Korban Klitih di Sleman Tunggak Biaya Rumah Sakit

Galih, korban klitih menjalani perawatan di RSUP. Sardjito Yogyakarta akibat luka sabetan senjata tajam. Kini dia menunggak biaya Rp 16 juta.
Galih, korban aksi klitih di Sleman. Foto kanan sebelum menjalani perawatan, foto kiri setelah menjalani perawatan di rumah sakit. (Foto: Dok. Tagar)

Sleman - Benedictus Galih Widianto, 18 tahun, menjadi korban kebrutalan rombongan terduga pelaku klitih di area Underpass Kentungan, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta. Galih menderita luka robek di bagian punggung sebanyak empat bagian dan pinggang akibat sabetan senjata tajam.

Pelajar kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Yogyakarta ini terpaksa harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito. Akibat aksi yang dialami Sabtu, 26 September 2020 sekitar pukul 02.00 dini hari itu, Galih opname dua hari di rumah sakit tersebut.

Di balik masa penyembuhannya, korban yang berdomisili di Dusun Burikan, Sumbermlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini mengaku belum melunasi biaya perawaran di rumah sakit. Terpaksa pihak rumah sakit harus menahan identitasnya sebagai jaminan pembayaran yang harus dilunasi.

Baca Juga:

Menurut Galih, biaya perawatan cukup banyak. "Biaya rumah sakit meliputi operasi dan perawatannya mencapai Rp 16 juta. Belum bisa melunasi," kata Galih saat menceritakan kejadian yang menimpanya pada Kamis, 15 Oktober 2020.

Dia mengatakan, luka sabetan senjata tajam yang dideritanya tidak dapat ditanggung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Sehingga seluruh biaya rumah sakit ditanggung pribadi. "Keluarga masih cari-cari biaya pelunasan untuk rumah sakit," ucapnya.

Biaya rumah sakit meliputi operasi dan perawatannya mencapai Rp 16 juta. Belum bisa melunasi.

Galih menceritakan insiden yang dialaminya terjadi di Underpass Kentungan, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman pada Sabtu, 26 September 2020 sekitar pukul 02.00 dini hari. Dia bersama 11 temannya berboncengan menggunakan motor melaju dari arah timur menuju ke barat hendak masuk ke area Underpass Kentungan.

Tiba-tiba datang sekitar 10 kendaraan motor Matic yang menyalip melalui jalur cepat. Satu di antara mereka mengeluarkan senjata tajam menyabet punggungnya. Sebagian yang lain melempari Galih dengan botol bekas minuman anggur. "Saat itu sabetan pertama sebanyak dua kali. Kami enggak tahu kalau mereka membawa sajam," ucapnya.

Baca Juga:

Tak ingin tinggal diam, Galih berusaha melakukan perlawanan dengan melempar batu yang ada di sekelilingnya. Begitupun teman-teman Galih melakukan hal sama, hanya melawan dengan batu. 

Ketika Galih berusaha melarikan diri dan mendorong motornya, terduga pelaku kembali menyabetkan senjata tajam ke arahnya. Untuk keduan kalinya sajam tersebut juga melukai punggungya secara bertubi-tubi.

Teman-teman Galih terpaksa meninggalkan lokasi kejadian untuk meminta pertolongan warga. Sementara Galih kabur ke arah gang rumah warga dengan tubuh yang penuh luka robek. "Saya masuk ke gang warga setelah itu mereka pergi," ujarnya. []

Berita terkait
Kondisi Rehabilitasi Remaja Klitih di BPRSR Yogyakarta
Yogyakarta memiliki balai rehabilitasi anak yang bermasalah dengan hukum, seperti pelaku klitih. Namun kondisinya kurang memadai.
Terduga Rombongan Klitih Beraksi di Blok O Bantul
Beredar di sosial media terduga aksi klitih terjadi di Bantul, Yogyakarta. Begini respons kepolisian.
Kronologi Aksi Klitih di Perbatasan Bantul - Gunungkidul
Polisi mengejar dua terduga klitih yang beraksi di perbatasan Bantul-Gunungkidul. Aksi ini melukai dua warga Dlingo, Bantul. Berikut kronologinya.
0
Perempuan Kulit Hitam Pertama Jadi Kepala Polisi Columbus
Seorang wakil kepala polisi di Detroit, Amerika Serikat (AS) dinyatakan akan menjadi kepala polisi Columbus berikutnya