UNTUK INDONESIA
Korean Pop dan Jadah Tempe di Sunmor UGM Yogyakarta
Sunmor UGM Yogyakarta menjadi primadona wisata belanja setelah Malioboro. Kebutuhan K-Pop, baju murah, kuliner ada di sini. Asyik untuk refreshing.
Suasana pintu masuk Sunmor UGM Yogyakarta yang selalu dibanjiri ratusan pedagang kaki lima yang menjanjakan aneka produk. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

Sleman - Siapa yang tidak mengenal dengan istilah Sunday Morning (Sunmor) di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta? Ternyata keberadaanya menjadi primadona wisata belanja di Yogyakarta setelah Malioboro. 

Sebuah tempat berjualan raksasa melibatkan ratusan pedagang kaki lima tumpah ruah di sini. Komplet pula jajajannya, mulai dari jatah tempe hingga kebutuhan untuk mencukupi para Korean Pop atau K-Pop ada di tempat ini.

Sunmor UGM yang letaknya berada di Jalan Agro Karang Gayam, Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta ini biasanya ramai dan menjadi tujuan di akhir pekan. Masyarakat berbondong-bondong untuk berbelanja atau sekedar melihat-lihat juga tak ada salahnya berkunjung ke Sunmor.

Seperti sebutannya Sunday Morning atau biasa disingkat Sunmor ini, hadir menjumpai masyarakat setiap hari Minggu. Pasar ini mungkin bisa saja didapati di berbagai belahan Indonesia dengan kreativitas yang beragam, misalnya Car Free Day (CFD).

Pengunjung yang datang di lokasi ini sangat bervariasi. Berbeda dengan pasar tradisional yang biasanya didominasi emak-emak yang memadati pasar, tetapi justru banyak pemuda-pemudi yang turut meramaikan Sunmor UGM.

Para pedagang yang berjejer di Sunmor kiranya bisa mencapai 900-1.000 pedagang.

Kesempatan seperti ini juga sering dimanfaatkan sebagai hiburan menghilangkan penat setelah sepekan sibuk bekerja. Bahkan tidak jarang keluarga mengajak anak-anaknya untuk menyambangi Sunmor UGM.

Berbagai alasan mengapa masyarakat gemar berkunjung ke Sunmor. Sebagian dari pengunjung ada yang ingin menikmati udara pagi setelah berolah raga, ada juga yang ingin membeli makanan, pakaian, perabotan rumah tangga. Bahkan pengunjung juga bisa berbelanja sambil cuci mata melihat berbagai pernak-pernik menarik.

Dhanank koordinator lapangan (Korlap) Sunmor UGM mengatakan, kiranya ada ratusan bahkan mencapai ribuan pedagang yang mejeng di area UGM yang juga tak jauh dari kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini. 

"Para pedagang yang berjejer di Sunmor kiranya bisa mencapai 900-1.000 pedagang," kata Korlap Sunmor UGM, Dhanank kepada Tagar, Minggu, 1 Desember 2019.

Dari jumlah pedagang tersebut, di dalamnya terdapat penjual dari kalangan mahasiswa baik dari UGM maupun mahasiswa Yogyakarta lainnya. Mereka bergabung membuka lapak. "Zona utara untuk mahasiawa UGM. Selebihnya itu pedagang kali lima dari luar mahasiswa," kata dia.

Menurutnya, panjang pedang di Sunmor UGM dari Zona A-Z kurang lebih ada dua kilomoter. Animo masyarakat yang berkunjung setiap Minggu selalu meningkat. Begitu pun persediaan kantong plastik sampah, minimal menyiapkan 70 kantong.

Kenapa kantong plastik sampah meningkat? "Karena Sunmor juga banyak penjual makanan sehingga produksi sampah pasti meningkat. 70 kantung plastik sampah itu pun idealnya masih kurang. Jadi, kami meminta kepada pengunjung untuk tertib membuang sampah," ucapnya.

sunmor ugm2Salah seorang pengunjung tampak sedang memilih dagangan yang disediakan di lapak Sunmor UGM, Minggu, 1 Desember 2019. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

Berikut fakta-fakta tentang Sunday Morning 'Sunmor' UGM yang telah dirangkum Tagar.

1. Pakaian Murah

Di Sunday Morning UGM, pakaian kasual, formal hingga batik dapat Anda temukan dengan harga dan kualitas yang bervariasi. Semua jenis pakaian sudah ada bandrol harganya untuk memudahkan kamu dalam menyesuaikan budget. Meskipun demikian, masyakarat masih bisa melakukan tradisi tawar menawar loh. Hihi..

Membeli pakaian mulai dari atas sampai bawah tidak harus di gerai-gerai terkenal. Sunday Morning UGM menyediakan bermacam pakaian yang cocok untuk kuliah dan jalan-jalan. Tidak hanya itu, ada juga tas yang fashionable sampai pernak-pernik kebutuhan masyarakat sehari-hari dengan harga yang murah.

2. Banjir Makanan dan Cemilan

Makanan ringan ala tradisional sampai kekinian juga tumpah ruah di Sunmor. Jadah tempe, bubur sumsum, es krim goreng, telor gulung, sempol, cilok, sosis bakar, otak-otak, tempura, bakso, singkong, jamur krispi hingga makanan berat juga ada.

Untuk harga makanan di Sunmor tidak menguras kantong. Ratusan makanan tersebut pastinya akan menyita perhatian pengunjung. Sehingga harus hati-hati lapar mata yang berkepanjangan. Ada juga warung-warung tenda yang menyediakan menu sarapan pagi seperti nasi pecel, sate padang, soto dan lain-lain.

3. Zona Korea

Berbagai keperluan make up atau alat-alat kecantikan yang sering digunakan oleh orang- orang Korea juga bisa pengunjung dapatkan. Tak perlu beli online, ke Sunmor saja cukup. 

Baru-baru ini juga terlihat sebuah lapak yang menjual foto-foto atau poster artis Korea. Sehingga Anda, atau yang bagian dari para K-Popers (penyuka Korean Pop) Indonesia ke sini aja yuk.

sunmor ugm3Aneka dagangan tersedia di Sunmor UGM Yogyakarta, mulai dari jadah tempe sampai aksesoris K-Pop. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

4. Mahasiswa Ikut Dagang

Sering mendengar "Teh manis-teh manisnya kak, cuma 2.500 rupiah" . Jika menemukan penjual tersebut, bisa dipastikan mereka adalah mahasiswa. Di Sunmor menjadi peluang bisnis kecil-kecilan yang dimanfaatkan para mahasiswa baik UGM maupun mahasiswa dengan cara berkeliling.

"Ini wujud nyata bagi kami untuk bisa berbisnis dari yang paling dasar. Sebenarnya kami mau hari pekan tetap produktif," ujar Purwati salah satu mahasiswa di Yogyakarta.

Tips Jika Mengunjungi Sunmor UGM

Untuk menghindari kepadatan pengunjung, silakan datang ke Sunmor sekitar pukul 06:00 WIB, lebih nyaman dibanding datang di atas jam sembilan. Yang pasti, masih belum terlalu panas, jadi lebih nyaman buat jalan-jalan. Selain itu, juga lebih mudah dalam memarkirkan kendaraan. []

Baca Juga:

Berita terkait
Wisata Kuliner Akhir Pekan di Aceh Culinary Festival
Akhir pekan terasa sangat menyenangkan karena ada Aceh Culinary Festival menyajikan ragam makanan khas Aceh.
Ini Lokasi Wisata Kuliner Selama Ramadan di Gowa
Ingin berwisata sambil menikmati kuliner khas Kabupaten Gowa selama bulan Ramadan, cobalah ke Malino
Inilah Kedai Kopi Merapi, Wisata Kuliner Sleman yang Lagi Populer
Menikmati kopi khas lereng Gunung Merapi sembari menikmati suasana alam.
0
Acer Gelar Kompetisi Asia Pacific Predator League
Acer kembali menyelenggarakan Asia Pacific Predator League 2020 dengan cakupan lebih besar dan spektakuler. Kompetisi ini diikuti 17 negara.