Kerugian Akibat Bencana Alam di Tahun 2021 Tembus Rp 1.000 Triliun

Nilai kerugian karena bencana alam atau bencana buatan manusia di seluruh dunia mencapai 77 miliar dolar AS di paruh pertama tahun 2021
Banjir di Selandia Baru, Juni 2021 (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Nilai kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam atau bencana buatan manusia di seluruh dunia mencapai 77 miliar dolar AS di paruh pertama tahun 2021. Angka ini berdasarkan perhitungan perusahaan reasuransi, Swiss Re.

Badai musim dingin Uri di Amerika Serikat dan banjir bulan Juni di jantung Eropa mencuatkan angka pembayaran klaim asuransi sepanjang tahun ini. Menurut Swiss Re, sebuah perusahaan reasuransi, yang melindungi perusahaan-perusahaan asuransi di dunia, nilainya melebihi Rp 1.000 triliun.

"Dari total perkiraan nilai kerugian ekonomi selama paruh pertama 2021, 74 miliar dolar AS di antaranya diakibatkan bencana alam, sementara bencana yang disebabkan manusia berkisar 3 miliar dolar AS,” tulis perusahaan Swiss itu dalam keterangan persnya, 12 Agustus 2021.

kebakaran hutan yunaniApi kebakaran hutan berkobar di Limni, Pulau Evia, Yunani, 6 Agustus 2021 (Foto: voaindonesia.com - Sotiris Dimitropoulos/Eurokinissi via Reuters)

Swiss Re menulis gelombang panas ekstrem selama bulan Juni di utara Amerika Serikat bertanggungjawab terhadap bencana kebakaran yang melanda selatan Kalifornia.

"Dampak perubahan iklim termanifestasi dalam suhu yang lebih panas, kenaikan permukaan air laut dan pola hujan yang lebih liar, serta kondisi cuaca ekstrem lainnya,” kata Martin Bertogg, Direktur Kebencanaan Swiss Re.

"Ditambah dengan pertumbuhan urban yang pesat dan akumulasi kekayaan yang timpang di kawasan rawan bencana, faktor tambahan seperti badai musim dingin, angin kencang, banjir atau kebakaran hutan menambah kerugian yang tercipta.”

Dengan 77 miliar dolar AS, nilai total kerugian ekonomi tahun ini lebih rendah ketimbang paruh pertama tahun lalu, ketika kerugian mencapai 114 miliar dolar AS, dan nilai rata-rata selama 10 tahun terakhir yang sebesar 108 miliar dolar AS.

Kebakaran hutan di TurkiKebakaran hutan di Turki (gambar), Yunani dan Italia belum termasuk dalam catatan nilai kerugian akibat bencana alam selama 2021 (Foto: dw.com/id)

Tagihan di paruh kedua 2021. Meski begitu, nilai kerugian yang ditanggung perusahaan asuransi tercatat lebih tinggi. Swiss Re memperkirakan angkanya mencapai 40 miliar dolar AS setara dengan Rp 575 triliun, tertinggi kedua dalam sejarah.

Kerugian paling besar dialami perusahaan asuransi pada tahun 2011, ketika gempa bumi di Jepang dan Selandia Baru mencuatkan klaim yang harus dibayar menjadi 104 miliar dolar AS.

Badai Uri yang menyelimuti negara bagian Texas, AS, dengan salju tebal dan udara yang membeku, menyebabkan kerugian senilai 15 miliar dolar AS bagi perusahaan asuransi. Adapun klaim ganti rugi dari banjir di Eropa bulan Juni silam mencapai 4,5 miliar dolar AS.

Adapun bencana yang dipicu manusia, menciptakan kerugian senilai 2 miliar dolar AS, setara dengan Rp 28 triliun, pada paruh pertama 2021. Angka ini juga tergolong lebih rendah, antara lain akibat pandemi corona dan pembatasan sosial yang berlaku, tulis Swiss Re.

Nilai tersebut belum mencakup total kerugian yang terjadi selama bulan Juli, di mana banjir hebat menyisakan kerusakan hebat di Eropa dan China. Belum lagi kebakaran hutan di Turki, Yunani dan Italia akibat gelombang panas yang diprediksi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Pengalaman sejauh ini di 2021 menggarisbawahi ancaman yang meningkat dan menempatkan semakin banyak penduduk Bumi dalam risiko terdampak cuaca ekstrem,” kata Bertogg. Menurutnya Badai Uri menyebabkan nilai kerugian serupa dengan bencana lain seperti topan atau siklon.

"Industri asuransi harus meningkatkan kemampuan untuk menghitung risiko dari ancaman-ancaman yang kurang diperhatikan ini untuk memperkuat daya tahan keuangan masing-masing,” imbuhnya [rzn/vlz (Reuters, AFP)]/dw.com/id. []

Berita terkait
Tidak Ada Tanda-tanda Kebakaran Hutan di Yunani Akan Padam
Lebih dari 600 petugas pemadam kebakaran berjuang padamkan kebakaran hutan besar yang membumihanguskan Pulau Evia, Yunani
Ribuan Warga Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan di Yunani
Ribuan orang pada hari Minggu, 8 Agustus 2021, meninggalkan rumah mereka di Pulau Evia, Yunani, karena kebakaran hutan
Hari Kelima Yunani Berjuang Memadamkan Kebakaran Hutan
Api menyapu sebuah kota dekat Athena, Yunani, semalam dan ratusan orang dievakuasi dengan feri dari Pulau Evia
0
Kerugian Akibat Bencana Alam di Tahun 2021 Tembus Rp 1.000 Triliun
Nilai kerugian karena bencana alam atau bencana buatan manusia di seluruh dunia mencapai 77 miliar dolar AS di paruh pertama tahun 2021