UNTUK INDONESIA

Korban Longsor Banyumas Ditemukan Tertimbun Tanah 1,5 Meter

Korban terakhir bencana alam tanah longsor di Sumpiuh Banyumas akhirnya ditemukan. Basuki, ditemukan meninggal tertimbun Tanah 1,5 meter.
Tim SAR gabungan berupaya mengevakuasi korban terakhir tanah longsor di Sumpiuh, Banyumas. Basuki, 52 tahun, ditemukan meninggal dunia tertimbun tanah di kedalaman 1,5 meter. (Foto: Tagar/Basarnas Cilacap)

Banyumas - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban terakhir tanah longsor di Dukuh Siganti, RT 02 RW 01, Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Korban ditemukan tertimbun tanah di kedalaman 1,5 meter. 

Kepala Basarnas Cilacap I Nyoman Sidakarya mengatakan korban atas nama Basuki, 52 tahun, ditemukan tim SAR gabungan sekira pukul 16.40 WIB. "Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar dia kepada Tagar, Rabu, 18 November 2020. 

Korban terjepit bebatuan dan potongan kayu di kedalaman tanah sekitar 1,5 meter

Posisi penemuan Basuki berjarak sekitar 30 meter dari titik rumahnya. Ditemukan oleh operator alat berat eksakavator yang diperbantukan melakukan pencarian korban longsor.  

"Proses evakuasi membutuhkan waktu 10 menit karena korban terjepit bebatuan dan potongan kayu di kedalaman tanah sekitar 1,5 meter," ucapnya. 

Tim SAR gabungan selanjutnya memasukkan tubuh korban dalam kantong jenazah dan dibawa ke puskesmas terdekat guna proses perawatan.

"Setelah korban terangkat kemudian kami bungkus dengan kantong mayat dan dibawa ke Puskesmas 2 Sumpiuh dengan menggunakan mobil ambulans," kata dia.  

Nyoman menambahkan selain dari Basarnas, unsur SAR gabungan ada dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, SAR Banyumas, Tagana Banyumas, Ksb Sumbang, Ubaloka, Rapi, Mdmc, PMI, Serayu Rescue, Cilacap Rescue, Ormas OI, Pemuda Pancasila dan masyarakat Sekitar.

Dengan ditemukannya korban keempat tersebut maka operasi pencarian gabungan resmi ditutup, semua unsur SAR kembali ke kesatuan dan organisasinya masing-masing.

Baca juga: 

Sebelumnya diberitakan, rumah keluarga Basuki di Dukuh Siganti, Sumpiuh, Banyumas, diterjang material longsor dari tebing belakang rumahnya. Sekeluarga, terdiri Basuki dan istrinya, Wagiati serta dua anak, Lucas, 11 tahun dan Yudas, 7 tahun, hilang tertimbun longsor pada Selasa dini hari, 17 November 2020. 

Di hari yang sama, tim SAR gabungan menemukan Wagiati pada pukul 08.30 WIB. Di susul kemudian dua anaknya, Lucas dan Yudas, masing-masing pada pukul 14.40 WIB dan 16.20 WIB. Sementara jenazah Basuki belum ditemukan hingga jelang malam.

Kuat dugaan para korban tengah terlelap tidur ketika material longsor menerjang rumah keluarga Basuki. Anak pertama dari keluarga tersebut selamat karena tengah berada di rumah saudaranya. Longsor juga mengakibatkan dua rumah lain juga mengalami kerusakan. []  

Berita terkait
Sekeluarga di Sumpiuh Banyumas Kena Longsor, 1 Masih Dicari
Sekeluarga di Sumpiuh, Banyumas tertimpa longsor. Ibu dan dua anak sudah ditemukan meninggal. Bapak masih dicari.
Cerita Tukang Soto yang Dapurnya Tertimbun Longsor di Sleman
Tanah longsor menerjang Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Tanah longsor menimbun dapur warung soto di lokasi kejadian. Berikut pengakuannya.
Kronologi 2 Buruh Bangunan di Kudus Tewas Kena Tanah Longsor
Dua buruh bangunan di Kudus tewas tertimbun tanah longsor dari tebing di sebelah tempat mereka bekerja.
0
Korban Longsor Banyumas Ditemukan Tertimbun Tanah 1,5 Meter
Korban terakhir bencana alam tanah longsor di Sumpiuh Banyumas akhirnya ditemukan. Basuki, ditemukan meninggal tertimbun Tanah 1,5 meter.