Libur Panjang, Ini Lokasi Zona Merah dan Oranye di Aceh

Kondisi pandemi Covid-19 di Pidie Jaya sempat terkoreksi dari zona merah menjadi zona kuning, tapi kini kembali menjadi zona merah.
ilustrasi corona (Foto: pixabay)

Banda Aceh - Memasuki hari libur dan cuti bersama 28 Oktober-30 Oktober 2020 Aceh menjadi zona oranye Covid-19 dengan risiko sedang penularan dan peningkatan kasus Covid-19. Bahkan Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Kabupaten Aceh Utara, merupakan zona merah.

“Peta Zonasi Risiko ini dibuat Satgas Covid-19 Nasional berdasarkan data surveilans dan data pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan, serta data rumah sakit online per 25 Oktober 2020,” kata juru bicara Satgas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Rabu, 28 Oktober 2020.

Saifullah menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 di Pidie Jaya sempat terkoreksi dari zona merah menjadi zona kuning, tapi kini kembali menjadi zona merah. Sedangkan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Utara masih tetap zona merah, seperti minggu sebelumnya.

Sementara itu, Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Bener Meriah, kondisinya menjadi lebih baik, minggu lalu zona merah kini menjadi zona oranye.

Aceh secara umum merupakan daerah yang memiliki risiko sedang penularan dan peningkatan virus corona.

Saifullah merinci peta zona risiko selengkapnya. Zona merah meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Aceh Utara. Sedangkan 20 kabupaten dan kota lainnya di Aceh merupakan zona oranye.

“Berdasarkan Peta Zonasi Warna tersebut, Aceh secara umum merupakan daerah yang memiliki risiko sedang penularan dan peningkatan virus corona. Semua pihak hendaknya bisa lebih cermat dalam kebijakan dan bersikap, sehingga dapat membalikkan situasi menjadi lebih baik, pada minggu depan,” katanya. 

Sementara itu Saifullah melaporkan kasus Covid-19 Aceh secara akumulatif, terhitung sejak 27 Maret 2020. Jumlah akumulatif kasus Covid-19 di Aceh sudah mencapai 7.265 orang. Penderita yang dirawat saat ini 1.543 orang, sembuh 5.460 orang, dan 262 orang meninggal dunia.

Penderita Covid-19 yang dilaporkan sembuh, dalam 24 jam terakhir mencapai 160 orang yang meliputi warga Kabupaten Bireuen sebanyak 151 orang, Banda Aceh 5 orang, Sabang 3 orang dan Aceh Barat Daya sebanyak 1 orang.

Kemudian frekuensi kasus konfirmasi baru sebanyak 13 orang yang meliputi warga Banda Aceh 6 orang dan Aceh Besar 2 orang. Sedangkan Pidie, Bireuen, Pidie jaya, dan Kota Langsa, sama-sama 1 orang. Sisanya, 1 orang lagi warga luar daerah.

“Korban Covid-19 yang meninggal dunia bertambah 4 orang, yakni warga Bireuen 2 orang, warga Pidie jaya dan Sabang masing-masing 1 orang ,” terangnya.

Lebih lanjut, Jubir Covid-19 Aceh itu, kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi sebanyak 589 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 46 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 515 sudah selesai isolasi, dan 28 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah kasus suspect di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 3.631 orang. "Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.391 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 236 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 4 orang isolasi di rumah sakit," tuturnya. []

Berita terkait
RSUD Zainoel Abidin Aceh Simulasi CT Scan Pasien Covid-19
Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Aceh melakukan simulasi Computed tomography Scan untuk pasien Covid-19.
Cerita Asap dan Omzet Tebal Pembuat Arang Tempurung di Aceh
Seorang pembuat arang dari tempurung kelapa di Aceh Tamiang memiliki omzet belasan hingga puluhan juta rupiah setiap 15 hari.
Kicau Burung dan Kacau Pikiran Pecintanya di Aceh Barat
Seorang penangkar sekaligus pehobi lomba kicau burung di Aceh Barat berharap agar pemerintah setempat mempermudah izin pelaksanaan lomba.
0
Menko Luhut: Pembangunan Infrastruktur Harus Mampu Tingkatkan Ekonomi
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Maluku Utara.