UNTUK INDONESIA
Keluh Kesah Mahasiswa Aceh di Wuhan Akibat Corona
Ita Kurniawati merupakan satu dari 12 mahasiswa Aceh yang masih bertahan di Kota Wuhan,Provinsi Hubei, China.
Ita Kurniawati bersama mahasiswa Aceh lainnya yang masih bertahan di Kota Wuhan,Provinsi Hubei, China. (Foto: Tagar/Dok Pribadi)

Banda Aceh - Ita Kurniawati merupakan satu dari 12 mahasiswa Aceh yang masih bertahan di Kota Wuhan,Provinsi Hubei, China. Saat ini, anak dari pasangan Usman Sugianto dan Sumarni itu masih berdiam diri di kamar akibat wabah Virus Corona yang menyerang negara tersebut.

Saat wawancara dengan Tagar, Ita yang menempuh pendidikan di jurusan Public Administration, Wuhan University ini menyampaikan keluh kesahnya karena masih terkurung di Kota Wuhan. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing pun belum bisa memastikan kapan mahasiswa Indonesia dievakuasi dan dipulangkan ke daerah masing-masing.

Kami sedikit kesusahan terkait air minum, kemudian stok-stok sayur-sayuran dan makanan lainnya.

“Jadwal pemulangan sampai saat ini KBRI sendiri tidak berani menjamin kapan kami bisa pulang atau bisa keluar dari Kota Wuhan ini karena mereka masih menunggu izin dari pemerintah provinsi setempat, semua harus sesuai prosedur,” kata Ita saat dihubungi Tagar dari Banda Aceh, Selasa, 28 Januari 2020.

Ita menyebutkan, yang paling dibutuhkan mahasiswa Aceh di Wuhan saat ini adalah air minum dan makanan. Sebab, selama Virus Corona menyerang, mereka disarankan untuk tidak makan dan minum air sembarangan.

“Kami sedikit kesusahan terkait air minum, kemudian stok-stok sayur-sayuran dan makanan lainnya, itu sangat kami butuh, karena dalam keadaan cuaca dingin seperti ini bawaan tubuh pastinya lapar, sejauh ini kendalanya belum berani keluar dari ruangan aja sih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama di Wuhan, mereka juga disarankan untuk tidak makan makanan seperti daging frozen, seafood, ikan dan makanan-makanan lainnya.

“Juga makanan seperti ikan-ikan, daging-daging diimbau jangan makan dulu,” kata Ita.

Sebelumnya, Direktur Pemuda Pelajar Indonesia se-Tiongkok, Mulia Mardi menyebutkan saat ini yang paling dibutuhkan oleh para mahasiswa asal Aceh yang berada di Wuhan adalah masker khusus dan makanan.

“Merebaknya virus corona di Wuhan berakibat pada menipisnya stok makanan dan masker khusus, saat ini harga makanan bahkan sudah naik hingga lima kali lipat dari harga biasa,” kata Mulia Mardi kepada wartawan di Banda Aceh, Senin, 27 Januari 2020.

Dia mengatakan, kenaikan makanan pokok tersebut dipicu oleh kondisi di Wuhan karena sedang masuk dalam musim dingin, ditambah lagi dengan merebaknya Virus Corona. Kondisi ini juga diperparah dengan banyaknya toko makanan yang tutup.

“Toko makanan yang buka sangat minim dan selalu terjadi antrian panjang karena toko tidak buka setiap saat,” katanya. []

Baca Juga:


Berita terkait
Massa Bubarkan Pengajian di Aceh
Sekelompok massa membubarkan pengajian yang diisi oleh Ustaz Farhan Abu Furaihan di Masjid Al-Makmur Lampriet (Masjid Oman), Kota Banda Aceh, Aceh.
Ratusan CPNS Aceh Singkil Diperiksa Pakai Detektor
Ratusan peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Aceh Singkil, Aceh diperiksa pakai alat detektor.
Begini Kronologi Terbakarnya Hotel di Aceh
Api pertama kali muncul dari gudang penyimpanan barang bekas di lantai tiga Hotel 61 di Jalan Panglima Polem, Kota Banda Aceh, Aceh.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.