UNTUK INDONESIA
Jumlah Laboratorium Kunci Atasi Corona di Yogyakarta
Kasus corona Yogyakarta melonjak. Ini karena punya 5 laboratorium Covid-19. Keberadaannya menjadi kunci sukses menangani kasus corona.
Ilustrasi Laboratorium. (Foto: Pixabay)

Yogyakarta - Laboratorium kesehatan perlu mendapat dukungan dari Pemda DIY untuk menjalankan operasionalnya. Saat ini peran laboratorium kesehatan sangat penting untuk melakukan uji sampel hasil swab.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut kecepatan dan kapasitas laboratorium menjadi salah satu kunci keberhasilan penanganan wabah Covid-19 di DIY. Swab massal maupun swab pasien rumah sakit hasilnya diuji di laboratorium untuk mengetahui apakah pasien positif atau negatif Covid 19.

"Saya melihat sendiri bagaimana laboratorium-laboratorium di DIY bekerja sangat keras di tengah keterbatasan fasilitas, SDM, maupun pembiayaan. Beberapa laboratorium diubah mendadak menjadi laboratorium uji Covid padahal sebelumnya laboratorium digunakan untuk berbagai keperluan," kata Huda, Jumat, 31 Juli 2020.

Menurut Huda, laboratorium mikrobiologi UGM tadinya untuk pembelajaran kemudian diubah fungsi total, juga laboratorium BBTKLPP, laboratorium Sardjito, Hardjolukito, BBVet Kulon Progo.

Rata-rata lab ini bekerja ekstra dengan tenaga ekstra dan berisiko tinggi karena mengerjakan dan berinteraksi dengan sampel-sampel Covid-19.

Kapasitas uji sampel berbagai laboratorium di DIY ini sekitar 1.500 sampel per hari dengan kapasitas terbesar di laboratorium BBTKLPP Bantul dengan kapasitas uji sekitar 1.000 sampel per hari dengan 15 jam kerja. "Rata-rata lab ini bekerja ekstra dengan tenaga ekstra dan berisiko tinggi karena mengerjakan dan berinteraksi dengan sampel-sampel Covid-19," ujarnya.

Banyak sekali dukungan yang diperlukan untuk berbagai laboratorium ini agar bisa bekerja ekstra keras dengan kapasitas dan kecepatan yang memadai. Tambahan yang paling penting adalah SDM laboratorium yang berkompeten agar bisa berbagi kerja dengan SDM yang saat ini sudah ada dan kerja ekstra keras bahkan ekstra waktu. "Beberapa laboratorium bisa menambah shift kerja untuk menaikkan kapasitas, tetapi terkendala kurang SDM," katanya.

Baca Juga:

Selain itu, dukungan APD, peralatan laboratorium, PCR, operasional, reagen, dan berbagai keperluan lain sangat diperlukan segera. "Saya minta Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY segera berkoordinasi dan melakukan pendataan berbagai keperluan tersebut dan dipenuhi secepatnya. Koordinasi dengan Pemda Jateng juga diperlukan karena laboratorium di DIY juga mengerjakan sampel dari Jateng dalam jumlah yang cukup banyak," ujar dia.

Perpanjangan status tanggap darurat, katanya, untuk yang ketiga kalinya ini mengisyaratkan bahwa penanganan Covid-19 memerlukan strategi nafas panjang. "Saya mendukung Gubernur DIY jika kasus corona masih meningkat dan belum terkendali status tanggap darurat akan diberlakukan terus," katanya.

Hal ini sangat diperlukan untuk kemudahan penanganan dan administrasi pemerintah serta kewaspadaan masyarakat. Keberhasilan penanganan Covid-19 dalam jangka panjang sangat tergantung dari ketahanan rumah sakit dan laboratorium. Sehingga ketahanan rumah sakit dan laboratorium menjadi kunci dan harus disiapkan secara baik. []

Berita terkait
Breaking News: Corona di Yogyakarta Tambah 64 Kasus
Dalam sehari ada penambahan 64 kasus positif corona di Provinsi DIY. Ini adalah penambahan terbanyak dalam 24 jam sejak pandemi di DIY.
Corona di Yogyakarta 12 Sembuh, Kasus Baru 15 Orang
Pasien corona di Yogyakarta sembuh 12 orang, tapi bertambah 15 orang. Data per Rabu, 29 Juli 2020 pukul 16.00 WIB.
Klaster Covid-19 di Kapanewon Lendah Kulon Progo
Di Kabupaten Kulon Progo ada klaster corona. Klaster ini berada di Kapanewon Lendah. Warga diminta tetap patuh protokol kesehatan.
0
Jumlah Laboratorium Kunci Atasi Corona di Yogyakarta
Kasus corona Yogyakarta melonjak. Ini karena punya 5 laboratorium Covid-19. Keberadaannya menjadi kunci sukses menangani kasus corona.