UNTUK INDONESIA
KPK Periksa James Riady soal Kasus Meikarta Hari Ini
CEO Lippo Group James Tjahaja Riady dipanggil KPK terkait kasus suap proyek pembangunan Meikarta di Kab Bekasi, Jawa Barat.
CEO Lippo Group James Riady (setelan jas) tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (30/10/2018). (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan CEO Lippo Group James Tjahaja Riady pada hari ini, Kamis 12 Desember 2019. James diperiksa sebagai saksi kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

James dipanggil KPK untuk melengkapi berkasi tersangka eks Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (BTO).

"KPK kembali berencana memeriksa tersangka BTO dalam kasus suap terkait dengan perizinan Meikarta dan juga mengagendakan pemeriksaan James Tjahaja Riady sebagai saksi untuk BTO," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019, seperti dilansir dari Antara.

KPK pun mengharapkan James dapat memenuhi panggilan penyidik KPK. "Perlu diingat, kehadiran sebagai saksi merupakan kewajiban hukum," kata Febri.

Diketahui, James juga pernah diperiksa KPK pada tanggal 30 Oktober 2018 sebagai saksi untuk sembilan tersangka yang telah diproses KPK sebelumnya dalam kasus Meikarta.

Saya sungguh apresiasi sikap KPK itu yang begitu profesional dan ramah itu, saya sangat apresiasi.

Usai diperiksa, James mengaku dicecar 59 pertanyaan oleh penyidik KPK. "Mencakup segala hal dan saya memberikan semua itu dengan penuh kooperatif dan mendukung KPK dengan prosesnya. Saya sungguh apresiasi sikap KPK itu yang begitu profesional dan ramah itu, saya sangat apresiasi," katanya.

Dia juga mengaku pernah bertemu sebanyak satu kali dengan eks Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin yang juga telah diproses terkait dengan kasus Meikarta. Namun, kata dia, pertemuannya dengan Neneng tidak membahas masalah Meikarta.

Sebelumnya, KPK pada hari Senin 29 Juli 2019 telah menetapkan Toto sebagai tersangka bersama mantan Sekda Jabar Iwa Karniwa (IWK) dalam pengembangan perkara kasus Meikarta.

Tersangka Iwa diketahui meminta uang Rp 1 miliar untuk penyelesaian rencana detail tata ruang (RDTR) di Provinsi Jabar. Permintaan tersebut diteruskan pada salah satu karyawan PT Lippo Cikarang dan direspons bahwa uang akan disiapkan.

Beberapa waktu kemudian, pihak Lippo Cikarang menyerahkan uang kepada Neneng Rahmi. Pada bulan Desember 2017 dalam dua tahap, Neneng melalui perantara menyerahkan uang kepada tersangka Iwa dengan total Rp900 juta terkait dengan pengurusan RDTR di Provinsi Jabar.

Perkara kasus Meikarta tersebut berawal dari kegiatan tangkap tangan pada tanggal 14 dan 15 Oktober 2018. KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dari unsur kepala daerah, pejabat di pemkab Bekasi, dan pihak swasta.

Kesembilan orang tersebut sudah divonis, yaitu (1) Neneng Hassanah Yasin divonis 6 tahun penjara, (2) bekas Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin divonis 4,5 tahun penjara, (3) bekas Kepala PMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati divonis 4,5 tahun penjara, (4) bekas Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat Maju Banjarnahor divonis 4,5 tahun penjara.

Selanjutnya, (5) bekas Kepala Bidang Penataan ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili divonis 4,5 tahun penjara, (6) bekas Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro divonis 3,5 tahun penjara, (7) Henry Jasmen P. Sitohan divonis 3 tahun penjara, (8) Fitradjaja Purnama divonis 1,5 tahun penjara, dan (9) Taryudi divonis 1,5 tahun penjara. []

Berita terkait
Saran KPK ke Jokowi-DPR Soal Eks Koruptor ke Pilkada
KPK menilai harusnya Presiden Jokowi dan DPR bersinergi membuat UU soal eks koruptor maju dalam Pilkada.
Peluang Dewas KPK Dipilih Selain Jokowi
Pemilihan nama yang bakal menjabat sebagai Dewas KPK merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Namun, ada peluang lain terkait penunjukan tersebut
Hari Antikorupsi, PKS: Jokowi Utang Perpu KPK
Di Hari Antikorupsi Sedunia, politikus PKS Mardani Ali Sera menilai Presiden Jokowi memiliki utang yang belum dibayar yaitu penerbitan Perpu KPK.
0
IPB Jelaskan Gejala Hewan Terinfeksi Virus Corona
Kepala Rumah Sakit Hewan Pendidikan Institut Pertanian Bogor (IPB) Deni Noviana menjelaskan gejala hewan yang terinfeksi virus corona (Covid-19).