Kapolda Sebut Bos Sabu di Aceh Seperti Film Robin Hood

Bandar narkoba sering kali hadir di tengah masyarakat sebagai Robin Hood yang membagi-bagikan uang.
Para pelaku yang diduga menyelundup narkotika sebanyak 101 kilogram dari Malaysia dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa, 3 November 2020. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Inspektur Jenderal Polisi Wahyu Widada menyebutkan, salah satu penyebab perairan di Aceh sering dipakai sebagai jalur penyelundupan narkoba adalah kehadiran Robin Hood di tengah masyarakat.

Robin Hood adalah legendaris di cerita rakyat Inggris yang mencuri uang dari perusahaan-perusahaan untuk dibagikan ke badan amal dan masyarakat. Hal ini pula kerap dilakukan oleh bos-bos bandar narkoba di Aceh.

“Tapi memang rata-rata komandan (bos narkoba) ini kayak Robin Hood, dia dapat untung, dapat uang ya bagi-bagi juga sehingga ada orang-orang itu yang merasa terbantu,” ujar Wahyu, usai konferensi pers pengungkapan 101 kilogram narkoba di Mapolda Aceh, Selasa, 3 November 2020.

Tapi memang rata-rata komandan (bos narkoba) ini kayak Robin Hood, dia dapat untung, dapat uang ya bagi-bagi.

Jenderal Bintang Dua ini menjelaskan, kehadiran bos-bos narkoba di tengah masyarakat terkadang sudah menjadi rahasia umum. Masyarakat pun seperti pasrah dengan kondisi tersebut.

“Masyarakat terkadang ya sudahlah, daripada ini, saya cukup diam saja, padahal dengan diam itu juga berbahaya.”

“Ini harus kita tumbuhkan kesadaran kepada masyarakat. Ini musuh kita bersama, kita tidak menyerang orang per orang, kita menyerang narkobanya,” ujar Wahyu.

Wahyu menyebutkan, jalur pantai timur Aceh memang menjadi daerah yang rawan penyelundupan narkoba. Sepanjang jalur ini terdapat pelabuhan-pelabuhan tikus yang sulit dideteksi oleh penegak hukum.

“Wilayah Aceh panjang sekali garis lautnya, ada kuala-kuala kecil, pelabuhan-pelabuhan kecil. Sehingga perlu pengawasan ketat, perlu kolaborasi, termasuk dengan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Bawa 81 Kg Sabu, Polisi Tembak Mati Tekong Kapal di Aceh

Ia mengatakan, pengungkapan 101 kilogram narkoba tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Aceh dalam memperantas narkoba di Bumi Serambi Mekkah. Sehingga, barang terlarang ini tak merusak generasi masa depan Aceh.

“Pemberantasan ini harus tegas kita lakukan untuk memutuskan suplai narkoba masuk ke Aceh. Ini juga menjadi warning untuk mereka supaya tidak bermain narkoba di Aceh," ujarnya. []

Berita terkait
Penampakan 8 Bandar Sabu yang Selundup 101 Kg Sabu di Aceh
Polisi Aceh mengungkap penyelundupan 101 kilogram narkotika jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia dan menangkap 8 bandar sabu.
Sebentar Lagi Jalan Tol Pertama Aceh akan Dikenakan Tarif
Jalan tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) seksi empat Blang Bintang-Indrapuri sepanjang 14 Kilometer mulai memberlakukan tarif pada 10 November 2020.
Polisi Ungkap Kasus Jambret di Pidie Aceh, Pelakunya Remaja
Polisi berhasil mengungkap komplotan pencurian sepeda motor dan jambret di Pidie, Aceh.
0
Empat Kali Berturut-turut! Pemprov DKI Pertahankan Opini WTP
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil mempertahankan Opini WTP dari BPK RI selama empat kali berturut-turut di tengah pandemi yang belum usai.