Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, mengomentari kehadiran beberapa partai politik yang mencoba 'membajak' kadernya, selepas hasil hitung cepat berbagai lembaga survei, mengindikasikan kalau PSI bakal gagal lolos ke Parlemen.

Menurutnya, partai politik manapun boleh mencoba untuk merayu dan memengaruhi kadernya agar berpindah partai. Namun, Grace yakin kalau rekan-rekannya di PSI, akan tetap setia berada di gerbong perjuangan yang sama.

"Silakan saja mencoba, tapi saya sih yakin kader-kader kita nggak akan mau," kata dia saat dihubungi Tagar, Kamis, 25 April 2019.

"Tanpa harus saya tahan-tahan ya, tanpa harus saya iming-imingi apapun, mereka akan tetap di PSI," imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan pembaca berita itu menegaskan, PSI selalu menjadi rumah bagi kader-kadernya. 

Kesamaan pandangan terhadap konsep-konsep baru yang ada di PSI, disebut Grace Natalie sebagai salah satu alasan kader-kadernya untuk setia.

Grace menilai, perbedaan konsep dan ide besar partai lain akan membuat kader-kader PSI tidak nyaman, apabila berpindah ke partai-partai tersebut.

"Karena kita membangun ini sama-sama menjadi sebuah tempat yang bebas dari meritokrasi. Di mana orang, dinilai berdasarkan kinerjanya. Coba sekarang partai mana yang punya perekrutan calegnya transparan, kan nggak ada," kata Grace.

"Di partai-partai yang sangat oligarki, apalagi partai keluarga, sebagus apapun kita, nggak akan bisa lebih bagus daripada anggota keluarga. Kader-kader kami, akan frustasi sendiri kalau berada di tempat seperti itu," pungkas Grace Natalie.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, diketahui memberikan penawaran terhadap kader PSI Tsamara Amany untuk duduk di posisi Wakil Ketua Umum (Waketum).

Cak Imin memberikan penawaran tersebut lantaran melihat PSI yang kemungkinan tidak lolos ke DPR, berdasarkan hasil hitung cepat quick count berbagai lembaga survei. Grace kemudian menyebut pintu PKB terbuka lebar untuk Tsamara.

Tawaran tersebut kemudian ditolak. Tsamara mengatakan kalau dirinya akan melanjutkan pendidikannya, untuk kemudian kembali ke PSI dan bertempur lagi pada Pemilu 2024 mendatang.

"Saya mau sekolah dulu, akan lanjut S2. Setelah itu, baru kembali ber-PSI lagi, berbenah dan bertarung untuk Pemilu 2024," kata Tsamara, waktu itu. []

Baca juga: