UNTUK INDONESIA
Kompol Rossa Bisa Seret Firli Bahuri ke Pengadilan
Guru besar hukum tata negara Universitas Jenderal Soedirman Muhammad Fauzan menilai Kompol Rossa bisa menyeret Ketua KPK Firli Bahuri ke pengadilan
Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 September 2019. (Foto: Tagar/Nurul Yaqin)

Jakarta - Guru besar hukum tata negara Universitas Jenderal Soedirman Prof Dr. Muhammad Fauzan mengatakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kompol Rossa Purbo Bekti yang dikembalikan ke institusi asalnya, dapat menggugat Firli Bahuri ke pengadilan.

Muhammad Fauzan menilai hal itu dapat dilakukan apabila Ketua KPK Firli Bahuri masih bersikeras 'mendepak' Kompol Rossa ke Polri.

Upaya administratif itu bisa berupa keberatan dan banding

"Sekarang diselesaikan upaya administratif dulu. Kalau sudah dijawab oleh yang mengeluarkan putusan, lalu (Kompol Rosa) tidak menerima, bisa mengajukan gugatan ke pengadilan," ujar Fauzan kepada Tagar, Rabu, 19 Februari 2020.

Baca juga: Polri 2 Kali Batalkan Pemberhentian Rossa dari KPK

Menurutnya, upaya gugatan Kompol Rossa ke Firli Bahuri memang dibenarkan di dalam Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Dia menerangkan, Kompol Rossa dapat melakukan upaya administratif apabila merasa dirugikan atas putusan atau tindakan pimpinan KPK yang mengembalikannya ke Polri.

"Upaya administratif itu bisa berupa keberatan dan banding," ucap dia.

Sebelumnya, Kompol Rossa resmi melayangkan surat keberatan kepada Ketua KPK Firli Bahuri mengenai pengembaliannya ke Korps Bhayangkara. 

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri pun memastikan surat itu telah diterima oleh pimpinan lembaga anti rasuah Firli Bahuri.

Baca juga: Kompol Rossa Ajukan Surat Keberatan ke Firli Bahuri

"Terkait Mas Rossa, jadi benar pimpinan KPK menerima surat keberatan dari Mas Rosa yang kami terima 14 Februari 2020. Sampai hari ini, pimpinan yang dapat surat keberatan tersebut masih mempelajari dan membahas lebih lanjut. Tentunya, kalau sudah selesai, jawaban pimpinan akan disampikan ke Mas Rossa," ujar Ali, Selasa, 18 Februari 2020.

Pengembalian Kompol Rossa ke Polri menjadi polemik lantaran masa tugasnya di KPK masih berlaku hingga September 2020. Belakangan, diketahui bahwa Polri membatalkan penarikan Kompol Rossa.

Kompol Rossa merupakan penyidik dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang melibatkan eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan dan eks caleg PDI Perjuangan Harun Masiku. []

Berita terkait
Polri 2 Kali Batalkan Pemberhentian Rossa dari KPK
Polri sempat membatalkan pemberhentian Kompol Rossa sebagai penyidik KPK sebanyak dua kali. Namun, pimpinan KPK tetap ngotot.
Depak Kompol Rossa, Firli Hancurkan Independensi KPK
Pengembalian Kompol Rossa oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mabes Polri dinilai sebagai upaya Firli Bahuri hancurkan independensi
Kompol Rossa Dipingpong WP KPK Laporkan Firli Bahuri
Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap melaporkan Firli Bahuri ke Dewan Pengawas, karena mengembalikan Kompol Rossa ke Mabes Polri.
0
Harun Masiku Hilang, KPK Perpanjang Penahanan Wahyu
KPK melakukan perpanjangan penahanan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan satu tersangka suap PAW DPR lainnya.