UNTUK INDONESIA
Kembali, TNI Gugur Ditembak KSB di Intan Jaya Papua
Kontak tembak yang berujung jatuhnya korban jiwa kembali pecah di Distrik Sugapa. Ini identitas TNI yang gugur
Ilustrasi penembakan. (Foto: Tagar/Pixabay)

Jayapura - Kontak tembak yang berujung jatuhnya korban jiwa kembali pecah di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat 6 November 2020 siang.

Seorang anggota TNI bernama Pratu Firdaus dilaporkan meninggal akibat diterjang peluru Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di bagian lehernya. Sementara, Pratu Arbi luka tembak di bagian betis kanan. Kedua korban adalah anggota Satgas Yonif Raider 400/BR.

Kontak tembak terjadi di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, lokasi kontak tembak berada di Kampung Titigi.

"Kontak tembak terjadi di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Personel Satgas Yonif R 400/BR yang sedang patroli untuk menjamin keamanan warga masyarakat, ditembak KKB pada Jumat," ujar Suriastawa dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tagar di Jayapura, Jumat 6 November 2020 malam.

Baca juga:

Dia mengatakan, korban saat ini masih dalam proses evakuasi. Sementara, anggota TNI masih mengejar para pelaku. Kejadian ini menambah daftar korban jiwa akibat gangguan dari KSB di Intan Jaya.

Suriastawa menyatakan, belakangan ini KSB semakin massif melancarkan kebiadabannya di wilayah Intan Jaya. Ini menyusul korban berjatuhan, baik TNI dan polisi serta warga sipil.

"Kemarin kita mendengar pernyataan Bupati Intan Jaya tentang kelakuan KKB yang suka mengambil Dana Desa. Selebaran permintaan dana kepada masyarakat juga beredar. Ini semua menunjukkan bahwa KSB dan pendukungnyalah akar masalah di Papua," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengungkapkan jika Kelompok Separatis Bersenjata kerap mengancam Kepala Desa dan Sekretarisnya.

Tujuannya, tak lain memeras keuangan desa saat mengetahui Dana Desa telah cair. Uang hasil pemerasan itu pun digunakan untuk membeli senjata dan amunisi.

"Setelah mengetahui pencairan dana desa, KKB ini biasanya mengancam aparatur desa dengan senjata. Mereka menunggu di perkampungan," ujar Natalis seraya mendukung kepolisian dan TNI untuk melakukan penegakan hukum terhadap KSB. []

Berita terkait
Oknum Penyelenggara Pemilu di Papua Bakal Disapu Bersih DKPP
DKPP mulai berbenah di Provinsi Papua. Dimana oknum yang yang terbukti melanggar kode etik Pemilu bakal diberhentikan
KPK Selidiki Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Mimika Papua
KPK tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan Gereja Kingmi Kabupaten Mimika Papua.
Asosiasi Bupati Pegunungan Protes Penetapan Sekda Papua
Penetapan Dance Yulian Flassy sebagai Sekda definitif Provinsi Papua menuai protes dari kalangan masyarakat Papua. Ini penyebabnya
0
Kembali, TNI Gugur Ditembak KSB di Intan Jaya Papua
Kontak tembak yang berujung jatuhnya korban jiwa kembali pecah di Distrik Sugapa. Ini identitas TNI yang gugur