UNTUK INDONESIA
Kronologi WNA India Positif Covid-19 di Yogyakarta
Ada 15 WNA asal India di Yogyakarta yang sebagian positif terpapar Covid-19. Berikut penjelasan Gugus Tugas Covid-19 DIY.
Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana. (Foto: BPBD DIY)

Yogyakarta - Tersiar kabar di media sosial yang menyebut sejumlah warga negara asing (WNA) asal India yang berkunjung ke Yogyakarta, dicurigai terpapar Covid-19. Setelah dikonfirmasi ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membenarkan informasi tersebut.

Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana menjelaskan kronologi terkait WNA asal India tersebut. Biwara mengatakan, kedatangan 15 WNA asal India ke Yogyakarta terjadi pada sebulan lalu. Mereka tinggal di sebuah masjid di Karangwuni Jalan Kaliurang, Sleman Yogyakarta.

Biwara mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19, maka mereka diperiksakan di Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. "Hasilnya enam negatif dan sembilan reaktif. Yang enam dikembalikan ke masjid semula mereka tinggal," ungkapnya kepada Tagar, Minggu 26 April 2020 malam.

Sedangkan sembilan WNA yang reaktif dikirim ke Rumah Sakit Pusat TNI AU Dr. Suhardi Hardjolukito (RSPAU Dr. S. Hardjolukito) Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan hasilnya empat WNA dinyatakan positif. "Maka yang empat WNA tetap diisolasi di RSPAU Harjolukito dan yang lima diminta untuk dipindahkan," ungkapnya.

Pria yang menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY ini mengatakan, mereka saat ini posisinya masih di RSPAU Harjolukito. "Kita sedang mencarikan tempat penampungan," kata Biwara.

Maka yang empat WNA tetap diisolasi di RSPAU Harjolukito dan yang lima diminta untuk dipindahkan.

Menurut dia, saat Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Badan Kerja Sama dan Penanaman Modal (BKPM) terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri perihal WNA India di Yogyakarta ini. "Koordinasi telepon sudah dilakukan Kepala BKPM dengan Kemenlu, dan Sekretariat sedang menyiapkan surat Gubernur untuk melaporkan hal itu ke Kemenlu dan Kedubes India," ujar Biwara.

Sementara itu, data per Minggu, 26 April 2020 pukul 16.00 WIB, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Yogyakarta tercatat 778 orang dan orang dalam pengawasan (ODP) ada 4.193 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan negatif Corona ada 539 orang. Data ini berdasarkan laporan dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit rujukan di DIY.

Secara rinci data tersebut menyebutan, pasien positif Covid-19 ada 82 orang, dengan rincian 39 orang dirawat, 36 orang sembuh dan tujuh orang meninggal dunia. Jumlah pasien yang menjalani proses uji laboratorium tercatat 157 orang, rinciannya 96 orang menjalani rawat inap, 53 orang rawat jalan dan delapan orang meninggal dunia. []

Baca Juga:

Berita terkait
Jumlah Buruh Menjadi ODP di Yogyakarta
Disnaker DIY mencatat ada 28 ribu pekerja kehilangan pekerjaan karena PHK dan dirumahkan. Namun, SBSI Yogyakarta mencatat jumlahnya lebih tinggi.
Sultan: Yogyakarta Pernah Diuji Bencana dan Bangkit
Sri Sultan HB menyebut Yogyakarta pernah diuji bencana dan bisa bangkit. Gotong royong dan solidaritas menjadi kuncinya.
4 Masjid Besar di Yogyakarta Tiadakan Salat Tarawih
Empat masjid besar di Kota Yogyakarta meniadakan salat Tarawih selama Ramadan. Kebijakan ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.
0
Menko Luhut Targetkan 600 Hektare Mangrove dalam 4 Tahun
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Pandjaitan menargetkan penanaman mangrove seluas 600 hektare dalam 4 tahun kedepan.