UNTUK INDONESIA
Kekeringan di Kabupaten Kulon Progo Semakin Parah
Bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Kulon Progo kini semakin parah. Jumnlah wilayah yang dampak kekeringan semakin bertambah.
Penyaluran bantuan kekeringan pada masyarakat. (Foto: Tagar/Harun Susanto)

Kulon Progo - Belum adanya hujan yang turun, menyebabkan bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Kulon Progo kini semakin parah. Jumlah wilayah serta jumlah penduduk yang terdampak, justru mengalami peningkatan.

Pada akhir bulan Juli yang lalu, tercatat sebanyak 7.771 jiwa dari 97 dusun yang berada di 24 desa, enam kecamatan, yaitu Kecamatan Panjatan, Girimulyo, Kokap, Pengasih, Kalibawang dan Samigaluh sudah mengajukan permintaan bantuan droping air bersih.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Suhardiyana mengatakan, dari data terbaru pada awal bulan september ini, masyarakat yang terdampak kekeringan mengalami kenaikan. Sebanyak 7.846 warga di 101 dusun, 26 desa, enam kecamatan, terdata sudah terkena dampak kekeringan.

Kondisi nyata di lapangan, justru diperkirakan jauh lebih banyak, karena tidak semua dusun menyertakan jumlah warga terdampak dalam laporan proposal bantuan. Tidak hanya dari pedusunan, permintaan penyaluran air juga datang dari sejumlah rumah ibadah dan sekolah.

"Berdasarkan perkiraan BMKG, hujan baru akan turun di bulan November. Karena masih lama, maka pada saat ini sudah banyak sumber air telah mengering. Akibatnya, warga yang belum terjangkau jaringan PDAM atau Pamsimas, mengalami krisis air bersih. Sumber air makin berkurang debitnya, sementara permintaan terus bertambah," kata Suhardiyana kepada Tagar senin 9 September 2019.

Sejak beberapa pekan terakhir, Taruna Siaga Bencana Kulonprogo sudah menerjunkan satu unit armada truk pengakut tangki air untuk menyasar sejumlah lokasi kekeringan. Penyaluran bantuan air, juga dilakukan oleh sejumlah pihak.

Sementara itu, Komandan Tagama Kulon Progo Miskijo mengatakan, setiap hari sekitar 5 tangki air disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan, dengan menggunakan satu armada. Jika nanti dua atau tiga hari ada perubahan dan kebutuhan masyarakat terhadap air bertambah, maka armada satu tangki dari provinsi juga siap digunakan.

"Bantuan tangki air yang diperoleh Kulonprogo dari APBD DIY sebanyak 175 tanki dan APBN 5 tangki, dan itu sudah tersalurkan semua. Selain pemerintah, bantuan juga berdatangan dari sejumlah pihak swasta,"ujar Miskijo.

Dia menambahkan, selain penyaluran bantuan air bersih sebagai upaya antisipasi krisis air, Tagana menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya menghemat air yang menyasar warga, hingga sekolah-sekolah terdampak kekeringan. []

Baca juga:

Berita terkait
Konflik Tambang Pasir di Kulon Progo Makin Memanas
Konflik Tambang Pasir di wilayah Desa Banaran Kecamatan Galur Kulon Progo makin memanas. Pihak penolak tambang dan penambang saling tuduh
Jokowi Tertarik Jalur Bedah Menoreh Kulon Progo
Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tertarik dengan usulan Jalur Bedah Menoreh Bandara YIA.
Senangnya Siswa di Kulon Progo Terima Buku dari Jokowi
Jokowi meninjau progres pembangunan Bandara YIA dan membawa berkah bagi sejumlah orang.
0
Pesan Jokowi untuk Menteri Kabinet Kerja Jilid II
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin mengenalkan menteri yang bertugas di Kabinet Kerja jilid II dan memberikan enam pesan penting.