UNTUK INDONESIA
Jumlah Ibu Hamil Kota Serang saat Covid-19 Meningkat
Ibu hamil mengalami peningkatan 10 persen, kemungkinan disebabkan penerapan kebijakan Work From Home WFH saat pencegahan pandemi Covid-19.
ilustrasi ibu hamil. (Foto: Pixabay.com)

Serang - Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Lenny Suryani mengatakan ibu hamil mengalami peningkatan 10 persen, kemungkinan disebabkan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) atau #dirumahsaja yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Ada kenaikan karena dengan adanya pandemi ya, karena memang semua di rumah tidak ada yang bekerja.

"Jumlah pelayanan kesehatan ibu hamil yang dari Kota Serang di bulan April memang mengalami peningkatan, bulan Maret kita ada 1.730 ibu hamil dan di bulan April itu meningkat jadi 2.066," ucap Lenny Suryani kepada Tagar di Kota Serang, Kamis, 4 Mei 2020.

Selain itu, kata Lenny, peningkatan juga terjadi pada jumlah ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas untuk pengecekan.

Jika pada bulan Maret jumlah kunjungan ibu hamil hanya 935 orang, pada bulan April meningkat menjadi 1.228 orang. Kemungkinan, peningkatan jumlah itu karena banyak warga yang beraktivitas di rumah saja.

"Ada kenaikan karena dengan adanya pandemi ya, karena memang semua di rumah tidak ada yang bekerja," tutur perempuan berkacamata tersebut.

Lenny mengatakan, jumlah peningkatan itu, merupakan total keseluruhan ibu hamil di Kota Serang yang terdata di Puskesmas maupun di klinik swasta.

Dari jumlah itu, kata Lenny, mayoritas kehamilan baru terjadi pada ibu-ibu yang sudah memiliki anak atau pasangan yang sudah lama menikah.

"Paling banyak yang sudah lama. Karena dengan kondisi begini kan gak ada pernikahan atau agak terbatas lah. Jadi penambahan ini dari kasus ibu-ibu yang sudah punya anak," ucap Lenny.

Meski demikian, kata dia, jumlah itu masih terhitung wajar. Meskipun jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peningkatan di masa pandemi ini cukup signifikan. Karena peningkatannya mencapai ratusan.

"Tahun sebelumnya sih hampir rata gak terlalu jauh perbedaannya, misal ada 1.048 bulan depan paling 1.025 jadi tetap range-nya gak sampai ratusan perbedaanya," ujarnya.

Selanjutnya, dengan diterapkan kenormalan baru (New normal), menurut Lenny, tren ibu hamil masih akan terus mengalami peningkatan. Pasalnya, tidak semua aktivitas dibuka kembali. Selain itu, pandemi Covid-19 juga belum hilang.

"Jadi kemungkinan trennya akan naik terus," kata Lenny.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ikbal membenarkan kenaikan jumlah ibu hamil. Menurut dia, di daerah lain juga sama.

"Kalau dibilang kecenderungannya iya (naik) orang kan banyak dirumah tentu wajar lah," ucapnya.

Ilbal berharap, meskipun masa pandemi dan banyak beraktivitas di rumah saja. Masyarakat juga tetap mengikuti anjuran pemerintah terkait program Keluarga Berencana (KB).

"Kalau harapan walau bagaimana pun juga karena memang program KB itu meningkatkan kesejahteraan, maka tidak ada halangan seperti itu walapun dalam rangka Covid," ucapnya. []

Berita terkait
Wali Kota Serang: New Normal Pulihkan Ekonomi Daerah
Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan Pemkot Serang melihat konsep New Normal sebagai upaya pemulihan ekonomi daerah.
DPRD Serang Meminta Pemerintah Kaji Kenaikan BPJS
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Budi Rustandi melakukan penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
Banjir di Kota Serang, Warga Mengungsi ke Musola
Kota Serang terendam banjir sejak Senin dini hari hingga malam hari, 18 Mei 2020.
0
Pengamat Nilai Pola Komunikasi Satgas Covid-19 Buruk
Ujang menilai, komunikasi yang dilakukan Satgas belum menunjukkan ke arah yang positif.