UNTUK INDONESIA
Kabulog Pekalongan Ungkap Penyebab Harga Beras Naik
Kepala Bulog Divre Pekalongan mengungkapkan penyebab naiknya harga beras di tingkat konsumen.
Ilustrasi Panen Raya Beras Petani. (Foto: Ant/Aditya Pradana Putra)

Tegal - Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) 6 Pekalongan, Rasiwan, mengungkapkan penyebab naiknya harga beras di tingkat konsumen.

"Kenaikan harga ini siklus akhir tahun. Penyebabnya panen padi di sejumlah daerah berkurang karena musim kemarau panjang,"‎ kata Rasiwan, Kamis, 5 September 2019.

Ia mengatakan, berdasarkan pantauan harga di sejumlah pasar tradisional di Kota Tegal, harga beras jenis mulai mengalami kenaikan, baik beras jenis medium maupun premium.

Panen padi di sejumlah daerah berkurang karena musim kemarau panjang.

Harga beras jenis medium naik dari Rp 8.500 per kilogram pada pekan lalu menjadi Rp 8.750 per kilogram pada pekan ini. Sedangkan beras jenis premium mengalami kenaikan menjadi Rp 11.750 per kiloram dari sebelumnya Rp 11.500 per kilogram.

Toko \'Pangan Kita\'Salah satu Toko \'Pangan Kita\' milik Bulog, yang ada di pasar tradisional di Kota Tegal, untuk mengendalikan kenaikan harga beras di tingkat konsumen. (Foto: Tagar/Farid Firdaus)

Rasiwan menyebut kenaikan tersebut masih belum signifikan dan masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan.

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp 9.450, sementara HET beras premium Rp 12.800.

‎"Kenaikan ini masih dalam taraf wajar. Tapi kita tetap lakukan langkah untuk mengendalikan harga agar tidak terus mengalami kenaikan," ujar Rasiwan.

Baca juga: Pedagang di Tegal Ungkap Penyebab Turunnya Harga Tomat

Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan memasok beras dengan harga di bawah pasaran ke Toko Pangan Kita (TPK) milik Bulog yang ada di pasar tradisional. Di TPK, beras medium dijual dengan harga Rp 8.500 per kilogram. Adapun beras premium harganya Rp 10.500 per kilogram.

"Diharapkan dengan adanya pasokan ke TPK-TPK, kenaikan harga beras bisa dikendalikan," kata Rasiwan.

Sementara itu, menurut salah satu pedagang di Pasar Kejambon, Kota Tegal, Sukabti, 55 tahun, ‎harga beras kualitas rendah naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 10.500 per kilogram.

"Kalau beras kualitas yang sedang naik dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.000," ujarnya, Kamis, 5 September 2019.

Sukabti mengatakan, kenaikan tersebut sudah berlangsung selama sepekan. Penyebabnya adalah pasokan dari petani yang berkurang. "Kemungkinan harga masih akan naik kalau stoknya terus sedikit," ucapnya. []

Berita terkait
Bulog Jamin Stok Beras Aceh Aman Hingga Sepuluh Bulan
Kepala Bulog Divre Aceh, Sabaruddin Amrullah mengatakan stok beras untuk kawasan Aceh aman hingga sepuluh bulan ke depan.
Remaja di Makassar, Mencuri Untuk Bisa Beli Beras
Pria asal Kabupaten Gowa ini nekat membobol sekolah, butuh uang untuk beli beras dan main game online.
Yanti: Belum Terima Sebutir Beras Pun dari Presiden
Warga Kota Sibolga terdampak bom 13 Maret 2019 lalu melakukan demo menuntut bantuan
0
Mahfud MD Jadi Menko Polhukam, Meleset dari Survei
Mahfud MD menjadi Menko Polhukam di Kabinet Jokowi. Sebelumnya, survei menunjuk ia figur tepat menjadi jaksa agung.