UNTUK INDONESIA
Kotak Kosong Pilkada di 6 Daerah Jawa Tengah
Perpanjangan masa pendaftaran pilkada sudah ditutup. Hasilnya enam daerah di Jawa Tengah menghadirkan kotak kosong.
Ilustrasi kotak kosong. Sebanyak enam daerah di Jawa Tengah akan menghadirkan kotak kosong di pelaksanaan pilkadanya. (Foto: Istimewa)

Semarang - Sebanyak enam daerah di Jawa Tengah dipastikan mengikutkan kolom kosong atau kotak kosong di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. Lima kolom kosong di antaranya akan bertarung melawan petahana. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengatakan pihaknya sudah melakukan perpanjangan masa pendaftaran di enam daerah tersebut. Namun hingga masa perpanjangan ditutup pada Minggu, 13 September 2020, tidak ada lagi pendaftar baru.

Di Jateng, paslon bukan dari petahana yang akan melawan kotak kosong hanya di Wonosobo. 

Dengan demikian paslon tunggal yang sudah mendaftar sebelumnya dipastikan akan berebut dukungan dengan kotak kosong. 

"Yakni di Kota Semarang, Grobogan, Boyolali, Sragen, Kebumen dan Wonosobo. Di Jateng, paslon bukan dari petahana yang akan melawan kotak kosong hanya di Wonosobo," kata dia, Selasa, 15 September 2020. 

Berikut enam paslon yang melawan kotak kosong: 

  1. Hendrar Prihadi - Hevearita Gunaryanti Rahayu (Kota Semarang).
  2. Sri Sumarni - Bambang Pujiyanto (Kabupaten Grobogan). 
  3. Mohammad Said Hidayat - Wahyu Irawan (Kabupaten Boyolali).
  4. Kusdinar Untung Yuni Sukowati - Suroto (Kabupaten Sragen).
  5. Arif Sugiyanto - Ristawati Purwaningsih (Kabupaten Kebumen). 
  6. Afif Nurhidayat - Muhammad Albar (Kabupaten Wonosobo).

Baca juga: 

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta KPU memperbanyak kegiatan virtual di tiap tahapan pilkada, utamanya di penyampaian visi misi dan debat kandidat. 

“Sifatnya sebenarnya brief dan mengingatkan ya, agar tidak terjadi situasi yang nanti mempengaruhi kondisi kesehatan karena lagi pandemi,” kata Ganjar 

Ganjar kemudian menyinggung kejadian di Boyolali, di mana sempat muncul klaster dari petugas pengawas pemilu. Berkaca dari itu, penyelenggara dan pengawas perlu melakukan antisipasi di setiap tahapan pilkada. Salah satunya dengan memaksimalkan media sosial atau elektronik. []

Berita terkait
Kata Bawaslu Semarang soal Petahana Vs Kotak Kosong
Pilkada Kota Semarang potensial paslon tunggal. Bawaslu angkat bicara soal kerawanan pelanggaran jika petahana melawan kotak kosong.
Lawan Kolom Kosong Pilkada, Hendi - Ita Merasa Beban
Melawan kolom kosong di Pilkada Kota Semarang, Hendi - Ita malah merasa beban. Apa penyebabnya?
Pilkada Kota Semarang, Lawan Petahana Pesimis Menang
Pengamat politik menilai Pilkada Kota Semarang 2020 potensial muncul kotak kosong. Banyak parpol pesimis menang jika harus melawan petahana.
0
Kuasa Hukum Gus Nur Berencana Ajukan Praperadilan
Kuasa Hukum Gus Nur merasa ada janggal dalam proses hukum terhadap kliennya dan langsung ditetapkan sebagai tersangka tanpa dilakukan pemeriksaan.