Jakarta, (Tagar 14/3/2019) - Grup band Slank kembali memproduksi sebuah proyek musik kolaborasi, sebagai dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf. Komedian Uus dan drummer Pas Band Sandy Andarusman, dipastikan terlibat.

Bersama puluhan pegiat seni lain, Slank siap menggelontorkan lagu tersebut ke khalayak. Nama-nama beken di industri hiburan tanah air seperti, Tompi, Glenn Fredly, Desta, Gugun GBS, Kill The DJ, juga disebut ambil bagian dalam proyek musik keroyokan itu.

"Iya, gua ikut terlibat. Para simpatisan lah. Musisi-musisi yang pro 01 (Jokowi-Amin)," kata Sandy Pas Band kepada Tagar News, Rabu (13/3) malam.

"Bukan cuma musisi ya. Yang bisa nyanyi ya nyanyi, yang bisa main drum ya main drum, yang bisa doa ya berdoa. Banyak yang ikut," imbuhnya.

Terkait judul lagu dalam proyek musik keroyokan itu, penabuh drum yang telah lama malang melintang di industri musik tanah air itu, masih enggan untuk membaginya. Namun, ia menyebut lagu itu diciptakan bersama-sama oleh beberapa musisi.

"Waduh, kalau judul gua masih belum berani share, tapi itu karya teman-teman musisi. Slank, Oppie Andaresta dan lain-lain," katanya.

Baca juga: Perang Lewat Lagu Jokowi vs Prabowo dalam Pilpres 2019

Dihubungi secara terpisah, komedian tunggal Uus mengaku ikut ambil bagian dalam proyek karena ingin menyuarakan pilihan politiknya ke khalayak ramai.

Personil duo kocakustik realistik Sepuluhtura itu juga mengungkapkan, bahwa dirinya tertarik untuk ikut terlibat setelah diajak oleh beberapa teman di Potlot.

"Ya ikut karena pingin ikut aja. Karena gua memang pilih beliau (Jokowi) juga kan dari dulu," katanya kepada Tagar News melalui sambungan telepon, Rabu (13/3) malam.

"Diajak. Gua diajak ama teman-teman di sini. Lagi pula, ini kan memang bagian dari tanggung jawab kita ya, untuk memperbaiki keadaan Indonesia yang sekarang, biar lebih baik," tutupnya.

Proyek musik kolaborasi diketahui merupakan inisiasi dari beberapa pegiat seni yang kerap berkumpul di markas Slank, Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Proses produksi lagu yang telah dimulai sejak beberapa hari lalu, hingga hari ini (14/3) masih berjalan. Rekaman dilakukan oleh berbagai pegiat seni yang jumlahnya mencapai puluhan orang.

Meski proyek musik diproduksi sebagai bentuk dukungan politik terhadap salah satu kandidat pasangan capres-cawapres yang bersaing pada pilpres 2019, lagu disebut lebih bercerita tentang semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Selain produksi dalam bentuk audio, proyek kolaborasi tersebut juga akan dikemas dalam format gambar bergerak atau video. Sayang, manager Slank Denny saat dihubungi Tagar News belum memberikan keterangan lebih lanjut. []