UNTUK INDONESIA
Lanjutan Kasus Anak Plesetkan Doa Buka Puasa di Makassar
Pihak kepolisian akan melibatkan P2TP2A dalam penanganan kasus plesetan doa buka puasa yang dilakukan beberapa remaja putri di Makassar.
Pelaku plesetan doa buka puasa di Makassar. (Foto: Tagar/Dok. Pribadi)

Makassar - Pihak kepolisian akan melibatkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar dalam penanganan kasus plesetan doa buka puasa dengan tersangka anak dibawah umur.

Dalam kasus dugaan penistaan agama ini melibatkan tiga remaja putri yakni, IM, 16 tahun, NM, 14 tahun dan SV, 15 tahun yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Iya kami sudah melakukan koordinasi dengan P2TP2A Makassar untuk memberikan pendampingan terhadap para tersangka.

Karena para tersangka merupakan anak di bawah umur sehingga penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Makassar pun akan melibatkan P2TP2A Makassar untuk memberikan pendampingan.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Heru mengatakan, dalam kasus ini pihaknya akan berkoordinasi dengan P2TP2A Makassar.

"Iya kami sudah melakukan koordinasi dengan P2TP2A Makassar untuk memberikan pendampingan terhadap para tersangka," kata Kompol Agus Heru kepada Tagar, Kamis 21 Mei 2020.

Terpisah, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC), Makmur membenarkan pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap para tersangka dugaan penistaan agama yang masih dibawah umur tersebut.

"Kami siap memberikan pendampingan untuk para tersangka. Supaya ada proses pembelajaran dan pembinaan di Rumah Aman," kata Makmur.

Dengan beradanya di Rumah Aman para tersangka ini, maka kata Makmur pihaknya akan memberikan program pembinaan terhadap para tersangka.

"Kami nanti kasih program pembinaan dan pembelajaran selama berada di Rumah Aman. Sementara ini kami assessment dulu keluarganya," ujarnya.

Sebelumnya, seorang anak perempuan berusia 16 tahun harus berurusan dengan pihak kepolisian, setelah video memplesetkan doa buka puasa yang dia rekam viral di media sosial.

Video yang memperolok doa buka puasa kemudian tersebar hingga viral di Medsos dilaporkan sejumlah masyarakat, sehingga polisi mengamankan perempuan berinisial IM.

Dalam video yang viral di Medsos, IM mengucapkan doa buka puasa kemudian memplesetkan doa tersebut "Allahuma gandrang, wabika nyamanna gandrang, waala rizki ka open BO tujuh ratus mo," ucap IM dalam videonya.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan adanya tindakan penistaan agama tersebut, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap IM. []

Berita terkait:

Berita terkait
Pemkot Makassar Bolehkan Salat Idulfitri di Masjid
Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf memberikan sinyal untuk pelaksanaan salat Idulfitri 1441 Hijriah di masjid
Polrestabes Makassar Blender 1,7 Kg Sabu
Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar musnahkan sebanyak 1,7 Kg sabu, Senin 18 Mei 2020.
Ramadan, Dua Warung di Makassar Kedapatan Jual Miras
Puluhan botol Minuman Keras (Miras) ilegal berbagai merek berhasil disita pihak kepolisian di Makassar.
0
Lanjutan Kasus Anak Plesetkan Doa Buka Puasa di Makassar
Pihak kepolisian akan melibatkan P2TP2A dalam penanganan kasus plesetan doa buka puasa yang dilakukan beberapa remaja putri di Makassar.