Kemen PPPA Hadiri Dialog Virtual Mewakili Indonesia

Kemen PPPA mewakili Indonesia menghadiri Dialog Virtual. Bersama para Menteri Urusan Perempuan dari Anggota MIKTA.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni (Foto:Tagar/kemenpppa.go.id)

Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mewakili Indonesia menghadiri Dialog Virtual. Bersama para Menteri Urusan Perempuan dari Anggota MIKTA. Dialog berlangsung dengan mengangkat tema “Perempuan di Garis Depan Penanggulangan COVID-19 di MIKTA”. 

Strategi dan langkah untuk mengatasi dampak krisis yang di hadapi perempuan di masa pandemi ini sehingga kemudian dapat menyelaraskan tindakan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang relevan

MIKTA merupakan kerjasama informal beranggotakan Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia yang bertujuan untuk mendorong tatakelola pemerintahan global dan membahas berbagai isu global yang menjadi kepentingan bersama.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni menekankan tujuan dari dialog virtual kali ini untuk membahas dan berbagi pandangan terkait strategi dan tantangan dalam mengintegrasikan isu perempuan ke dalam kebijakan nasional. Guna merespon pandemi Covid-19 serta memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas kelompok kurang beruntung dan rentan ditangani tanpa diskriminasi.

Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi anggota MIKTA khususnya Indonesia yang membidangi urusan perempuan dan keluarga untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pemberdayaan perempuan. 

"Kami juga membahas tentang strategi dan langkah untuk mengatasi dampak krisis yang di hadapi perempuan di masa pandemi ini sehingga kemudian dapat menyelaraskan tindakan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang relevan," ujar Agustina Erni yang mewakili Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam Dialog Virtual bersama Anggota MIKTA, Kamis, 8 Oktober 2020.

Beberapa isu yang menjadi pembahasan yakni, perempuan yang kehilangan pekerjaan, mengalami kekerasan, pekerja kesehatan perempuan yang terpapar, meningkatkan ketahanan rumah tangga, serta dampak jangka dari pandemi untuk kemandirian ekonomi perempuan. 

Menurut pandangannya, Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah perekonomian dunia dalam cara kita berbisnis, meskipun ada peluang namun jalan menuju pemulihan masih belum pasti. Oleh karena itu, semakin penting untuk kita dapat membuat langkah-langkah dan kebijakan dimana untuk menyelamatkan nyawa, mata pencaharian, dan memastikan pemulihan yang cepat setelah masa pandemi di bidang ekonomi terutama bagi perempuan. 

"Kami sangat mendorong negara-negara anggota MIKTA untuk membuat sistem pemantauan atau berbagi informasi secara berkala tentang cara dan kebijakan yang dapat mendukung kehidupan dan ekonomi perempuan sehingga kami dapat membandingkan catatan dan mengambil pembelajaran satu sama lainnya," kata Erni

"Kami yakin, ketika perempuan sejahtera, masyarakat dan bangsanya juga akan berkembang. Mari jadikan perempuan sebagai bagian dari solusi bukan hanya satu dari banyak masalah pembangunan di negeri,” sambungnya.

Menyikapi pandemi dan menanggulangi keterpurukan ekonomi, pemerintah Indonesia melalui Kemen PPPA juga telah dan akan terus melakukan berbagai upaya seperti menjalankan program unggulan Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak) untuk memastikan bahwa perempuan dan anak-anak terlindungi dari Covid-19, menyosialisasikan protokol kesehatan keluarga, dan menyiapkan strategi dengan kolaborasi antar K/L untuk meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha mikro dalam memanfaatkan dan mengarungi ekonomi digital. [] 

Baca juga:


Berita terkait
Sekelumit Isi Pedoman Daycare Ramah Anak Inisiasi Kemen PPPA
Pedoman Daycare Ramah Anak sebagai upaya memastikan tumbuh kembang anak dilakukan di pengasuhan alternatif, daycare.
Kemen PPPA Pastikan Tumbuh Kembang Anak dalam Daycare
Kementerian PPPA menyampaikan untuk memastikan tumbuh kembang anak dalam Taman Pengasuhan Anak Sementara atau Daycare.
Kementerian PPPA Kembangkan Layanan PISA untuk Anak
Kemen PPPA menginisiasi pengembangan pusat layanan informasi sahabat anak atau PISA sebagai wadah untuk memenuhi hak anak mendapat informasi layak.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.