UNTUK INDONESIA
Jomblo Melimpah, Perempuan Tunisia Tuntut Bisa Poligami
Jumlah perempuan jomblo di Tunisia tinggi.
Ilustrasi perempuan Tunisia. (Foto: Journalducameroun)

Tunisia, (Tagar 31/1/2019) - Sejumlah perempuan Tunisia dikabarkan melakukan demonstrasi menuntut agar poligami bisa dilakukan di negara yang terletak di Afrika Utara tersebut.

Alasan sekelompok perempuan itu lantaran tingginya jumlah perempuan jomblo di Tunisia. Jomblo di negara itu merujuk pada perempuan yang tidak atau belum menikah.

Middle East Monitor dalam laporannya menyatakan suara-suara perempuan tersebut tak terbendung dan makin membesar di sejumlah media sosial Tunisia.

Lewat media sosial lah perempuan itu mengajak massa lain untuk turun ke jalan menyerukan aksi menuntut agar poligami bisa dilakukan pria di Tunisia.

Poligami diketahui hal yang tabu di negara berbatasan dengan  Aljazair tersebut. Undang-undang di negara itu tak segan-segan mengganjar pelaku poligami melalui Pasal 18 Personal Status Code

Presiden Forum Kebebasan dan Kewarganegaraan, Fathi Al-Zghal, menerangkan jika demonstrasi perempuan di Tunisia itu spontan dilakukan mengingat banyaknya problem perempuan tua tak menikah belum teratasi sampai saat ini.

Fathi Al-Zghal mengumumkan kepada media dalam waktu dekat unjuk rasa turun ke jalan perempuan Tunisia akan dilakukan.

Tunisia menempati urutan ke empat dari daftar negara Arab yang memiliki jomblo perempuan paling banyak. Atas seruan perempuan Tunisia, Fathi Al-Zghal mendorong pemerintah negara itu mengkaji ulang larangan poligami sebagai bentuk hak perempuan Tunisia.

Berita terkait
0
Di Balik Dana Hibah dan Larung Bola di Parangkusumo Bantul
Geplak Bantul menggelar larung bola di Pantai Parangkusumo. Aksi ini sebagai syukuran uang Rp 11,6 miliar kembali ke kas Pemkab Bantul.