UNTUK INDONESIA
Lima Legenda Cemara Menjadi Pohon Natal
Pohon cemara sangat indentik dengan Natal, setiap pusat keramaian dan rumah umat Kristiani semakin hangat dengan kehadiran pohon Natal.
Lima Legenda Cemara Menjadi Pohon Natal. (Foto: Instagram/nilatanzil)

Jakarta - Pohon cemara menjadi ikon saat perayaan Hari Raya Natal. Di balik itu, tersimpan beberapa cerita alasan mengapa digunakan sebagai pohon Natal di seluruh dunia.

Pohon Natal umumnya berdiri di sejumlah lokasi, khususnya pusat perbelanjaan. Bahlan, umat kristiani juga tidak sedikit yang memasangnya di rumah.

Pohon cemara melambangkan 'hidup kekal' karena selalu berdiri tegak dan berwarna hijau saat musim salju tiba. Pohon Natal biasanya dihias dengan berbagai macam pernak-pernik yang meriah.

Menurut legenda, asal usulnya dimulai beratus-ratus tahun yang lalu, bermula pada tradisi masyarakat Eropa, mulai dari Jerman hingga sampai tanah Inggris.

1. Legenda St Bonifasius

Menurut BBC, legenda mengatakan suatu hari ada seorang rohaniawan asal Inggris yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis, orang itu bernama Santo Bonafasius.

Diceritakan saat tengah malam dalam perjalanan, St Bonafasius melihat sekelompok orang yang hendak mempersembahkan seorang anak di sebuah pohon oak.

Merasa kasihan dengan anak itu, St Bonafasius langsung berusaha menebang pohon oak tersebut dengan pukulan tangannya. Saat semua pohon berhasil ditebang, muncul sebatang pohon cemara yang mungil.

Sejak saat itu konon St Bonifasius berhasil membuat orang-orang penyembah pohon oak masuk ke agama Kristen.

2. Kisah Martin Luther

Kisah ini menceritakan tentang seorang tokoh reformasi gereja bernama Martin Luther yang tengah berjalan-jalan pada malam hari di hutan Jerman.

Terkesan dengan keindahan cahaya bintang yang tepat berada di atas pohon cemara, lalu mendatanginya. Setelah berada di depan pohon tersebut, Martin Luther menebang pohon cemara tersebut dan membawanya pulang.

Karena terkesan dengan suasana gemerlap dan cahaya bintang di hutan tadi, pohon cemara yang ditebang tadi dipasangi lilin-lilin di setiap dahan pohon tersebut. Sejak saat itu pohon cemara terkenal dijadikan pohon natal.

3. Tradisi Musim Dingin Masyarakat Eropa

Masyarakat yang tinggal di Eropa Utara dulu senang apabila memajang sesuatu yang berbentuk piramid di depan rumahnya.

Dipercaya, benda-benda berbentuk piramid ini dapat mengusir roh jahat yang hendak datang ke rumah. Maka dari itu, masyarakat Eropa Utara memulai menyusun buah-buahan dalam bentuk piramid.

Hingga menanam pohon cemara yang memiliki bentuk yang sama di depan rumahnya. Selain itu, benda-benda piramid tersebut dipajang pada musim dingin yang berfungsi mengingatkan bahwa musim semi akan segera tiba.

4. Tradisi Bangsa Romawi Kuno

Diceritakan penggunaan pohon cemara untuk perayaan khususnya Natal sudah dimulai sejak bangsa Romawi kuno dulu. Biasanya dilakukan pada tanggal 17 Desember setiap tahunnya, bangsa Romawi kuno menghias beberapa kuil ibadahnya untuk merayakan Saturnalia.

Perayaan untuk menghormati Dewa Saturn, dewa pertanian bangsa Roma.

5. Tradisi Kerajaan Inggris Abad ke-19

Mengutip Telegraph, para sejarawan mengatakan pada tahun 1846 keluarga kerajaan Inggris yang memperkenalkan pertama kali tradisi penggunaan pohon cemara di perayaan Natal.

Muncul gambar ilustrasi Pangeran Albert bersama dengan Ratu Victoria sedang berpose di sekitar pohon natal bersama anak-anak mereka pada tahun itu.

Pohon cemara dihiasi dengan pernak-pernik layaknya pohon natal masa kini. Disebut jika pohon cemara itu ditanam oleh Pangeran Albert di Istana Windsor.

Pangeran Albert berasal dari Jerman, ada kemungkinan jika penggunaan pohon cemara untuk natal dari pengaruhnya. Karena sebelumnya sudah mengenal tradisi pohon cemara di musim dingin.

Setelah kemunculan gambar tersebut, setiap rumah yang ada di Inggris mempersiapkan pohon cemara dan dihiasi dengan meriah. Dari sini awal perayaan Natal marak hingga kini dan terbawa ke seluruh dunia. []

Berita terkait
Kuliner Natal Khas Ambon Wajib Dicicipi
Perayaan Natal di Ambon momen yang ditunggu-tunggu karena di antaranya ada kuliner istimewa wajib ada wajib dicicipi. Lihat lengkapnya di sini.
Lagu Natal Tersukses, Hasil Kolaborasi Bintang Dunia
Do They Know Its Christmas? yang ditulis musisi asal Irlandia Bob Geldof meraih kesuksesan besar dengan dibantu banyak musisi.
Tujuh Kuliner Natal Khas Papua yang Wajib Dicoba
Berikut Tagar rangkumkan beberapa kuliner khas Papua yang kerap disajikan setiap perayaan Hari Raya Natal tiba.
0
Kata Dewan soal Ramai Warga Tamiang Tak Punya Akta Kelahiran
Disdukcapil Aceh Tamiang mencatat 147.324 warga Aceh Tamiang belum memiliki akta kelahiran.