UNTUK INDONESIA
Jokowi Tekankan 3 Tahapan Pembukaan Wilayah Covid-19
Presiden Jokowi menekankan 3 tahapan dalam membuka sebuah wilayah Covid-19.
Presiden Jokowi mengajak Indonesia memacu lompatan besar hadapi pandemi Covid-19. (foto: Pers Istana).

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kembali bahwa ancaman Covid-19 belum berakhir sehingga manajemen krisis betul-betul harus dilakukan jika ingin membuka wilayah.

Menurut Jokowi, ada 3 tahapan dalam membuka sebuah wilayah, sebagaimana disampaikan pada saat melakukan peninjauan Posko Penanganan Covid-19 Provinsi Aceh, Selasa 25 Agustus 2020.

Adapun 3 tahapan pembukaan wilayah tersebut adalah:

Pertama, prakondisi ini dilakukan terlebih dahulu jangan langsung dibuka. ”Entah mau membuka tempat wisata atau mau membuka di sebuah sektor tertentu,” kata Jokowi.

Kedua, cari timing yang pas dan tepat betul. ”Jangan tahu-tahu besok pagi dibuka misalnya. Ada timing-nya, ada kalkulasinya,” ujar Jokowi.

Kita Alhamdulillah di kuartal pertama kemarin berada di posisi 2,97%, tapi di kuartal II karena kita melakukan PSBB, kita jatuh di minus 5,3%.

Ketiga, prioritas sektor yang akan didahulukan. ”Yang memiliki risiko paling rendah buka dulu, yang memiliki risiko paling tinggi buka nanti yang paling akhir atau enggak usah dibuka terlebih dahulu,” tuturnya.

Kalau ini secara ketat dikerjakan, Jokowi sampaikan angka kasus di Provinsi Aceh ini akan terus bisa diperkecil dan kemudian hilang dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan, tidak melupakan masalah ekonomi setelah masalah kesehatan. "Ini gas dan remnya harus dikendalikan betul oleh Pak Gubernur dan seluruh jajarannya. Karena memang semua negara mengalami produksi terganggu, supply terganggu, demand terganggu, semuanya terganggu, semuanya. Produksi, permintaan, supply, semuanya terganggu," tutur Jokowi.

Sebab itu, Jokowi sampaikan ekonomi Indonesia memang berada pada posisi yang tidak baik, tetapi semua negara juga mengalami, apalagi negara-negara yang melakukan lockdown ekonominya sampai minus 17%, minus 21%, minus 20%.

”Kita Alhamdulillah di kuartal pertama kemarin berada di posisi 2,97%, tapi di kuartal II karena kita melakukan PSBB, kita jatuh di minus 5,3%. Kita harapkan di kuartal III ini insyallah kita harus lebih naik dari kuartal yang pertama sehingga ekonomi kita bisa kita ungkit untuk naik kembali,” katanya.

Untuk itu, Jokowi minta yang berkaitan dengan bantuan sosial, stimulus ekonomi agar dicek oleh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Ia menyebutkan contoh seperti bansos yang dibayar lewat BLT desa, bansos tunai, PKH, BPNT untuk sembako, dan subsidi listrik yang digratiskan 450 VA.

"Mengenai banpres produktif yang kita berikan kepada usaha mikro dan kecil sebesar Rp 2.400.000 langsung ke rekening-rekening mereka. Kita berikan kepada 12 juta pelaku usaha dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, semuanya diberikan sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil,” kata Jokowi.

Berita terkait
Presiden Jokowi Imbau Daerah Kendalikan Gas dan Rem
Jokowi berharap kondisi perekonomian nasional bisa pulih pada kuartal ketiga setelah pada kuartal kedua mengalami minus 5,3 persen.
200 Pelaku Usaha di Aceh Dapat Banpres Jokowi
Presiden Joko Widodo berharap para pelaku usaha mikro dan kecil bisa memanfaatkan Bantuan Presiden (Banpres) untuk menambah modal untuk usaha.
Pesan Presiden Jokowi untuk Plt Gubernur Aceh
Presiden Joko Widodo berharap pembangunan jalan tol perdana di Provinsi Aceh nantinya dapat memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi.
0
Pengamat ke Satgas Covid-19: Tak Perlu Bicara Angka lah!
Pengamat politik Nasional Adib Miftahul sentil tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, yang dipimpin Doni Monardo selaku Ketua.