Ketahui Tanda Harga Saham Akan Naik dengan Cara Ini!

andlestick continuation pattern bullish yang berfungsi menunjukkan kenaikan harga saham berlanjut yang mengarah ke bullish.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Dalam analisis teknikal terdapat alat yang dapat menilai pergerakan harga saham bernama analisis grafik harga saham, salah satunya berupa candlestick chart.

Dilansir dari laman Sikapiuangmu yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), candlestick adalah salah satu jenis grafik harga saham yang digunakan dalam analisis teknikal yang menunjukkan harga tertinggi, terendah, pembukaan, dan penutupan dari suatu saham pada periode waktu tertentu.

Candlestick chart memiliki beberapa pola salah satunya adalah candlestick continuation pattern. Candlestick ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu bullish dan bearish.

Kali ini yang akan dibahas adalah candlestick continuation pattern bullish yang berfungsi menunjukkan kenaikan harga saham berlanjut yang mengarah ke bullish.

Adapun ciri-ciri adanya bullish continuation pattern menurut Ellen May, yang dilansir dari Emtrade, sebagai berikut:

1. Harga dalam tren naik

2. Setiap kenaikan harga disertai dengan volume yang meningkat atau konvergen jadi tanda potensi lanjut naik.

3. Pola dapat dikonfirmasi saat terjadi breakout resisten dengan volume tinggi.

Pada bullish continuation pattern, terdapat 2 jenis pola lanjutan yaitu pennant (segitiga) dan flag (persegi panjang).

Flag pattern didahului oleh pergerakan harga naik tinggi yang membentuk higher high (HH) seolah-olah menjadi tiang. Disusul dengan koreksi harga yang kecil yang seolah-olah menyerupai bendera.

Pennant pattern didahului oleh pergerakan harga naik tinggi yang membentuk higher high (HH) seolah-olah menjadi tiang. Disusul dengan koreksi harga yang mengerucut ke atas yang seolah-olah menyerupai bendera segitiga.

Untuk dapat mengetahui keduanya, berikut ciri-ciri yang dapat Anda ketahui:

1. Harga naik signifikan membentuk tiang dan volume transaksi tinggi. Namun saat harga turun, volume transaksi juga turun.

2. Saat harga turun tidak lebih dari 1/3 ketinggian tiang.

3. Penant ketika harga turun membentuk pola segitiga.

4. Flag ketika harga turun membentuk bendera.

5. Saat volume perdagangan tinggi disertai breakout resisten dapat mengonfirmasi pola.

6. Proyek kenaikan jika breakout bisa setinggi tiang yang sudah terbentuk.

Breakout adalah fenomena pergerakan harga saham yang melewati resisten (atap). Breakout terjadi apabila disertai dengan volume perdagangan yang tinggi dan dapat berdampak pada penguatan harga saham.

Bila Anda sudah mengenali akan terjadinya bullish continuation pattern, yang perlu dilakukan adalah tahan (hold) untuk jangka waktu menengah bagi super trader dan membeli saat breakout pola flag untuk jangka waktu pendek bagi swing trader. []

(Sekar Aqillah Indraswari)


Baca Juga

Berita terkait
Hukum Saham Menurut Pandangan Agama Islam
Jika sudah punya bekal ilmu yang memadai, kamu dapat menjadi investor sukses dan meningkatkan kekayaan.
Atur Strategi Investasi dengan Mengenal 5 Musim dalam Saham
Pahami strategi ini agar terus mendaptkan cuan.
Dear Investor Pemula, Begini 7 Cara Beli Saham
Sebelum tahu cara beli saham, kamu patut memahami dulu apa itu Rekening Dana Investor dan Rekening Dana Nasabah.
0
Ini Alasan Mengapa Pemekaran Provinsi Papua Harus Dilakukan
Mantan Kapolri ini menyebut pemekaran wilayah sebenarnya bukan hal baru di Indonesia.