Kripto Terkini: Shiba Inu Tergusur Bitcoin dan Ethereum

Dengan pendinginan semangat spekulatif, perhatian pasar bisa beralih kembali ke Bitcoin dan kripto utama lainnya.
Shiba Inu Coin. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Harga set kripto Shiba Inu tampaknya mulai 'mendingin' pada volume perdagangan Coinbase periode 13-19 November 2021.

Shiba Inu menyumbang 6,72% dari total volume perdagangan pada bursa kripto yang terdaftar di Nasdaq itu, tergelincir ke posisi ketiga di belakang Bitcoin dan Ethereum, data Coinbase Institutional memperlihatkan.

Kripto yang memproklamirkan diri sebagai pembunuh dogecoin itu menduduki peringkat teratas volume Coinbase dalam dua pekan terakhir, berkontribusi 16,6% terhadap total perdagangan di periode 6-12 November dan 25% selama 30 Oktober-5 November.

“Dalam hal perincian volume, BTC (Bitcoin) dan ETC (Ethereum) telah merebut kembali posisi teratas, sementara SHIB (Shiba Inu) di tempat ketiga untuk saat ini karena mania koin meme ritel mendingin,” sebut Coinbase Institutional dalam buletin mingguan, seperti dikutip CoinDesk.

Harga bitcoin masih melayang di bawah US$ 60.000, bisa jatuh ke US$ 53.000, meski begitu, Shiba Inu masih di depan kripto terkemuka lainnya, seperti solana, polkadot, polygon, dan chainlink.

SHIB mengambil tawaran beli yang kuat di paruh kedua bulan lalu, setelah Bitcoin mencatat rekor harga tertinggi baru. Kripto berbasis meme ini mencapai harga puncak baru di US$ 0,00008894 pada 28 Oktober, mengakhiri bulan lalu dengan lonjakan 830%.


Dalam hal perincian volume, BTC (Bitcoin) dan ETC (Ethereum) telah merebut kembali posisi teratas, sementara SHIB (Shiba Inu) di tempat ketiga untuk saat ini.


Pergerakan parabola kripto bertema anjing itu pada awal Mei lalu juga diikuti oleh aksi jual di seluruh pasar, yang membuat harga bitcoin turun dari US$ 58.000 menjadi $30.000 dalam seminggu.

Sejarah tampaknya telah berulang beberapa minggu terakhir. Harga Bitcoin jatuh ke level terendah lima minggu terakhir di US$ 55.666 pada 19 November, setelah gagal beberapa kali untuk membangun pijakan di atas level tertinggi sejak pertengahan Oktober.

Dengan pendinginan semangat spekulatif, perhatian pasar bisa beralih kembali ke Bitcoin dan kripto utama lainnya.[]


(Christina Febrinola)

Baca Juga:

Berita terkait
Daftar Resiko yang Harus Dipahami Investor Kripto
Risiko investasi kripto ini haruslah dipahami, bahkan sebelum kamu tertarik mencoba investasi tersebut.
Perbedaan Cryptocurrency dan Aset Investasi Kripto
Berikut aturan serta perbedaan kripto sebagai mata uang alias cryptocurrency untuk dan sebagai aset kripto yakni komoditas investasi.
3 Tips menghindari Kerugian dalam Trading Kripto
Cryptocurrency atau kripto tidak diawasi oleh OJK, tetapi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.
0
Gelombang Ke-3 Pandemi Covid-19 di Indonesia Diperkirakan Awal 2022
Mobilisasi besar-besaran saat liburan Natal dan Tahun Baru pada akhir Desember 2021 diprediksi akan memicu gelombang ke-3 pandemi Covid-19