UNTUK INDONESIA

KSP Sebut 30% Peserta Prakerja Berubah Jadi Pekerja - Wirausaha

Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap program Kartu Prakerja yang menyedot minat luar biasa dari masyarakat.
Pemerintah kembali memberikan bantuan sosial (bansos) untuk pekerja yang terkena imbas pandemi Covid-19 melalui program Kartu Prakerja. (Foto: Tagar/prakerja.go.id/Kartu Prakerja).

Jakarta - Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap program Kartu Prakerja yang menyedot minat luar biasa dari masyarakat. Terhitung dalam tempo tujuh bulan, sudah sebanyak 43, 3 juta orang yang mendaftar.

Jumlah ini cukup mengejutkan pihak KSP, mengingat penduduk Indonesia yang berada di rentang usia kerja saat ini jumlahnya mencapai 183 juta.

Catatannya, dari peserta Kartu Prakerja yang pada saat mendaftar berstatus belum bekerja, 30 persen di antaranya berubah status menjadi pekerja (termasuk wirausaha)

"Dari jumlah itu, terjaring 5,6 juta penerima manfaat setelah melalui proses verifikasi dan randomisasi yang dilakukan dalam 11 angkatan," kata Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

Edy mengatakan, Kartu Prakerja sebagai program baru yang tersebar di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Menurut dia, membludaknya pendaftar menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat pada program pemerintah ini.

Ia menuturkan, peningkatan jumlah pendaftar ini makin tinggi sejalan dengan perbaikan tata kelola Kartu Prakerja. Menurutnya, program ini sempat tersendat pada awal pelaksanaan, namun pengelola melakukan perbaikan setelah mendapat masukkan dari berbagai pihak.

"Kartu Prakerja merupakan program end to end yang dijalankan secara digital dan dari sisi proses sangat efisien," ucap dia.

Edy pun merinci, ada tiga nilai lebih lainnya dari program Kartu Prakerja. Pertama yaitu Kartu Prakerja terbukti mendorong kebekerjaan.

"Catatannya, dari peserta Kartu Prakerja yang pada saat mendaftar berstatus belum bekerja, 30 persen di antaranya berubah status menjadi pekerja (termasuk wirausaha). Data ini didapatkan melalui tiga kali survei," ujar Edy.

Ia menjelaskan, Kartu Prakerja juga mendorong adanya inklusi keuangan, terutama bagi 27 persen atau 672.000 orang yang tidak punya rekening bank atau e-wallet.

Ia menuturkan, hal ini terkait dengan pembayaran insentif yang dilakukan melalui transfer bank atau e-wallet. Ketiga adalah Kartu Prakerja mampu mendorong kewirausahaan.

Ia mengatakan, jumlah ini terus meningkat menjadi 18 persen pada survei kedua dan 25 persen pada survei ketiga.

"Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pertumbuhan peserta yang berwirausaha tidak semata-mata karena dampak COVID-19," ucap Edy.[]

Berita terkait
Pratikno Jelaskan Perbedaan Jumlah Halaman UU Cipta Kerja
Menteri Sekretaris Negara Pratikno memastikan substansi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang disiapkan pihaknya sama dengan UU yang disamapikan DPR.
Rizieq Berulah Kapolda Dicopot, PA 212 Singgung Kampanye Mantu Jokowi
Wasekjen Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin menanggapi pencopotan Kapolda karena Habib Rizieq Shihab, singgung kampanye mantu Jokowi.
Relawan Jokowi Centre Kritik Gubernur DKI Anies Baswedan
Relawan Jokowi Centre menilai Gubernur Anies Baswedan setengah hati menangani Covid-19.
0
KSP Sebut 30% Peserta Prakerja Berubah Jadi Pekerja - Wirausaha
Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap program Kartu Prakerja yang menyedot minat luar biasa dari masyarakat.