KKP Bangun Gudang Beku Berkapasitas 300 Ton di Indramayu

Pembangunan gudang beku ikan ini bertujuan antara lain untuk mengatasi kekurangan sarana penyimpanan di TPI Karangsong.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP Artati Widiarti. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai membangun gudang beku atau cold storage berkapasitas 300 ton di Indramayu, Jawa Barat untuk memperkuat aspek hilir sektor kelautan dan perikanan di daerah tersebut.

Dalam siaran pers  yang diterima di Jakarta, Selasa, 25 Januari 2022, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti  mengungkapkan, salah satu kegiatan hilirisasi yang sangat penting di antaranya konsolidasi atau pengumpulan ikan hasil tangkapan atau hasil panen melalui pembangunan sarana penyimpanan seperti gedung beku ikan.

Artati menambahkan, program penangkapan ikan terukur yang tengah dijalankan KKP akan berjalan lancar apabila didukung oleh kegiatan di sektor hilir atau hilirisasi yang dinilai mampu menjamin ketersediaan dan keterjangkauan ikan bagi kalangan masyarakat.

Demikian juga dengan program perikanan budi daya, yang diproyeksikan untuk memberikan potensi ekonomi yang besar dan menyerap tenaga kerja.

"Itulah kenapa kita perlu garap dengan serius bersama-sama," katanya.

Adapun pembangunan gudang beku ikan ini bertujuan antara lain untuk mengatasi kekurangan sarana penyimpanan di TPI Karangsong di mana sebelumnya hanya tersedia 1 gudang beku kapasitas 140 ton.

Selain itu, gudang beku menampung hasil tangkapan nelayan Karangsong yang merupakan pelabuhan pendaratan ikan terbesar di Indramayu dengan volume produksi mencapai 20-30 ton per hari serta menjaga kualitas mutu hasil tangkapan ikan nelayan.

Tujuannya lainnya adalah menjalankan fungsi penyedia stok ikan antarmusim. Artati berharap, pemerintah daerah mampu memanfaatkan sarana yang disediakan secara kondusif, berkelangsungan dan berkelanjutan.

"Gudang beku diharapkan juga menciptakan multiplier effect berupa penyerapan tenaga kerja dan peningkatan skala usaha nelayan, hingga pengolah dan pemasar hasil perikanan," ujarnya.

Kebutuhan gudang beku di Kabupaten Indramayu sekitar 1.000 ton. apembangunan ini diharapkan menjadi stimulus supaya koperasi atau BUMD mampu membangun sendiri gudang beku untuk memenuhi kebutuhannya di Indramayu.

Tak lupa, Artati mengingatkan agar semua pihak yang terkait langsung dalam pembangunan Gudang beku ini, baik kontraktor pelaksana, serta konsultan pengawas dan perencana, dapat berkinerja secara profesional dan berintegritas.

Bupati Indramayu Nina Agustina menambahkan, keberadaan gudang beku sangat penting bagi Kabupaten Indramayu. Menurut Nina, dengan adanya pembangunan gudang beku bantuan KKP kapasitas 300 ton, maka ini menjadi gudang beku dengan kapasitas terbesar di Kabupaten Indramayu.

"Semoga dapat mengatasi permasalahan akses pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan," kata Nina. []


Baca Juga







Berita terkait
Dirjen Perikanan & Budidaya: KKP Mengusung Konsep Blue Economy
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya T.B. Haeru Rahayu mengatakan bahwa KKP mengusung konsep perikanan budidayanya berbasis lue economy.
Pengembangan Perikanan Budidaya Sudah Berbasis Kawasan
irektur Kawasan dan Kesehatan Ikan, Tinggal Hermawan mengatakan bahwa kali ini pengembangan perikanan dan budidaya sudah mulai berbasis kawasan.
Banjir Rob Melanda Kawasan Industri Perikanan, PPS Nizam Zachman Minta Keadilan
KKP dan Perindo diminta atasi banjir rob di kawasan industri perikanan.
0
KKP Bangun Gudang Beku Berkapasitas 300 Ton di Indramayu
Pembangunan gudang beku ikan ini bertujuan antara lain untuk mengatasi kekurangan sarana penyimpanan di TPI Karangsong.