UNTUK INDONESIA
Kasus DBD di Kabupaten Tegal Naik di Tengah Pandemi
Di masa pandemi, tak hanya kasus Covid-19 yang meningkat. Kasus DBD juga menunjukkan grafik peningkatan, termasuk yang meninggal dunia.
Seorang dokter memeriksa seorang anak yang menderita DBD di Rumah Sakit Mitra Siaga, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. (Foto: Tagar/Farid Firdaus)

Tegal - Tak hanya kasus Covid-19 yang terus meningkat, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah juga naik di masa pandemi. Terdapat 219 orang terjangkit DBD dengan empat di antaranya meninggal.‎

"Sejak Januari hingga pertengahan Mei, ada 219 kasus DBD dengan empat kasus kematian. Mereka yang meninggal semuanya usia anak-anak," kata‎ Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Ari Dwi Cahyani, Sabtu, 13 Juni 2020.

‎Ari mengatakan 219 kasus tersebut tersebar di 18 kecamatan.‎ Kasus terbanyak berada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Lebaksiu mencapai 29 kasus, Kecamatan Kramat sebanyak 23 kasus, Kecamatan Suradadi dengan 18 kasus, dan di Kecamatan Slawi ada 15 kasus.

Sejak Januari hingga pertengahan Mei, ada 219 kasus DBD dengan empat kasus kematian.

Menurut Ari, jika dibandingkan dengan kasus DBD pada tahun lalu, ada peningkatan‎ hampir tiga kali lipat. Pada periode yang sama tahun lalu, terdapat 79 kasus dengan jumlah penderita yang meninggal dua orang.

"Dengan adanya peningkatan kasus ini, kami jangan sampai lengah karena Covid-19. Memang saat ini sedang pandemi Covid-19, tapi tetap memperhatikan kasus DBD yang peningkatannya luar biasa," ujar Ari.

Ari mengatakan, untuk menekan kasus DBD pihaknya ‎terus mensosialisasikan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ke masyarakat meski ada kesulitan dan keterbatasan di tengah pandemi Covid-19.

Upaya lainnya, yakni dengan melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan warga yang terdapat kasus DBD. "Pada tahun ini kami sudah melakukan fogging di 70 titik," ujar Ari.

‎Menurutnya, pelaksanaan pengasapan tersebut menyesuaikan dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan terkait pelaksanaan fogging di masa pandemi Covid-19. Langkah itu hanya dilakukan di luar rumah.

"Kalau biasanya fogging dilakukan sampai ke dalam rumah, di masa pandemi hanya dilakukan di luar rumah. Tujuannya agar warga keluar rumah dan berkerumun. Selama fogging, warga tetap di dalam rumah, pintu dan jendela ditutup," ucapnya. []

Baca juga: 

Berita terkait
Jadwal Kereta Api di Stasiun Tegal di Era New Normal
Stasiun Tegal mulai melakukan pelayanan di masa new normal untuk kereta api lokal reguler. Kapan jadwal pelayanan dimulai?
Wisata Guci Tegal Dibuka 1 Juli, Begini Rencananya
Wisata Guci di Kabupaten Tegal bersiap diri menyambut new normal. Rencananya dibuka 1 Juli 2020, namun dengan sejumlah syarat. Apa saja?
Karyawan Bank di Tegal Menularkan Covid-19 ke Ibunya
Seorang ibu di Kabupaten Tegal diduga tertular Covid-19 dari anaknya, karyawan bank swasta di Kota Tegal. Seperti apa riwayat penularannya?
0
Pemilik dan 1.000 Karyawan Bhakti Karya Dukung Pradi-Afifah
H. Ahmad Syafei yang merupakan pemilik serta kader Partai Gerinda bersama 1.000 Karyawan Bhakti Karya dukung Pradi-Afifah.