keadaan babak belur yang mengenaskan. Selain itu beredar pula foto-foto mengenai kondisi remaja tersebut.

Salah satu yang mengunggah video dan foto kondisi remaja tersebut yaitu akun facebook Malaikat Kecil membagikan ke grup Suara Pleret. Dalam unggahan tersebut dijelaskan dengan caption “Do ngati2… daerah kedungpring bawuran pleret… habis masa kliteh… pokok e sedulur pleret ngati2….”

Baca Juga:

Dari unggahan tersebut dapt terlihat kondisi remaja laki-laki mengalami bonyok di seluruh bagian wajahnya. Bahkan bagian matanya terlihat mengalami bengkak luka parah. Dalam video juga terlihat remaja tersebut sempat diinterogasi oleh warga.

Unggahan yang dilakukan oleh akun Malaikat Kecil tersebut mendapat respon yang cukup banyak dari anggota grup Suara Pleret yang lain. Beberapa merasa khawatir atas kejadian ini, seperti komentar dari akun bernama Ismi Yumna “Pertigaan kedungpring pundi niki. Marai resah”.

Kabar terakhir yang kami dengar pihak keluarga akan memindahkannya ke Rumah Sakit Nur Hidayah karena di rumah sakit sebelumnya tidak melayani untuk BPJS.

Selain itu ada pula komentar dari Arif Nur yang mengimbau warga untuk selalu berhati-hati saat di jalan malam hari “Hati” dijalan klo pas keluar malem” ki lur”.

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Reseserse Kriminal Polsek Pleret, Aiptu Supriyono mengatakan bahwa dari kejadian tersebut hingga pada Senin, 16 November 2020 ini pihak Polsek Pleret belum menerima laporan baik dari korban maupun yang lainnya. “Belum ada laporan yang kami terima hingga saat ini,” katanya, Senin, 16 November 2020.

Baca Juga:

Setelah mendengar informasi mengenai adanya pengeroyokan massa yang dilakukan kepada remaja lelaki tersebut pihak penjagaan segera mendatangi lokasi kejadian tersebut. Setelah sampai di lokasi, pria dengan muka lebam tersebut segara dibawa ke Polsek Pleret sambil menunggu pihak keluarga menjemput.

“Saat kami amankan di sini sambil menunggu keluarga datang untuk dibawa ke rumah sakit kami juga tidak bisa melakukankan tanya jawab karena kondisinya sangat membutuhkan pertolongan,” jelas Aiptu Supriyono.

Setelah pihak keluarga datang remaja tersebut segera dibawa ke rumah sakit Permata Husada untuk mendapat pertolongan namun akan dipindahkan ke rumah sakit Nur Hidayah. “Kabar terakhir yang kami dengar pihak keluarga akan memindahkannya ke Rumah Sakit Nur Hidayah karena di rumah sakit sebelumnya tidak melayani untuk BPJS,” kata Aiptu Supriyono. []

Berita terkait
Pengakuan Korban Klitih Balas Bacok Pelajar di Yogyakarta
Buruh lepas Pemkab Bantul, MIH, 19 tahun, mengaku menjadi korban klitih. Dia balas dendam dan membacok pelajar di Kota Yogyakarta.
Teror Air Keras, Gaya Baru Kejahatan Klitih di Yogyakarta
Beberapa hari terakhir terjadi teror air keras di Sleman. Ada yang menyebut ini merupakan gaya baru kejahatan klitih di Yogyakarta.
Tiga ABG Klitih Buang Celurit di Sekitar Masjid Agung Bantul
Petugas dan warga menangkap tiga terduga klitih di Bantul. Sebelum tertangkap, mereka membuang celurit di jalan. Kasus ditangani Polres Bantul.
0
Kata Polisi soal Terduga Klitih Babak Belur di Bantul
Seorang remaja terduga klitih babak belur setelah diamuk massa di Bantul, Yogyakarta. Kini pria tersebut menjalani perawatan di rumah sakit.