UNTUK INDONESIA
Kandungan dan Bahaya Air Keras
Air keras merupakan larutan asam kuat yang jika mengenai kulit akan menimbulkan nyeri yang bisaj jadi akan membuat kulit mengalami luka bakar.
Ilustrasi Air Keras. (Foto: Instagram/@materialcianjur)

Jakarta - Air keras merupakan larutan asam kuat yang jika mengenai kulit akan menimbulkan nyeri yang bisaj jadi akan membuat kulit mengalami luka bakar. Cairan ini berbahan dari hidrogen dan klorida (HCL) atau asam klorida yang biasa digunakan perindustrian zat–zat warna.

Seperti contoh asam sulfat yang digunakan untuk aki, asam klorida untuk membersihkan permukaan logam sebelum disoldir, asam nitrat untuk menguji logam mulia, dan asam fosfat untuk membuat garam fosfat.

Dari kandungan ini yang membuat air keras menjadi sangat berbahaya jika terkena kulit manusia. Zat kimia ini sebenarnya diperuntukkan bagi kebutuhan industri.

Kandungan air keras

Keasaman satuan pH (potential of Hydrogen) merupakan alat ukur untuk mengetahui derajat keasaman. pH diukur pada skala dari 0 sampai 14. Air murni netral, pada suhu 25 derajat Celcius, memiliki pH 7,0. 

Larutan dengan pH kurang dari 7,0 menunjukkan sifat asam, dan larutan dengan pH lebih dari 7,0 dikatakan bersifat basa atau alkali.

Air keras ini memiliki kandungan kadar asam yang tinggi sehingga mempunyai sifat merusak. Setidaknya ada empat jenis asam yang ada dalam kandungannya, seperti HCL (asam klorida), HNO3 (asam nitrat), H3PO4 (asam fosfat), dan H2SO4 (asam sulfat).

Konsentrasi asam HCL biasanya sekitar 38 persen, HNO3 (68 persen), H3PO4 (70 persen), dan H2SO4 (96 persen).

Biasanya asam klorida digunakan dalam produksi industri pewarna dan umum juga digunakan untuk membersihkan permukaan logam sebelum disolder, serta menghilangkan karat dan kerak besi baja.

Pada dasarnya, asam jenis ini terkandung dalam tubuh manusia namun kadarnya yang rendah. Cairan ini diproduksi dinding lambung untuk memproses pencernaan makanan.

Selain itu, dinding lambung juga ada sel goblet yang berfungsi menghasilkan semacam lapisan lendir untuk melindungi dari HCL. Sehingga HCL tidak merusak lambung.

Bahaya jika terkena kulit

Jika mengenai kulit, air keras mampu membuat kulit dehidrasi, inilah yang menyebabkan kulit terasa panas. Air yang mengalir akan mampu mendinginkan jaringan di sekitar kulit.

Bahkan, jika cairan menyentuh mata maka hendaknya segera siram dengan air hangat selama 20 menit. Dengan menghirup uapnya saja, harus buru-buru ke tempat dengan sirkulasi udara segar.

Apalagi, hal itu jika sampai terminum, korban jika masih sadar dianjurkan untuk minum air putih du gelas. Namun setelah itu perlu dilakukan penindakan medis.

Sementara itu, jika larutan ini terhirup, bisa berakibat sangat toksik, bahkan kematian. Iritasi berat bisa terjadi pada hidung dan tenggorokan. Gejalanya berupa batuk, napas sesak, dan dada seperti tertekan.

Jika korban masih bisa selamat terkadang mereka harus menanggung trauma fisik maupun psikologis karena cacat. 

Pasalnya, larutan tersebut akan membuat jaringan kulit meleleh sehingga putihnya tulang terlihat. Jika lukanya cukup dalam, terkadang kulit pun bisa hancur. 

Berita terkait
Kasus Penyiraman Air Keras di Belahan Dunia
Air keras merupakan larutan asam kuat yang jika mengenai kulit akan menimbulkan nyeri yang bisaj jadi akan membuat kulit mengalami luka bakar.
Begini Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan
Tahun 2018 hampir berakhir, begini perkembangan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan.
Kuasa Hukum CW Sebut LPAI Tidak Fair Tanggapi Kasus Kekerasan Anak di Hotel Le Meridien
Kuasa hukum CW sebut LPAI tidak fair tanggapi kasus kekerasan anak di Hotel Le Meridien. "Kalau LPAI mau fair, buka ruang dialog kita klarifikasi,” ujarnya.
0
Pelaku Penyiraman Air Keras Terekam CCTV
Sebanyak enam pelajar SMP tersebut disiram oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya itu dan apa motifnya.