UNTUK INDONESIA
Koalisi Demokrat di Pilkada Pessel Tunggu Pusat
Partai Demokrat Pesisir Selatan belum menentukan sikap untuk berkoalisi di Pilkada 2020. Mereka masih menunggu intruksi dari DPP.
Ketua DPD Partai Demokrat Pessel, Ali Tanjung. (Foto: Tagar/Dok.pribadi)

Pesisir Selatan - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, belum melakukan pembicaraan serius soal lintas partai terkait koalisi Pilkada 2020.

Kalau komunikasi lintas partai tetap jalan, namun belum bicara seirus soal koalisi.

Ketua DPD Demokrat Pessel Ali Tanjung mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) soal sikap partai. Seluruh keputusan berada di tangan DPP, sambil menunggu hasil dari lembaga survei yang ditunjuk.

"Kalau komunikasi lintas partai tetap jalan, namun belum bicara seirus soal koalisi. Baru sebatas silaturahmi biasa," katanya, Rabu, 29 Juli 2020.

Menurutnya, survei pemetaan kekuatan dan potensi jelang Pilkada kini sedang berlangsung. Sebagai kader, dia harus patuh dengan aturan partai. Terkait kriteria bakal calon, partai telah menetapkan 2 persyaratan wajib. Pertama, mendaftar sebagai bakal calon. Kedua, mengikuti survei melalui lembaga survei yang telah ditetapkan DPP.

"Untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar I, Demokrat menunjuk Poltraking. Jika bakal calon dinilai layak, DPP akan mengeluarkan rekomendasi sebagai bentuk dukungan partai," katanya.

Dari penjaringan bakal calon yang telah dilakukan akhir Desember 2019, terdapat 12 nama putra daerah terbaik yang ikut mendaftat. Mereka berasal dari kader, maupun non-kader partai politik, dengan berbagai latat belakang profesi seperti akademisi, wirausaha dan pensiunan ASN.

"Layak atau tidak, nanti yang menentukan DPP. Semua harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan partai. Kami di sini hanya menunggu rekomendasi," terang pria yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi Demokrat itu.

Bagi bakal calon yang memenuhi syarat, partai segera memberikan rekomendasi yang ditanda tangani langsung ketua umum. Meski begitu, dirinya mengaku tidak mengetahui siapa saja nama yang dinilai layak untuk diusung, termasuk tentang dirinya sendiri.

Menurutnya, dinamika politik jelang suksesi kepemimpinan 5 tahunan tingkat daerah itu masih terus berjalan. Kendati Demokrat-PAN mengusung 1 pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, kondisi itu belum tentu terjadi di Pilkada kabupaten/kota.

Semua kemungkinan masih bisa terjadi, seiring perkembangan dinamika politik di Pessel. Namun, juga tidak tertutup koalisi yang sama bakal terjadi. "Itu kembali lagi ke DPP. Antara Pilgub, Pilbub dan Pilwako tentu lain cara pandangnya, karena kepentingannya juga beda," jelasnya.

Ditanyai soal isu bakal mendampingi petahana Bupati Hendrajoni, ia menegaskan jika mereka sudah berkawan sejak lama. Bahkan, sering bersilaturahmi membicarakan perkembangan daerah. Kedekatan itu tidak hanya dengan Hendrajoni, tapi juga dengan petinggi partai politik lainnya di Pessel.

Sedangkan terkait kesiapannya untuk maju di Pilkada, ia pun masih enggan menjawab, dengan alasan semuanya tergantung tetap tergantung keputusan DPP. Jika memang ditugaskan, akan ada pemberitahuan.

"Kita lihat saja nanti keputusan DPP seperti apa. Saya tidak bisa berandai-andai. Soal isu, itu biasa saja. Sebab, menurut saya politik itu bukan isu," katanya.[]

Berita terkait
Manuver Golkar di Pilkada Pessel Tunggu Survei
Partai Golkar Pesisir Selatan berencana menciptakan poros baru. Namun, manuver akan dilakukan setelah adanya hasil survei dari DPP Golkar.
Cuaca Buruk di Pessel Potensi Banjir dan Longsor
BMKG memprediksi hujan intensitas tinggi diserta angin kencang akan terjadi hingga beberapa hari ke depan dan berpotensi banjir di Pesisir Selatan.
Dukungan Fakhrizal-Genius di Pessel Hanya 5 Ribu KTP
Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat jalur perseorangan hanya mendapat 5 ribu KTP dukungan di Pesisir Selatan.
0
Kapitalisasi Pasar Unilever Salip Emiten BUMN, Hanya Sesaat?
Sulit mengukur jangka waktu naiknya kapitalisasi pasar emiten yang menyalip emiten lain seperti Unilever yang mengungguli Bank Mandiri dan Telkom.