Jakarta, (Tagar 20/3/2019) - Bercita-cita menjadi seorang kiai, justru Rommy, sapaan Romahurmuziy menjadi seorang politikus. Ia mengawali karir di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebagai orang kepercayaan pimpinan sebelumnya. Berlanjut menjadi sekjen hingga ketua umum, meski banyak konflik mewarnai perjalanannya.

Pria yang lahir di Sleman, Yogyakarta pada 10 September 1974 pada 2011 menjabat sebagai ketua Komisi IV DPR mewakili Fraksi PPP, membidangi masalah pertanian, perkebunan, kehutanan, pangan, kelautan, dan perikanan. 

Dalam waktu yang sama yaitu pada tahun 2011, Rommy sempat menjabat Sekjen DPP PPP periode 2011-2015. Selanjutnya, pada 2014 terpilih menjadi ketua umum DPP PPP menggantikan Suryadharma Ali.

Dalam setiap postingan di media sosial, ia sering menyematkan kalimat bijak yang dapat dijadikan motivasi, seperti fotonya yang sedang memanjat tebing dan menyematkan kalimat inspirasi.

Berikut Tagar News rangkumkan kalimat bijak dari Romahurmuziy dari akun Instagram @romahurmuziydaily, sebelum terkena OTT KPK.

"Lakukan sesuatu yang kamu takuti sampai hal itu tidak membuatmu takut lagi"

"Keberanian itu soal pergulatan dengan diri sendiri,"

Menurutnya dalam hidup ini bukan hanya untuk meraih kesuksesan tapi harus memberikan manfaat bagi orang lain.

"Bukan hanya soal hidup dan meraih kesuksesan, tapi memberi manfaat dan menginspirasi banyak orang,"

Unggahan media sosialnya pun turut diramaikan foto-foto dengan gaya anak muda dan menunjukkan hobinya masa kuliah di Jogja dulu, sehingga dia juga menyoroti anak muda merupakan pundak bangsa.

"Pemuda adalah aktor perubahan, di pundak merekalah masa depan bangsa,"

Dia juga kerap memberikan motivasi bagi masyarakat untuk berpikir optimis dan berani mengambil langkah ralistis untuk keberhasilan perubahan.

"Keberhasilan adalah milik mereka yang selalu optimis dan berani ambil langkah realistis," tuturnya.

Lewat media sosial juga terlihat bahwa dalam dunia politik kerap mendapati orang yang tidak menyukainya, seperti foto yang diunggahnya dan menyematkan kalimat. 

"Tidak masalah jika beberapa orang tidak menyukaimu, kebanyakan orang bahkan tidak menyukai diri mereka sendiri"

"Tetap optimis hadapi segalanya, pantang menyerah. Tetaplah menjadi diri sendiri,"

Dia juga menyampaikan bahwa masa depan bangsa Indonesia adalah harapan dan cita-cita, untuk itu harus menjadi orang pintar karena kesuksesan akan menyusul.

"Masa depan Indonesia adalah harapan dan cita-cita. Jadilah orang yang pandai, pasti kesuksesan akan menyusul begitu saja,"

Dia juga mengatakan bahwa masa depan dibangun diatas serpihan masa lalu, dan tidak ada kata gagal dalam diri seorang pemenang.

"Masa depan adalah tempat kita menuju, dibangun di atas serpihan masa lalu. Semoga sukses dalam semua karirmu, karena kata 'gagal' tak dikenal dalam kamus para pemenang. Selamat berkarya!" []