Khofifah Pastikan Konser Ari Lasso di Pasuruan Batal

Uji coba konser Ari Lasso di Pasuruan, Jatim, dibatalkan pihak inisiator. Kepastian itu disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan rencana uji coba konser Ari Lasso di Pasuruan batal. Pihak inisiator akan mengkaji ulang rencana kegiatan tersebut. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul gagal menjadi tuan rumah penyelenggaraan uji coba konser Ari Lasso di Pintu Langit, Prigen, Pasuruan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak menyetujui konser yang akan digelar pada 12 September itu. 

Khofifah menjelaskan rencana konser tersebut bukan inisiasi dari Pemprov Jawa Timur. Terlebih kegiatan itu baru bersifat wacana dan kajian. Pihak inisiator masih ingin memastikan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia, terutama di Jawa Timur, terkendali.

"Sambil menyiapkan format acara yang aman untuk semua, wacana uji coba konsernya resmi dibatalkan. Waktunya ditinjau ulang pihak inisiator," kata Khofifah di Grahadi, Rabu, 9 September 2020.

Khofifah mengaku kedatangan Gus Ipul pada Agustus lalu konteksnya hanya mendiskusikan terkait penyelenggaraan uji coba konser yang aman dan sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan begitu, tidak terjadi penularan covid bagi masyarakat di sekitarnya.

Waktunya ditinjau ulang pihak inisiator.

Dalam pertemuan itu, Gus Ipul juga membicarakan soal upaya Pemprov Jatim dalam membangkitkan ekonomi bagi para pelaku industri kreatif, pekerja seni dan pariwisata. Kelompok seniman dan pariwisata adalah salah satu sektor yang sangat terdampak, omzetnya menurun hingga 80%.

"Kami ingin industri kreatif agar tetap bisa bergerak," ujar dia.

Ketua Muslimat NU itu juga mengingatkan agar semua pihak bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi saat ini. Masyarakat diharapkan dapat survive dan menyeimbangkan antara kesehatan dan ekonomi karena masih dihadapkan pada persoalan penyebaran Covid-19.

"Presiden RI Joko Widodo berpesan harus ada keseimbangan, ada gas dan rem dalam menangani Covid-19 serta menggerakkan perekonomian di daerahnya masing-masing," katanya.

Khofifah tidak menampik saat ini sudah ada diskusi mengenai format konser yang aman, seperti yang telah dilakukan di Inggris dan Korea Selatan. Dua negara ini berhasil mengadakan uji coba konser physical distancing.

"Konser itu dilakukan outdoor dan penonton dibatasi dalam platform besi supaya bisa berjarak dua meter," ucapnya.

Baca lainnya: 

Konser di Inggris dan Korsel berhasil menghipnotis 2.500 penonton. Beda dengan uji coba konser yang direncanakan digelar di area wisata alam milik Gus Ipul, jumlah penontonnya jauh lebih besar.

"Saat ini konser juga dipertimbangkan untuk kembali dilaksanakan di Jerman, sekaligus juga sedang diteliti bagaimana mengadakan konser yang aman," kata Khofifah.

Di Indonesia sendiri, penyelenggaran konser musik dan sejenisnya harus berpedoman pada Keputusan Kementrian Kesehatan Nomor  HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. []

Berita terkait
Konser Jaga Jarak Pertama di Dunia Sukses di Inggris
Konser terbuka dengan konsep protokol kesehatan jaga jarak berhasil diterapkan Inggris untuk pertama kalinya di tengah pandemi Covid-19.
Pidana Penjara bagi Warga Jatim C-19 yang Keluyuran
Polda Jatim mengingatkan warga yang positif Covid-19 namun tetap berkeluyuran bisa diancam pidana satu tahun penjara.
Calon Kepala Daerah di Jatim Abai Protokol Kesehatan
Bawaslu Jawa Timur menyebut seluruh calon kepala daerah melanggar protokol kesehatan saat pendaftaran di KPU Kabupaten/Kota.
0
Menperin: Industri Kosmetik dan Produk Wellness Perlu Beradaptasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan,Untuk terus bertahan, industri kosmetik dan produk wellness perlu terus beradaptasi.