UNTUK INDONESIA

Kapolda Dicopot Gegara Rizieq Shihab, DPR: Jangan Tebang Pilih

Anggota Komisi III DPR Herman Hery menanggapi pencopotan Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) dan Kapolda Jawa Barat gegara Rizieq Shihab.
Anggota Komisi III DPR Herman Hery menanggapi pencopotan Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) dan Kapolda Jawa Barat gegara Rizieq Shihab. (Foto: Tagar/Fernando P)

Jakarta - Anggota Komisi III DPR Herman Hery menanggapi pencopotan Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) Metro Jaya Nana Sudjana dan Kepala Kepolisan Daerah Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi Novianto oleh Kapolri Jenderal Idham Azis. 

"Saya rasa pencopotan ini merupakan sinyal imbauan keras Kapolri kepada seluruh Kapolda beserta anggotanya untuk benar-benar serius menegakkan protokol Covid-19," kata Herman dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar, Senin, 16 November 2020. 

Jangan ada kesan tebang pilih.

Menurut dia, ke depan Polri harus memastikan untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu kepada siapapun pihak-pihak yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. 

Akan tetapi, politisi PDI Perjuangan (PDIP) mengingatkan, Kapolri Idham Azis juga harus memastikan bahwa mutasi ini benar-benar didasarkan pada reward and punishment yang proporsional.

Baca juga: Rizieq Shihab Didenda Rp 50 Juta, Anies Baswedan Cuma Pencitraan

"Jangan ada kesan tebang pilih," ucapnya.

Selain itu, Herman juga mengimbau Polri agar ke depan harus benar-benar menegakkan sanksi pidana bagi setiap pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

"Sebagaimana telah disampaikan Kapolri melalui Maklumatnya," kata Herman.

Baca juga: Rizieq Bikin Ulah, Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Dicopot

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengungkapkan, Kapolri Idham Azis sudah bertindak tegas dengan mencopot jabatan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi Novianto.

Pencopotan itu tertuang dalam surat telegram Kapolri tertanggal 16 November 2020 dan erat kaitannya dengan munculnya kerumunan massa di sejumlah acara di Jakarta dan Bogor yang dihadiri pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Kata Argo, Irjen Nana Sudjana dan Irjen Sufahradi Novianto dicopot lantaran tidak mengindahkan perintah terkait protokol kesehatan Covid-19.

"Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan, yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapoda Jawa Barat" kata Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 16 November 2020. []

Berita terkait
Buntut Rizieq Kumpulkan Massa, Anies Baswedan Dipanggil Polisi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal dipanggil pihak kepolisian atas buntut pengumpulan massa oleh Habub Rizieq Shihab di Petamburan.
Mahfud Md Sebut Acara Rizieq Shihab Wewenang Anies Baswedan
Menkopolhukam Mahfud Md nyatakan acara Maulid Nabi dan pernikahan yang digelar Habib Rizieq Shihab adalah wewenang Gubernur DKI Anies Baswedan.
Ferdinand Hutahaean Singgung Swab Test untuk Rizieq Shihab
Eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyinggung swab test Covid-19 untuk Habib Rizieq Shihab harus dilakukan juga di sini.
0
Kapolda Dicopot Gegara Rizieq Shihab, DPR: Jangan Tebang Pilih
Anggota Komisi III DPR Herman Hery menanggapi pencopotan Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) dan Kapolda Jawa Barat gegara Rizieq Shihab.