UNTUK INDONESIA
Kronologi Lansia Bantaeng di Hipnotis, Kehilangan Ratusan Juta
Ini kronologi Lansia di Kabupaten Bantaeng dihipnotis seorang pria. Akibatnya Lansia tersebut kehilangan uang dan puluhan gram emas yang dipakainya
Hj Jaenap korban hipnotis di Bantaeng saat ditemui Tagar di rumahnya selasa, 20 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Reski Nuralam)

Bantaeng - Seorang pedagang perabot rumah tangga di Kabupaten Bantaeng bernama Hj Jaenap, 75 tahun, menjadi korban hipnotis oleh seorang pria tak dikenal. Akibatnya, wanita Lansia yang beralamat di Jalan Nenas itu harus kehilangan emas dan uang yang nilainya ratusan juta rupiah.

Jaenap menceritakan, kronologi hipnotis terhadap dirinya terjadi pada 15 Oktober 2020 sekitar pukul 09.00 Pagi Wita. Saat itu korban sedang duduk di samping pagar, sesaat kemudian datang seorang pria, berusia sekitar 30 tahun, memakai baju abu-abu dan mengendarai roda dua yang tidak dikenal menghampirinya.

Sambil menanyakan harga mobil, pelaku melepas semua emas yang saya pakai saat itu, dengan alasan dia ingin memperlihatkan kepada istrinya.

Dia menambahkan, pelaku datang dengan dalih ingin membeli perabot rumah tangga dan membeli mobil, saat itu pelaku menunjukan uang sekitar Rp 70 juta kepada korban.

Baca juga:

"Hari itu datang seorang laki-laki bertanya berapa harga lemari yang saya jual, saya jawab Rp 650.000, tanpa ada penawaran pelaku mengatakan bahwa ia ingin membeli semua perobot yang saya jual, sambil menunjukkan uang yang ia bawa," kata Jaenab kepada Tagar, Selasa 20 Oktober 2020.

Tidak lama kemudian pelaku menghampiri mobil Jaenab dan menyakan apakah mobilnya juga akan dijual, dan menanyakan apakah korban sendiri dirumah atau ada orang lain saat itu.

Sambil menanyakan tentang harga mobil, tanpa korban sadari ternyata pelaku juga mengambil emas berupa kalung, gelang, cincin di tubuh korban sendiri.

Emas yang diambil oleh pelaku berupa kalung 60 gram, 2 gelang 10 gram, 4 cincin masing-masing 10 gram jadi total emas yaitu 120 gram di tambah dengan uang sebesar Rp 4 juta lebih.

"Pelaku bertanya Berapa harga mobil yang akan saya jual, saat itu saya jawab harganya Rp 110 juta, tanpa ada penawaran ia mengiyakan membeli mobil saya tapi ada syarat, syaratanya yaitu saya harus mengatakan pada mertuanya tentang harga mobilnya, yakni Rp 150 juta, dan sisa uangnya Rp 40 juta akan di bagi dua kepada saya," ceritanya dengan raut wajah sedih.

Sambil berbincang- bincang tentang harga mobil, tanpa korban sadari pelaku melakukan aksinya dengan melepas emas yang di pakai Jaenab.

"Sambil menanyakan harga mobil, pelaku melepas semua emas yang saya pakai saat itu, dengan alasan dia ingin memperlihatkan kepada istrinya. Kata dia istrinya ingin model yang seperti yang saya pakai. Saat itu cincin saya tidak bisa keluar karena sudah kekecilan di jari saya, saya menyarankan untuk mengambil sabun untuk di oleskan di jari saya agar cincinnya mudah keluar, tapi pada saat itu pelaku bilang tidak usah, sini saya bantu untuk melepas cincinya, mohon maaf kalau sakit ya," cerita Jaenap.

Menurut keterangan tetangga korban, selama tinggal di rumahnya kurang lebih 50 tahun, korban tidak pernah mengalami hal yang seperti ini.

"Hj Jaenap tidak pernah mau untuk di sentuh bagian leher, jangankan orang lain, cucunya sekalipun kadang dia tegur," kata Fina, 44 tahun tetangga Jaenab kepada Tagar.

Hingga kini, pelaku hipnotis yang telah menguras harta Jaenab masih diselidiki Polres Bantaeng. Pelakunya juga masih dalam pengejaran. []

Berita terkait
Lima Kali Berturut-turut Bupati Bantaeng Terima Penghargaan WTP
Lima kali berturut-turut Bupati Bantaeng terima piagam penghargaan WTP.
Kasus Gugat Cerai Selama Pandemi C-19 di Bantaeng Menurun
Angka kasus perceraian selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Bantaeng menurun. Ini penjelasannya.
Pelajar SMP di Bantaeng Diduga Lecehkan Lima Bocah
Seorang anak berusia 14 tahun inisial Z di Kabupaten Bulukumba ditangkap polisi. Ini kasusnya
0
Pandemi, Kredit Bank Jatim ke UMKM Naik 12,24 Persen
Bank Jatim mencatat pertumbuhan penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar 12,24 persen menjadi Rp 6,46 triliun.