UNTUK INDONESIA
Lawan Corona, Sumbar Pesan 15 Ribu APD Tenaga Medis
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Barat telah memesan 15 ribu APB tenaga medis di seluruh rumah sakit di Sumbar.
Pembagian APD untuk kebutuhan rumah sakit di Sumatera Barat dipusatkan di kantor BPBD Sumbar. (Foto: Tagar/Rina Akmal)

Padang - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Pasalnya, stok untuk kebutuhan rumah sakit di Sumbar hingga kini belum memadai.

Pembagian APD kami pusatkan di kantor BPBD. Rumah sakit yang membutuhkan bisa langsung koordinasi dengan kami.

"Untuk mencukupi semua kebutuhan rumah sakit di Sumbar, kami sudah pesan 15 ribu APD ke pusat," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Erman Rahman, Kamis, 2 April 2020.

Menurut Kepala BPBD Sumbar itu, APD yang dipesan akan datang secara bertahap. Setiap yang datang akan langsung disalurkan ke rumah sakit yang membutuhkan dan kekurangan APD.

"Tiap hari ada permintaan, begitu datang langsung kami bagikan. Kemarin dari RSUD Padang Pariaman minta langsung kami berikan," katanya.

Jika dihitung-hitung, kata Erman, jumlah 15 ribu APD tersebut masih belum mencukupi. Sebab, jumlah permintaan APD masih jauh di atas itu.

"Pembagian APD kami pusatkan di kantor BPBD. Rumah sakit yang membutuhkan bisa langsung koordinasi dengan kami," katanya. []


Berita terkait
Terus Bertambah, Positif Covid-19 di Sumbar 13 Orang
Jumlah pasien positif corona di Sumatera Barat meningkat jadi 13 orang.
Sumbar Perlu Simulasikan Penanganan Virus Corona
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memandang simulasi penanganan corona perlu dilakukan untuk mengukur kesiapan daerah.
Didesak Tutup, Bandara di Sumbar Tetap Beroperasi
Bandara Internasional Minangkabau tetap beroperasi melayani penerbangan. Namun, jumlah penumpang mengalami penurunan drastis.
0
YLBHI Minta Polri Sebaiknya Tiadakan SKCK
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebaiknya meniadakan SKCK.