UNTUK INDONESIA
Kue Clorot Khas Purworejo, Cara Makannya Asyik
Yogyakarta lengkap kuliner tradisional hingga kekinian. Termasuk jajanan pasar dari Purworejo, Jawa Tengah. Namaya Kue clorot, cara makannya unik.
Jajanan tradisional kue clorot yang masih bertahan di Yogyakarta (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Yogyakarta - Salah satu daya tarik destinasi wisata di Yogyakarta adalah kuliner. Di sini kamu bisa menemukan ragam makanan mulai tradisional sampai makanan kekinian yang menggugah selera untuk bisa mencicipinya.

Kuliner satu ini merupakan jajanan pasar yang memiliki ciri yang unik. Bentuknya yang bulat panjang berwarna cokelat membentuk kerucut mirip mainan terompet. Teksturnya yang lembek namun kenyal membuat siapa saja penasaran apalagi wisatawan yang baru pertama melihatnya.

Adapun proses pembuatanya kue clorot melewati proses pemasakan dengan cara dikukus. Maka dari itu tercipta suatu makanan yang manis dan enak. Untuk wadah adonannya, kue clorot menggunakan daun kelapa tanpa tulang daun.

Selain bentuknya yang unik, makanan sejenis jenang ini juga memiliki cara khusus yang tak kalah unik sebelum dimakan. "Cara makannya dengan didorong ujungnya, jadi enggak usah dibuka bungkusnya," kata Wulan penjual jajanan Boy Clorot sambil mempraktekkan cara makan kepada Tagar belum lama ini.

Bagi yang belum tau jajanan satu ini, kenalkan: namanya kue tradisional clorot. Dari informasi yang didapat, kue clorot adalah jajanan asli Purworejo, Jawa Tengah namun kamu juga bisa menemukannya di Kota Gudeg ini.

Cara makannya dengan didorong ujungnya, jadi enggak usah dibuka bungkusnya.

Jajanan pasar clorot memang nampak jarang sekali muncul saat-saat ini. Keberadaanya mulai terlihat kembali dalam acara festival kuliner misalnya event tahunan seperti Pasar Kangen yang biasa digelar di halaman Taman Budaya Yogyakarta ( TBY).

Selain itu, kamu juga bisa menjumpainya di pasar-pasar, Bringharjo misalnya. Tepat berada di blok 2 area pedagang batik, biasanya Wulan, penjual jajanan pasar ini bisa kita temui.

kue clorot purworejo2Jajanan tradisional kue clorot yang masih bertahan di Yogyakarta (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Wulan mengaku, sudah berjualan kue clorot sejak awal tahun 2019. Keberadaan kue clorot saat ini hampir jarang ditemukan pada sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta. Hal itu bisa disebabkan tergusur oleh kue-kue minimalis yang cara membuat maupun memakannya lebih simpel dan tidak merepotkan.

Wulan merasa khawatir terhadap jajanan tradisional yang sudah jarang terlihat di kota berslogan Jogja Istimewa ini. Oleh karenanya Wulan sendiri ingin meneruskan berjualan jajanan kue tradisional clorot.

Kue clorot yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula aren ini salah satu jenis kue basah tradisional yang terkenal di Indonesia. kue ini termasuk kue yang enak dan manis dengan cita rasa legit.

Sebelum mejeng di dalam Pasar Bringharjo Wulan bisanya berkeliling di area Malioboro sejak pagi. Dalam sehari, Wulan dapat menjual jajanan tersebut sebanyak 200 kue clorot. "Harga satuanya Rp 2 ribu tapi harus satu ikat. Satu ikatnya ada yang isi lima sama sepuluh," katanya.

Untuk dapat mencicipi jajanan satu ini, jangan khawatir Boy Clorot berjualan setiap hari di Pasar Bringharjo Yogyakarta sejak pukul 09:00 sampai 16:00 WIB. []

Baca Juga:

Berita terkait
Dumpi Eja, Kue Sakral Suku Kajang Bulukumba
Adonan yang sedang diolah beberapa perempuan itu kue tradisional Dumpi Eja dari Suku Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sakral sarat makna.
Rekomendasi Kuliner Soto Semarangan Saat Musim Hujan
Soto Semarangan, kuliner yang cocok direkomendasikan saat musim hujan saat kondisi kurang fit, kandungan rempahnya akan menghangatkan badan.
Sensasi Wedang Bajigur Langganan SBY di Yogyakarta
Saat hujan malam, enaknya mencari minuman penghangat. Misalnya wedang bajigur. SBY saat menjadi Presiden sering minum wedang bajigur di Yogyakarta.
0
Ricuh Eksekusi Lahan di Maluku Tengah
Eksekusi lahan di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis 5 Maret 2020, berakhir ricuh. Dua polisi luka terkena lemparan batu