Lagi, Aceh Jadi Provinsi Termiskin di Sumatera

BPS Aceh mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh pada September 2020 bertambah sebanyak 19 ribu orang atau 833,91 ribu.
Seorang warga berdiri di depan rumah gubuknya, rumah yang tidak layak huni di Kota Lhokseumawe, Aceh. Secara geografis, letak rumah tersebut sangat dekat dengan ladang gas, jarak tempuh hanya memakan waktu 20 menit. (Foto: Tagar/M Agam Khalilullah)

Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh pada September 2020 bertambah sebanyak 19 ribu orang atau 833,91 ribu dibanding Maret 2020 yang sebesar 814, 91 ribu orang.

"Penduduk miskin di Aceh pada September 2020 sebesar 15,43 persen, naik 0,44 poin dibanding Maret 2020 yang sebesar 14,99 persen," kata Kepala BPS Aceh Ihsanurrijal di Banda Aceh, Senin, 15 Februari 2021.

Menurut Ihsanurrijal selama periode Maret-September 2020, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan dan perkotaan mengalami kenaikan di Aceh.

Ia menjelaskan di perkotaan persentase penduduk miskin naik dari 9,84 persen menjadi 10,31 persen. Sedangkan di daerah pedesaan juga naik dari 17,46 persen menjadi 17,96 persen.

"Komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, seperti beras, rokok, dan ikan tongkol, tuna atau cakalang," katanya.

Sedangkan untuk komoditas bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin dan listrik.

Penduduk miskin di Aceh pada September 2020 sebesar 15,43 persen, naik 0,44 poin dibanding Maret 2020 yang sebesar 14,99 persen.

Selama Maret 2020–September 2020, Garis Kemiskinan naik sebesar 0,40 persen, yaitu dari Rp 522.126 - per kapita per bulan pada Maret 2020 menjadi Rp 524.208 - per kapita per bulan pada September 2020.

"Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan, Pada September 2020 komoditi makanan menyumbang sebesar 75,98 persen pada garis kemiskinan," katanya.

Ihsanurrijal menjelaskan penyebab diduga terkait dengan tingkat kemiskinan di Aceh pada periode Maret 2020–September 2020 meningkat ialah ekonomi Aceh pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,10 persen dibanding triwulan III-2019 (y-on-y).

Kemudian tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2020 (6,59 persen) lebih tinggi dibanding Februari 2020 (5,42 persen).

Baca juga: 

Faktor lainnya ialah sebanyak 388 ribu penduduk usia kerja (10,01 persen) terdampak Covid-19 pada Agustus 2020, baik itu menjadi pengangguran, sementara tidak bekerja, pengurangan jam kerja maupun menjadi bukan angkatan kerja (selain bekerja dan pengangguran).

"Bantuan sosial pusat dan daerah relatif berjalan dengan baik, sehingga kemiskinan tidak semakin parah," katanya.

Baca juga:

Maka jika dilihat dari penduduk miskin menurut provinsi, Aceh kembali menduduki peringkat satu provinsi termiskin di Sumatera. Angka kemiskinan di Aceh 15,43 persen, kemudian diikuti Bengkulu 15,30 persen dan Sumatera Selatan 12,98 persen.

Sementara pada Maret 2020, Aceh berhasil turun ke peringkat dua di Sumatera dengan angka kemiskinan 14,99 persen. Sedangkan yang peringkat satu merupakan Bengkulu yakni 15,03 persen. []


Berita terkait
Pick Up Bermuatan Durian Terjun Bebas ke Jurang di Aceh
Sebuah mobil Pick up L-300 bermuatan durian jatuh ke dalam jurang di jalan Bireuen-Takengon di Bener Meriah, Aceh.
Tak Pakai Helm, Dua Pemuda Aceh Utara Terciduk Bawa Ganja
Razia kendaraan, polisi mendapati seorang pria membawa barang haram narkotika jenis ganja.
Pemprov Aceh dan Banda Aceh Selesaikan Aset Tumpang Tindih
Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh melakukan penyelesaian terhadap delapan aset yang selama ini tumpang tindih.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan