UNTUK INDONESIA
Cuaca Buruk di Pessel Potensi Banjir dan Longsor
BMKG memprediksi hujan intensitas tinggi diserta angin kencang akan terjadi hingga beberapa hari ke depan dan berpotensi banjir di Pesisir Selatan.
Banjir yang merendam Nagari Rawang Gunung Malelo Kecamatan Sutera pada Kamis malam, 23 Juli 2020. (Foto: Tagar/Teddy Setiawan)

Pesisir Selatan - Curah hujan tinggi disertai angin kencang di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat diprediksi masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi itu berpotensi memicu bencana banjir dan longsor.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Hasnul Karim mengungkapkan berdasarkan pemetaan potensi bencana, terdapat sejumlah titik rawan banjir dan longsor di Pessel. Keberadaannya tersebar berbagai kecamatan.

Kemudian Bukit Pulai Kecamatan Batang Kapas dan Sako Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan yang rawan longsor.

"Curah hujan tinggi dan disertai angin kencang itu diperkirakan bakal terus terjadi hingga 30 Juli ini," ujarnya kepada Tagar di Painan, Minggu, 26 Juli 2020.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewaspadai potensi hujan dengan intensitas tinggi disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah di Sumatera Barat, termasuk di Pessel dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga:

Selain itu, juga berpotensi terjadi di Pasaman Barat, Mentawai, Pasaman Limapuluh Kota, Bukittinggi, Agam, Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman dan Kabupaten Solok. Hujan diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari.

Untuk Pessel, jelas Hasnul, titik rawan terdapat di kawasan Siguntur Tua dan Barung-Barung Belantai Kecamatan Koto XI Tarusan, dengan potensi banjir. Kawasan Pasar Baru Kecamatan Bayang dan Bukit Putus Kecamatan IV Jurai yang pohon tumbang.

"Kemudian Bukit Pulai Kecamatan Batang Kapas dan Sako Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan yang rawan longsor. Sejumlah titik itu berada di kawasan hutan dan aliran sungai," jelasnya.

Untuk itu, kata Hasnul, BPBD meminta masyarakat yang berada di sekitar area rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan. Bagi pengendara yang melintas di kawasan itu juga harus ekstra hati-hati. Hindari perjalanan saat kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Dalam sepekan terakhir, terjadi beberapa kali banjir di sejumlah kecamatan antara lain di Nagari Rawang Gunung Malelo Kecamatan Sutera. Banjir terjadi pada Kamis malam, 23 Juli 2020. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan IV Jurai.

Banjir juga turut merendam Nagari Limau Sundai Kecamatan Ranah Pesisir pada Sabtu, 25 Juli 2020. Banjir merendam puluhan rumah warga. Selain akibat tingginya intensitas dan curah hujan, banjir juga dipicu buruknya sistem drainase.

Sebagian besar drainase di Pessel sudah tidak sesuai dengan daya tampung dan daya dukungnya seperti di Kecamatan IV Jurai, Sutera dan Ranah Pesisir, misalnya. Sementara, belum terlihat upaya pemerintah daerah membenahi drainase, utamanya di Kota Painan. []

Berita terkait
Dukungan Fakhrizal-Genius di Pessel Hanya 5 Ribu KTP
Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat jalur perseorangan hanya mendapat 5 ribu KTP dukungan di Pesisir Selatan.
7 Bulan, Polres Pessel Ungkap 26 Kasus Narkoba
Polres Pesisir Selatan mengungkap 26 kasus peredaran narkoba selama tujuh bulan terakhir.
Bupati Pessel Batal Beberkan LHP BPKP RSUD M Zein
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni batal menyampaikan hasil audit BPKP soal pembangunan gedung baru RSUD M Zein.
0
Modus Pemuda Spesialis Jambret Turis di Kuta Bali
Polsek Kuta Utara menangkap seorang pemuda pelaku penjambretan spesialis turis. Pelaku sudah beraksi di 16 kali.