UNTUK INDONESIA
Kisah Cinta Terlarang Tiga Perempuan Semarang
Tiga perempuan Semarang menjalani kisah terlarang demi sebuah alasan yang hanya mereka mengerti.
Wanita pemandu karaoke di sebuah tempat hiburan di Semarang. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang - Rumah itu sebuah bangunan yang agak lama. Kira-kira dibangun tahun 80-an. Tampaknya sang pemilik kurang merawat sehingga cat di beberapa tembok terlihat mengelupas. Bagian belakang rumah difungsikan sebagai kos-kosan yang terdiri atas beberapa kamar dengan toilet yang terpisah. Kondisinya bisa dikatakan seadanya.

Pukul 19.15 WIB, seorang ojek online berhenti di depan rumah itu, untuk kemudian memencet tombol pemberitahuan kepada konsumen. Seorang lelaki dan perempuan muncul dari lorong kecil di sebelah kiri rumah itu. 

Yang lelaki berperawakan sedang dan berperut buncit. Sedangkan yang perempuan tinggi semampai dengan badan yang sedikit berisi. Dia berdandan agak berlebihan. Meski sebenarnya tanpa lipstik merah menyala, perempuan itu sudah terlihat sangat menarik

Si lelaki melepas perempuan dengan tidak acuh. Tidak sedikitpun gaya bahasa tubuh yang memperlihatkan ingin mengantar pasangannya kendati jarak yang akan ditempuh cuma 3,5 Km. Sesaat kemudian, perempuan itu melompat dengan sigap ke atas motor ojol, sebutan driver ojek online

Selama di perjalanan mereka tidak banyak bicara. Saat tujuan sudah hampir sampai, yaitu di kawasan Pasar Johar Semarang, perempuan itu menunjuk ke tempat kerjanya. 

Dia, sebut saja Mita 24 tahun turun dan sudah tahu kalau tempat kerjanya yang berupa tempat karaoke masih sepi. Mita baru sebulan bekerja di tempat itu setelah sebelumnya bekerja di sebuah tempat pelesiran syahwat yang sudah ditutup. 

Jadi setelah saya selesai kerja, saya tetap di tempat kerjanya (Mita) dan setelah ngobrol cocok, kami jalan.

Pemandu Karaoke1Sejumlah WPS Sunan Kuning Semarang saat penutupan belum lama ini. Di antara mereka ada yang pindah ke karaoke lain dan tetap melayani transaksi cinta sesaat. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Pendapatannya di tempat hiburan itu lebih baik dibandingkan dengan tempat sebelumnya. Namun seringkali dia harus bekerja dari jam 20.00 sampai jam 03.00 pagi di situ.

Dia memiliki dua anak yang semua ditinggal di kampung, sebuah desa di Juwana, Jawa Tengah. Lelaki yang melepasnya di kos tadi adalah suami sirinya yang berprofesi sebagai sopir di sebuah toko material.

Dengan pasangan semi sahnya itu Mita berulangkali bersumpah kalau dia sudah tidak akan menerima ajakan kencan di tempat kerjanya yang sekarang ini. Di karaoke tersebut dia murni akan bekerja sebagai seorang pemandu karaoke (PK).

Mita menunggu kehadiran teman-temannya sesama PK sembari menelepon via WhatsApp (WA), baik secara suara maupun video call (VC). Sesaat kemudian dua orang wanita yang berpenampilan seperti dirinya datang mendekat. 

Mita berkomentar tentang keterlambatan keduanya. Lalu mereka tertawa jenaka membuat pengendara mobil dan motor yang melintas melirik ketiganya dengan pandangan ingin menyapa. Tapi mimik wajah cuek dipasang. Mita dan kawan-kawan lebih memilih masuk ke tempat kerja dan bersiap menerima tamu. 

Memasuki bulan Desember Semarang sering diguyur hujan, tidak banyak yang keluar rumah untuk mencari hiburan. Pukul 00.15 Mita keluar dari tempat kerjanya dengan menggelendot manja pada Dino 27 tahun, si mas ojol yang menjemputnya tadi dan sudah memakai baju santai. Ternyata sedari tadi Dino itu tidak pergi dari sana. 

Mereka tampak berboncengan ke arah timur di kawasan yang banyak terdapat hotel murah yang bisa disewa per jam. Satu jam kemudian perempuan itu kembali ke tempat kerjanya dan melepas laki-laki itu dengan wajah sumringah.

Awal bulan Desember lalu Dino yang masih bujang menceritakan kisah itu kepada Tagar. “Kelihatannya dia tipe perempuan yang selalu haus belaian kasih sayang dari laki-laki. Satu-satunya jalan adalah dengan bekerja di dunia hiburan,” ucap Dino.

Dino tahu kalau Mita akan menerima tawaran transaksi cinta terlarang darinya saat memperhatikan perlakuan suami sirinya saat menjemput di rumah kos. 

“Jadi setelah saya selesai kerja, saya tetap di tempat kerjanya (Mita) dan setelah ngobrol cocok, kami jalan,” ucapnya tersenyum.

Teman tapi Mesra

Erna 41 tahun dan Rian 37 tahun seringkali lebih awal datang ke kantor. Bukan karena mereka berdua pegawai disiplin, namun lebih karena untuk mendapatkan kesempatan bertemu dan mengobrol sebelum pegawai lain datang.

Biasanya mereka bercengkerama selama kurang lebih 30 menit di ruang kerja Erna. Lalu berhenti dan mulai bekerja saat seorang karyawati masuk ke ruang kerjanya. Karyawati itu pura-pura tidak perduli dengan kedatangan Erna dan Rian yang lebih awal.

“Ya, gitu itu kebiasaan mereka,” ujar Ita 40 tahun, salah satu pegawai di kantor itu kepada Tagar pada 20 Desember 2019. “Sebisa mungkin curi-curi waktu.”

Dalam sebuah kantor di barisan rumah kantor di Kota Semarang yang hanya terdiri dari 15 karyawan, hubungan kepala kantor dan staf logistik itu gampang terendus dan menjadi pergunjingan sesama karyawan.

Kami enggak tahu mereka ke mana Mas. Kalau di luar kantor sudah bukan urusan kami.

Kawasan PerkantoranDeretan perkantoran di salah satu sudut perkotaan di Kota Semarang. (Foto: Tagar/Budi Utomo)

“Kami sudah bosan menanggapi hubungan teman tapi mesra itu. Sebenarnya kami juga sudah berusaha untuk menyudahi hubungan cinta terlarang antara Rian dan Erna itu. (Kami) sudah menasehati keduanya baik-baik, (kami) sudah menyindir secara terang-terangan, sampai memberitahukan hubungan itu pada pasangan keduanya, tetapi segala cara tidak ada artinya,” ucap Ita panjang lebar. 

“Bahkan istri Rian pernah melabrak ke rumah Erna dan disaksikan oleh suami Erna.”

Karyawati bagian keuangan itu juga menyatakan kalau saat kondisi memanas dan tidak menguntungkan, hubungan Erna dan Rian terpaksa dihentikan. Manakala semua sudah aman, hubungan cinta itu kembali dilanjutkan. Menurut Ita, hubungan cinta terlarang itu sudah berumur tiga tahun.

“Semua teman kantor di sini heran, apa kurangnya suami Erna yang bekerja di kantor yang cukup bonafide dan telah memiliki jabatan. Rian sendiri juga sudah memilik istri rupawan dan anak-anak yang lucu dan sehat,” katanya.

Namun menurut kabar burung, suami Erna memiliki masalah di ranjang. Hal itu yang membuatnya mendekati Rian. Sebelum dengan Rian, Erna juga pernah dekat dengan pegawai lain yang kebetulan sudah mengundurkan diri.

Kadang-kadang saat jam makan siang, Erna pamit ada acara makan siang dengan relasi di luar. Pada saat itu biasanya posisi Rian juga sudah di luar kantor karena alasan pekerjaan. Keduanya tidak bisa menyebutkan kapan persisnya akan kembali ke kantor.

Ita menggelengkan kepala sambil berkata, “Kami enggak tahu mereka ke mana Mas. Kalau di luar kantor sudah bukan urusan kami.”

Simpanan

Mobil Honda Brio keluaran tahun lalu itu masuk ke parkiran. Lalu seorang lelaki berkaca mata gelap berperawakan sedang dan agak gemuk melompat keluar dari mobilnya.

Lelaki itu berjalan ke arah kamar kos tepat di depan ia memarkir mobil. Sebelum mengetuk pintu, sesosok perempuan bertubuh sintal telah membuka pintu kamar kos lebih dulu. Senyumnya manis menyambut sang lelaki. Dia mengenakan daster bunga-bunga dengan potongan hingga ke paha.

Keduanya masuk ke kamar. Tiga jam kemudian lelaki itu keluar kamar lengkap dengan kaca mata yang sudah terpasang di wajah. Dia masuk ke mobil dan meninggalkan tempat itu. 

Perempuan itu, Ratna 25 tahun masuk ke kamarnya sembari menutup pintu. Kehidupan Ratna selalu seperti itu hampir setiap hari. Lelaki yang datang ke kamarnya adalah mantan supervisor di tempat kerjanya dulu sekaligus menjadi pasangan tidak sah.

Aku sering was-was apabila suatu saat istrinya tahu hubungan ini.

Kos MesumSebuah kos di wilayah Semarang yang pernah didatangi petugas Satpol PP lantaran diduga menjadi tempat menjalin hubungan cinta terlarang. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Namun soal kebutuhan hidup Ratna selalu dipenuhi, meskipun tidak secara berlebihan. Setidaknya Ratna cukup secara sandang dan pangan, dan gadis itu disewakan kamar kos olehnya.

Mantan sales promotion girl atau SPG makanan ringan itu menyadari kalau pasangannya masih berjuang hidup sebagai seorang driver taksi online. Jadi dia belum bisa berharap terlalu banyak. Apalagi lelaki itu juga sudah memiliki keluarga yang sah dengan dua anak.

“Sampai kapan akan menjalani kehidupan seperti itu, aku tidak tahu Mas,” Kata Ratna kepada Tagar pada 30 Desember 2019. “Saat ini aku cuma berusaha menikmati hidupku saja.”

Mungkin kalau hidupnya sudah stabil dengan bekerja secara mapan, dia mulai bisa berpikir tentang masa depan. Termasuk dengan meneruskan hubungan cinta terlarangnya atau tidak.

“Aku sering was-was apabila suatu saat istrinya tahu hubungan ini. Bener-bener enggak enak sebenarnya hidup kayak gini,” ucapnya menyudahi cerita tentang kehidupan cintanya yang rumit.

Mita, Erna, dan Ratna adalah cerita anomali kehidupan, khususnya kisah cinta yang ada di sekitar kita. Cara mereka memandang dan memperlakukan cinta tidak linear seperti orang-orang kebanyakan.

Mereka rela atau lebih suka menjalani cinta terlarang yang penuh risiko dan sama sekali tidak kondusif demi sesuatu hal yang tidak semua orang bisa mengerti. []

Baca juga:


Berita terkait
Petualangan Baru Wanita Sunan Kuning Semarang
Sunan Kuning Semarang dinyatakan sebagai kawasan terlarang untuk prostitusi, para wanita melanjutkan petualangan di lima tempat berikut ini.
Mahasiswi Pelacur Setelah Sunan Kuning Semarang Ditutup
Ia mengaku bernama Cindy, seorang mahasiswi, bekerja sebagai pelacur di lokalisasi Sunan Kuning, Semarang, Jawa Tengah.
Hamil Duluan, Dispensasi Nikah di Rembang Naik
Setelah UU Perkawinan yang baru disahkan, jumlah permohonan dispensasi menikah di Rembang naik. Beberapa dispensasi karena hamil duluan.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.