UNTUK INDONESIA
Jokowi Minta Kehati-hatian Terhadap 3 Klaster C-19
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan perlu adanya kewaspadaan terkait tiga klaster baru Covid-19, yakni perkantoran, keluarga dan Pilkada.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Gubernur dari 34 provinsi di Indonesia mempercepat belanja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi dalam Rapat Terbatas melalui video conference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 September 2020. (Foto: Instagram/@jokowi)

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan perlu adanya kewaspadaan terkait tiga klaster baru Covid-19. Menurutnya, masyarakat perlu berhati-hati dalam berkegiatan terutama bila harus beraktivitas dalam klaster-klaster tersebut.

"Hati-hati ini perlu saya sampaikan, hati-hati yang namanya klaster kantor. Yang kedua, klaster keluarga. Hati-hati, yang terakhir, juga klaster Pilkada. Hati-hati ini, agar ini selalu diingatkan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin, 7 September 2020.

Tapi kita lupa bahwa sekarang kita harus hati-hati di klaster-klaster yang tadi saya sampaikan, klaster keluarga

Jokowi berpesan, Covid-19 masih akan terus berkembang di Tanah Air. Untuk itu, masyarakat diminta selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada.

"Karena yang selalu kita kejar-kejar adalah tempat-tempat umum. Tempat-tempat publik, tapi kita lupa bahwa sekarang kita harus hati-hati di klaster-klaster yang tadi saya sampaikan, klaster keluarga. Karena di rumah kita sudah merasa aman. Justru di situlah, yang kita harus hati-hati, " ucap Jokowi.

"Dalam perjalanan masuk kantor kita juga sudah merasa aman, sehingga kita juga lupa di dalam kantor protokol kesehatan," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengingatkan pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di perkantoran, mengingat banyaknya kasus Covid-19 bermunculan dari klaster perkantoran.

"Kita akan terus melakukan tes Covid-19 khususnya di perkantoran atau institusi pemerintah. Temuan kasus di banyak tempat, mulai dari Gedung Sate, DPRD dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengingatkan kita agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan," Ridwan Kamil usai Rapat Evaluasi Penyebaran Covid-19 di Ruang Silihwangi Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No 69, Bandung, Jawa Barat, 3 Agustus 2020.

Memang dari hasil contact tracing, lanjut Kang Emil, panggilan Ridwan Kamil, sampai saat ini belum ditemukan secara pasti sumber penularannya, karena bisa saja munculnya klaster perkantoran di Jawa Barat karena perilaku karyawan melakukan kegiatan yang tidak terkontrol atau tidak menerapkan protokol kesehatan saat pulang dari kantornya.

"Kita akan terus melakukan contact tracing untuk yang kasus klaster perkantoran ini, dan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi. Saya merekomendasikan menerapkan work from home," ucap Ridwan Kamil.[]

Berita terkait
Kuatkan MUI, PA 212 Desak Jokowi Bubarkan BPIP
PA 212 dan GNPF-Ulama menargetkan Presiden Jokowi membubarkan BPIP dan DPR mencabut pembahasan RUU HIP dari Prolegnas 2020
Pengamat Minta Jokowi Segera Copot Nadiem Makarim
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin meminta Presiden Jokowi segera mencopot Mendikbud Nadiem Makarim.
Mencegah Kawasan Industri Tak Jadi Klaster Covid-19
Manajemen perusahaan harus melakukan langkah-langkah kongkret sebagai upaya mencegah meningkatnya kasus Covid-19 di lingkungan industri
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.