Kemendag Minta Importir Sesuaikan Harga Kedelai

Kementerian Perdagangan meminta para importir untuk menyesuaikan harga kedelai impor agar harganya kembali stabil dan kembali di produksi.
Ilustrasi - Kedelai. (Foto: Tagar/Pexels/Polina Tankilevitch)

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta para importir untuk menyesuaikan harga kedelai impor, agar harganya kembali stabil, dan perajin tempe serta tahu yang sempat mogok  bisa memproduksi lagi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, mengatakan baik penurunan itu pihaknya juga memperkirakan harga kedelai akan turun lagi seiring dengan panen raya kedelai di negara produsen.


Kami juga mengapresiasi komitmen para pelaku usaha kedelai dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kedelai pada puasa dan Lebaran.


"Harga kedelai dunia sudah mengalami penurunan. Kami minta dukungan para pelaku usaha, khususnya importir kedelai untuk menjaga harga kedelai impor agar harga tahu dan tempe di tingkat perajin tetap stabil,” ucap Oke, melalui keterangan resmi di website Kementerian Perdagangan, Senin, 31 Mei 2021.

“Kami juga mengapresiasi komitmen para pelaku usaha kedelai dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kedelai pada puasa dan Lebaran 2021 lalu," ucapnya.

Ia juga menyampaikan harga kedelai dunia pada seminggu belakangan ini mulai turun. Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), pada minggu keempat Mei 2021, harga kedelai berada di kisaran US$ 15,04 bushels atau Rp 9.220 per kilogram (kg).

Itu turun 5,1 persen dibanding minggu sebelumnya yang US$ 15,8 per bushels atau Rp 9.604 per kg.

Harga kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tempe dan tahu belakangan ini memang naik. Salah seorang perajin tahu Cibuntu, Dadang (54), mengatakan saat ini harga kedelai telah mencapai Rp 10.700 per kilogram dan bahkan ada juga yang sampai Rp 11 ribu.

Padahal normalnya, harga kedelai hanya Rp 6.800-Rp 7 ribu per kilogram.

"Sebelum lebaran saja sudah Rp 10 ribu per kilogram. Sekarang naiknya sudah sampai Rp 11 ribu," kata Dadang, Jumat, 28 Mei 2021.

Atas kondisi tersebut itulah, produsen tahu tempe mogok produksi mulai Jumat, 28 Mei 2021 sampai dengan Minggu, 30 Mei 2021. []

Berita terkait
Kemendag Teken Kerja Sama Pemberdayaan UMKM dengan Accor, BNI, dan Pemprov DKI
Kemendag kembali menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendorong pemberdayaan UMKM dengan grup perhotelan Accor, BNI & Pemprov DKI.
Cara Perajin Tempe di Jakarta Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Melonjaknya harga kedelai impor membuat pembuat tempe harus memutar otak untuk mengatasinya. Ini cerita seorang pembuat tempe di Jakarta.
Langkah Cepat Kementan Stabilkan Pasokan dan Harga Kedelai
Kementan gerak cepat menstabilkan pasokan dan harga kedelai dalam 100 hari pertama agar pengrajin tempe dan tahu dapat terus berproduksi.
0
Kemendag Minta Importir Sesuaikan Harga Kedelai
Kementerian Perdagangan meminta para importir untuk menyesuaikan harga kedelai impor agar harganya kembali stabil dan kembali di produksi.